TERKINI$type=one$count=3

Jokowi Sedang “Menggoreng” Para Mafia Migor, Harap Bersabar Ini Ujian..!!

JAKARTA, RADAR JAKARTA   Semua minta supaya Jokowi turun tangan membasmi para mafia migor (juga mafia lainnya sih). Harap bersabar, prosesny...




JAKARTA, RADAR JAKARTA 
 Semua minta supaya Jokowi turun tangan membasmi para mafia migor (juga mafia lainnya sih). Harap bersabar, prosesnya sedang berlangsung. Ini ujian.!

Ekspor tidak dilarang: Mafia migor bermain (kolusi) dengan Kemendag memalsukan dokumen ekspor. Ini sudah terbukti dengan dicokoknya “wayang-wayang” para mafia oleh Kejaksaan. Pasar migor domestik amburadul (kelangkaan dan harga tinggi berbulan-bulan). Konsumen dalam negeri sengsara.

Ekspor dilarang: Harga CPO dunia (juga minyak substitusi sawit lainnya) melambung. Petani sawitnya yang sekarang terancam menderita lantaran Tandan Buah Segar (TBS)nya bakal seret pembeli (off-taker). Menurut data di situs Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) yang kita akses tanggal 23/04/2022 jam 19.04 WIB terdaftar sejumlah 9.395 petani sawit. 

Lalu lantaran ekspor dilarang, katanya bakal ada ancaman penyelundupan minyak sawit. Ini tentu permainan para mafia itu lagi. Kalau pun para penyelundup itu nantinya tertangkap, kemungkinan besar cuma “wayang-wayang”nya saja lagi. 

Jadi bagaimana..?

Memang ada tarik-menarik (tegangan) antara kepentingan konsumen domestik dengan petani rakyat. Dua-duanya warga negara Indonesia. Tapi juga ada kepentingan APBN yang butuh devisa, apalagi gegara C-19, membuat postur anggaran negara kita “rada merana”. Devisa itu disetor oleh pembayar pajak, yaitu para pengusaha yang mengekspor sawit. Lagi-lagi semuanya orang Indonesia. 

Jadi ada empat pihak, konsumen, petani, negara dan pengusaha. Bagaimana agar keseimbangan antara keempatnya bisa terjaga dengan baik. Dengan baik itu artinya semuanya win-win (menang-menang, sama-sama untung). 

Biasanya CPO kita kebanyakan memang diekspor. Data GAPKI, tahun 2020 produksi CPO 47 juta ton, dikurangi total penggunaan untuk Biodiesel dan Pangan sejumlah 15,69 juta ton. Masih tersisa 31,31 juta ton, ini yang bisa (boleh) diekspor.

Lalu tahun 2021 produksi CPO 46,89 juta ton, dikurangi total untuk Biodiesel dan Pangan sejumlah 16,29 juta ton. Masih tersisa 30,6 juta ton, ini yang bisa (boleh) diekspor.

Kemudian prediksi tahun 2022 ini produksi CPO 49 juta ton, dikurangi untuk program Biodiesel dan Pangan sejumlah total 18,43 juta ton. Masih tersisa 30,57 juta ton, ini juga yang masih bisa (boleh) diekspor.

Kalau skema pembagian kuantitas minyak sawit seperti ini (dengan harga yang pantas) bisa berjalan baik, ya tentu saja semuanya bakal baik-baik saja. Tapi ternyata skenario besar seperti itu – de-facto – sejak akhir tahun lalu jadi berantakan. Apa sebabnya..?

Tidak sulit sekarang untuk melokalisir penyebabnya. Dari empat pihak tadi (konsumen, petani, negara dan pengusaha) hanya dua pihak yang bikin gara-gara. Yaitu, oknum aparat negara dan oknum pengusaha (masing-masing beserta konco-konconya). Kedua pihak inilah yang berkolusi dan menjelma menjadi mafia migor. 

Mereka terangsang harga CPO dunia yang tinggi, lalu berkonspirasi memalsukan dokumen ekspor. Bahan baku migor yang untuk DMO pun terdeviasi keluar. Migor pun langka maka harga migor melonjak. Hukum ekonomi yang sederhana.

Oh ya, yang di sebut “konco-konco”nya itu siapa saja sih.? Itu bisa saja meluas sampai ke oknum di parlemen, oknum parpol, oknum para pembantu presiden sendiri, asosiasi ini dan itu, buzzer, media, bahkan ormas maupun “gerakan mahasewa”, dlsb. 

Masing-masing dengan agendanya sendiri-sendiri, ada yang murni bermotif ekonomi, tapi juga ada pula yang punya motif politik di belakangnya. Bentuknya ya kartel dagang yang bercampur dengan kartel politik.

Jadi yang mesti “dibereskan” adalah dua pihak itu tadi: oknum aparat negara dan oknum pengusaha. Sementara konsumen dan petani rakyat – seperti biasa – selalu hanya jadi korban. Sekaligus dalih (tameng) untuk membenarkan (justifikasi) pembelaan diri para mafia. Demi petani rakyat, demi konsumen… demikian.

Pintu masuk untuk mengidentifikasi para mafia (pemainnya) sudah dibuka berkat keberanian Kejaksaan menangkap “para wayang” dari konspirator (Pintu masuk untuk mengidentifikasi para mafia (pemainnya) sudah dibuka berkat keberanian Kejaksaan menangkap “para wayang” dari konspirator (ada yang dirjen ada yang komisaris). KPPU (dan BIN?) pun sudah punya data tentang 8 (delapan) oligarki-kartel, juga dengan siapa saja mereka “bermain”. PPATK pasti bisa membantu, Kepolisian siap bertindak, KSAL sudah memerintahkan jaga lautan dari penyelundup. Sementara KPK… ya KPK boleh terus memonitor. 

Tinggallah sekarang follow-up yang tuntas… tas… tas..!!! Sampai ke mereka yang ada di kantor-kantor ber-AC milik negara maupun swasta. Baik yang ada di Indonesia, maupun yang lagi “ngumpet” di Singapura misalnya.

Ya memang follow-up-nya tidak semudah menulis kata ‘tuntas… tas… tas..!!!’ itu tadi. Konstelasi permufakatan jahat ini diduga melibatkan oknum-oknum “tingkat tinggi” serta oknum-oknum “berkantong-tebal” yang bisa menyewa siapa saja. Termasuk menyewa “malaikat pencabut-nyawa” demi mengamankan agenda permufakatan jahat mereka. 

Presiden Jokowi dalam hal ini memang mesti ekstra hati-hati. Kebijakan nekadnya untuk melarang ekspor CPO dan Migor sementara ini adalah upaya “membakar semak” agar ular beludak kurang ajar yang selama ini “mengkhianati” beliau berhamburan keluar. Jokowi sedang gantian “menggoreng” mereka pelan-pelan.

Pelarangan ekspor ini semacam shock-therapy. Kebijakan ini memang “berbahaya” namun perlu. Ancaman bisa datang dari dalam negeri maupun luar negeri, dengan berbagai bentuknya. Namun mengingat Presiden Jokowi yang berani “vivere-pericoloso” (nyerempet bahaya), inilah jalan yang bisa ditempuh dalam konteks kekinian.

Semoga saja ada mafia migor yang copot jantungnya (pusing dengan kontrak-kontrak yang sudah mereka pegang) sambil ketar-ketir takut ketahuan belangnya. 

Pada waktu yang ditentukan kemudian maka pelarangan itu bakal berhenti. Devisa mengalir kembali, migor tersedia di pasar konsumen dengan harga yang pantas, dan petani sawit punya off-taker lagi. Kembali ke jaman “normal”.

Soal teknis lainnya tak bisa diungkap semua disini. Namanya juga strategi jebakan-batman untuk menangkap ular beludak. Bukankah yang minta supaya Presiden Jokowi membasmi para mafia itu adalah kita juga..? 

Hanya saja, kita semua (konsumen, petani, dan aparat negara yang berintegritas serta pengusaha yang baik-baik) mesti bersabar. 

Ini ujian..!!


Oleh : Andre Vincent Wenas, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis (LKS) PERSPEKTIF, Jakarta.


(Rilis/ES)

Nama

Aceh,145,Aceh barat daya,1,Aceh besar,7,Aceh kab Simeuleu,1,Aceh Selatan,3,Aceh Singkil,41,Aceh Tamiang,42,Aceh tengah,117,Aceh tenggara,2,Aceh timur,7,Aceh Utara,4,Aharuddin,1,Ambon,1,Angkola,1,Asahan,11,B9gor,1,Babar parittiga,1,Babel,1,Badung Barat,1,Bagan batu,3,Bagan sapta permai,1,Bagan siapi-api,1,Bagan Sinembah,6,Baharkam,3,Bali,7,Balige,3,Balikpapan,3,Banda Aceh,69,BANDAR LAMPUNG,13,Bandar lampunh,1,bandung,74,Bandung barat,91,Banga,1,Bangka,276,Bangka barat,6,Bangka Belitung,27,Bangka selatan,2,Bangka tengah,4,BANGKINANG,2,Banjarnegara,2,Bantaeng,10,Banten,16,Banyuasin,2,Banyumas,13,banyuwangi,5,Baradatu,3,Barito Utara,1,Baru bara,2,Batam,4,Batang,75,Batu Bara,337,Batu bata,2,Batubara,388,Baturaja,1,Batusangkar,1,Baubau,1,Bekasi,118,Bekasi Terkini,1,Bekasi Terkini Daerah,1,Belawan,8,Belida Darat,1,Belimbing,1,Belinyu,14,Belopa,5,Belu,1,Bener meriah,1,Bener meriah,52,Bengkalis,5,Bengkulu,11,berita terkini,439,Bireuen,2,Bisnis,4,Blangkejeren,1,Blitar,8,Bnadung Barat,1,Bogor,103,Bojonegoro,3,Boyolali,5,Brebes,6,calang,1,ciamis,5,Cianjur,5,Cibinong,2,Cikampek,1,Cikarang,5,Cilegon,3,Cilengsi,1,cimahi,7,Cirebon,10,daera,1,Daerah,883,daerah Jakarta terkini,1,Daerah Terkini,214,daerah Terkini nasional,15,daerah Terkini nasional internasional,1,Dairi,1,Dangku,1,Deaerah,1,Deli serang,1,Deliserdang,3,Demak,3,Denpasar,7,Depok,30,Desa Kuripan,1,Desa Ngempit,1,Distrik Kofiau,1,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,13,DPRD Kota Bekasi,13,Dumai,710,Dunai,1,Duri,4,Ekonomi,84,Farrah,2,Gakalar,1,Garut,3,Gayo Lues,6,Gelumbang,1,Global,1,Gorontalo,1,Gowa,4,gresik,7,Grobogan,2,Gunung kidul,1,Gunung megang,11,Gunung Raja,2,Gunungsitoli,1,Halmahera,3,Hamparan Perak,1,Health info,1,Indramayu,7,Inhu,2,Internasional,33,jakarta,921,Jakarta Terkini daerah,3,jakrta radar jakarta.net,7,Jambi,54,Jateng,3,Jatim,2,Jawa timur,1,Jayapura,5,Jember,2,Jembrana,1,Jeneponto,2,JEPARA,4,Jetis,2,jombang,4,Kab,1,Kab Bandung,46,Kab Bekasi,2,Kab Tangerang,1,kab. bandung,9,Kab. bekas,1,Kab. Bekasi,35,Kab. Katingan,1,Kab. Semarang,2,Kab. Way kanan,1,Kab.Aceh Tengah,1,Kab.Bandung,7,Kab.Bangka,1,Kab.Barito Utara,1,Kab.Batang,1,Kab.Bekasi,90,Kab.Bener Meriah,1,Kab.Bogor,1,Kab.Bondowoso,1,Kab.Bungo,1,Kab.gayo Lues,1,Kab.Jeneponto,1,Kab.Jombang,1,Kab.Kampar,3,Kab.Karawang,1,Kab.Katingan,2,Kab.Kaur,10,Kab.lahat,1,Kab.Lampung Utara,1,Kab.landak,3,Kab.Lebak,2,Kab.Luwu,6,Kab.Madiun,2,Kab.Mamuju,4,Kab.Manggarai,1,Kab.Maros,1,Kab.Nganjuk,1,Kab.Ngawi,2,Kab.Nias,1,Kab.Pasuruan,3,Kab.Ponorogo,10,Kab.Raja Ampat,1,Kab.Serang,3,Kab.Sidoarjo,1,Kab.Simalungun,1,Kab.Sintang,1,Kab.Subang,1,Kab.Sukabumi,1,Kab.Tangerang,5,Kab.Tapanuli Selatan,1,Kab.tulang bawang,2,Kab.Wat kanan,1,Kab.Way kanan,34,Kaban. Bekasi,1,Kabarhakam,4,Kabupaten wajo,1,Kakimantan tengah,1,Kalideres,1,Kalimantan,8,Kalimantan barat,3,Kalimantan Tenga,1,Kalimantan tengah,709,Kalimantan tengah. Terkini,1,Kalimantan timur,2,Kalteng,2,Kampar,26,Kapuas hulu,1,karang wangi,1,Karawang,7,Karimun,1,Karo,1,Katingan,26,Katingan hilir,1,Katingan tengah,3,Kaur,14,Kebumen,1,Kec.Kuok,1,Kec.Paron,1,Kediri,54,Keerom,3,Kelekar,2,Kendal,68,Kendari,2,Kendsri,1,Keranji paidang,1,Ketapang,2,klaten,8,Koba,2,Kota Bekasi,1,kota bumi,1,Kota pangkal pinang,1,Kota Pasuruan,1,Kota Sorong,1,Kota Tangerang,1,Kotabumi,4,Kotawaringin,1,Kotawaringin timur,2,Kotim,1,Kriminal,2,Kuala babe,1,Kuala Bebe,1,Kuala Behe,4,Kuala Kapas,1,Kuansing,1,kudus,1,Kuliner,4,Kutai Kartanegara,1,Labat,1,Labuan Bajo,1,Labuhan,4,Labuhan batu,10,Labuhan selatan,1,Labuhanbatu,189,Labuhanbatu raya,6,Labuhanbatu Selatan,3,Labuhanbatu Utara,7,Labuhanbatu. Terkini,1,Labura,14,Labusel,2,Laguboti,1,Lahar,2,Lahat,208,lamongan,2,Lamping utara,1,Lampung,32,Lampung barat,9,Lampung Selatan,23,Lampung Tengah,2,Lampung timur,2,Lampung Utara,258,Landak,44,Langkat,1,Langsa,1,Lebak,173,Lebak Banten,1,Lebak Selatan,2,Lembak,1,Lhoeksumawe,1,Lhokseumawe,16,Lhoksuemawe,2,Lhoksukon,1,Lhoksumawe,2,Lige,1,Linge,9,Linge Aceh,3,Linge aceh tengah,1,lingga,1,Lingko Lolok,1,Loksumawe,2,Lombo timur,1,Lombok tengah,1,Lombok timur,1,Lubai,1,Lubai ulu,3,Lubuk Linggau,2,Lumanjang,1,Lumut Aceh tengah,1,Lutra,3,Luwu,9,Luwu utara,2,Madina,13,Madinah,1,Madiun,20,Madura,1,Magelang,7,Majalengka,3,Majene,4,Makasar,4,Makassar,110,Malaka,2,Malang,7,Malaysia,1,Maluku,17,Mamas,1,Mamasa,4,Mamuju,316,Mamuju tengah,2,Manado,2,Mandailing,1,Mandailing natal,2,Mandor,2,Manggarai,5,Manggarai Barat,1,Manggarai timur,4,Manokwari,1,Marelan,1,Marina,2,Maros,2,Marsandi,1,Martapura,2,mataram,1,Mateng,85,Medan,62,Medium,2,Melawai,2,Melawi,15,Mempawa hulu,1,mendo barat,1,Menjalin,4,Merak,2,Meranti,1,Merauke,1,Merawang,2,Mesuji,5,Meulaboh,1,Minahasa,1,Mojokerto,6,Morowali,55,Muara Enim,548,Muara enom,1,Muara kuang,1,Muara Teweh,63,Muaratar,1,muaratara,8,Muba,1,Mukomuko,40,Muratara,382,Musi Banyuasin,1,Musi Rawas,1,Musi Rawas Utara,1,Myanmar,1,Nabire,1,Naga raya,1,Nagan,1,Nagan raya,19,Narsandi,1,Nasional,226,nasional Terkini,1,Nasionsl,1,National,1,Natuna,1,News,185,news maker,10,Ngabang,6,Nganjuk,10,Ngantuk,1,Ngawi,3,Ngrayun,1,Nias,1,NTB,1,Ogan Ilir,6,Ogan Komering,2,Oke timur,2,Oku,2,Oku Selatan,3,Oku timur,31,okutimur,1,Olahraga,1,Otomotif,54,Padang,1,Padang lawas,1,Padangsidimpuan,3,Pagaralam,1,Pakpak Bharat,1,Palangkaraya,5,Palembang,210,Palembayan,1,Pali,5,Palopo,1,Palu,10,Paluta,1,Pandeglang,228,Pangkal,1,Pangkal pinang,36,Pangkalan Babat,1,Pangkep,1,Papua,9,Papua barat,3,parepare,1,Pariwisata,5,Pasang kayu,1,Pasangkayu,110,Pasuruan,19,Pati,1,Pekalongan,2,Pekanbaru,114,Pelelawan,1,Pemalang,33,Pemalang Terkini,1,Pemali,1,Pematang Siantar,4,Pemkab Bekasi,16,Pemkot Bekasi,1,Pendidikan,21,Pengetahuan,1,Peristiwa,19,Pesawaran,70,Pide Tékini,1,Pilkada,2,polewali mandar,1,Polhukam,276,politik,5,Polman,14,Ponorogo,54,Pontianak,4,Popular,1,Porsea,1,Prabumulih,1,Pringsewu,1,probolinggo,5,Purwakarta,3,Purwokerto,2,Purworejo,1,radar jakarta.net,225,ragam,1,Raja Ampat,65,Rambang niru,3,Rantau Prapat,3,Rantau prapatan,1,Redelong,86,Redelung,1,regional,18,RIAU,8,Rokan hilir,7,Salatiga,2,Samarinda,2,Sambas,1,Samosir,1,Sampit,11,Samuda,1,Sanggau,1,Saumlaki,1,Sei rampah,2,Sei Tampang,1,Selayar,231,Selebriti,2,Semarang,27,Sengah temila,3,Sengkang,1,Serang,24,Serang Banten,1,Serdang Bedagai,35,Serdang berangan,1,Sergai,2,Seruyan,1,Siak,3,Siantar,2,Siborong-borong,1,Sidas,3,Sidempuan,2,Sidikalang,1,Sidoarjo,18,Sidoharjo,1,Sigli,1,simalungun,54,Simeuleu,1,Singkawang,1,Singkil,2,Sintang,2,Sipungguk,2,Sleman,4,Solo,5,Solok,1,solok selatan,1,Sopeng,1,Sorong,5,Sorong selatan,6,Sosok,1,Subang,12,Subulussalam,1,Sukabumi,124,Sulawesi Barat,1,Sulawesi Selatan,4,Sulawesi tengah,2,Sulawesi tenggara,1,Sulsel,2,Sumatera Selatan,8,Sumatera Utara,2,Sumba barat daya,1,Sumbawa,3,Sumenep,4,Sumut,3,Sungai liat,1,Sungai Rotan,1,Sungailiat,10,Surabaya,55,Surakarta,4,Takalar,93,Takengo,3,Takengom,2,Takengon,384,Takengon Terkini,1,Talang Padang,1,Tamilah,1,Tanah Jawa,1,tangerang,19,Tangerang Selatan,3,Tanggamus,1,Tanimbar,1,Tanjung agung,5,Tanjung Alai,3,Tanjung Enim,1,Tanjung Pandan,1,tanjungpinang,1,Tapanuli selatan,29,Tapsel,7,Taput,1,Tasikmalaya,20,Tebo,7,Technology,90,Teekini,1,Tegal,1,tekini,1,Temanggung,2,Tembilahan,1,Tengah,1,Ter,1,terijin,1,Terk,1,Terkait,1,Terkini,12056,Terkini Bekasi Daerah,2,Terkini Bekasi Jakarta Nasional,1,Terkini Daerah,102,terkini daerah Jakarta,5,Terkini Daerah Nasional,1,Terkini Jakarta,3,Terkini Opini,1,terkini⁴,1,Terkni,1,Tkengon,1,Toba,3,Tobadak,1,tokyo,2,Toraja,1,Tulang Bawang,7,Tulang bawang barat,1,Tulung agung,1,Tulungagung,2,Twekini,2,Waisai,13,Wajo,2,Way kanan,285,way kanan Lampung,1,Waykanan,1,Wisata,1,wonogiri,1,Wonosobo,1,Wotgalih,1,Yogyakarta,17,
ltr
item
radarjakarta.net: Jokowi Sedang “Menggoreng” Para Mafia Migor, Harap Bersabar Ini Ujian..!!
Jokowi Sedang “Menggoreng” Para Mafia Migor, Harap Bersabar Ini Ujian..!!
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdwBH4lW9p7MX7GsaUfQaKtvDFti0HbI6dw21iMfoVIFXAQKn_lWQrSs3hT-WP3K1uLSZKjhCbsAu1vKq9bKEXzMJsiJ3XioOCXKBoN_h492WPaJo7P2lGj1ZNR6g3ja3Mx4wvh2_pCQ_1ulfoU0TCbhGQ0WbwB1G66WRV5JzweKRIxFUgM3bAEACRWQ/s320/IMG-20220424-WA0022.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdwBH4lW9p7MX7GsaUfQaKtvDFti0HbI6dw21iMfoVIFXAQKn_lWQrSs3hT-WP3K1uLSZKjhCbsAu1vKq9bKEXzMJsiJ3XioOCXKBoN_h492WPaJo7P2lGj1ZNR6g3ja3Mx4wvh2_pCQ_1ulfoU0TCbhGQ0WbwB1G66WRV5JzweKRIxFUgM3bAEACRWQ/s72-c/IMG-20220424-WA0022.jpg
radarjakarta.net
https://www.radarjakarta.net/2022/04/jokowi-sedang-menggoreng-para-mafia.html
https://www.radarjakarta.net/
https://www.radarjakarta.net/
https://www.radarjakarta.net/2022/04/jokowi-sedang-menggoreng-para-mafia.html
true
648782575313724783
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy