TERKINI$type=one$count=3

Alumni SMK Perikanan Dumai Ternyata Jadi Toke Ikan Internasional

JAKARTA, RADARJAKARTA.NET— Senin 21 February 2022. Ia terus membangun pabrik. Pun di masa Pandemi Covid-19. Saya diajak melihat salah satu p...



JAKARTA, RADARJAKARTA.NET— Senin 21 February 2022. Ia terus membangun pabrik. Pun di masa Pandemi Covid-19. Saya diajak melihat salah satu pabrik barunya itu. Di Muara Baru, Jakarta. Sudah hampir jadi.

Muara Baru adalah ikan. Itu memang pabrik ikan: untuk memproses agar ikan menjadi beku. Lalu diekspor ke berbagai negara.

Ia punya pabrik ikan banyak sekali: di Dobo, Maluku Selatan; di Bitung; di Tuban, di Cilacap; di Pelabuhan Ratu; dan di mana-mana. Ia juga punya kapal-kapal penangkap ikan ukuran maksimum yang diizinkan: 350 Ton. Juga punya kapal-kapal pengangkut ikan.

Namanya: Yusuf Ramli.

Asal: Dumai –keturunan Padang.

Usaha Yusuf terus berkembang. Pun di masa pandemi. Belakangan ia malah bisa ekspor ikan yang mengherankan: ikan asin! Tujuan ekspornya ke Colombo, Sri Lanka. Saya baru tahu ini: orang Sri Lanka-lah penggemar ikan asin terkemuka di dunia. Sampai-sampai, di sana, ada McDonald's ikan asin.

Tentu saya harus percaya itu. Daripada harus ke Sri Lanka lagi untuk membuktikannya. Terbukti tiap bulan Yusuf bisa ekspor dua kontainer ikan asin ke Colombo. Rutin.

Itu bukan ikan asin biasa. Bukan sejenis ikan kembung atau peda –yang biasa kita makan di desa-desa di Jawa. Ikan asin untuk ekspor ini ikan besar: ikan manyung. Yang satu ekor bisa 10 kg. Bagian badannya yang diasinkan. Sedang kepalanya, Anda sudah tahu. Terutama bagi Anda yang sering lewat pantura. Lebih utama lagi kalau lewat jalan antara Pati-Rembang. Banyak papan mencolok di pinggir jalan: menawarkan masakan kepala ikan manyung.

Yusuf dapat izin menangkap ikan di laut Arafuru –di antara Bandaneira, Saumlaki, dan Dobo. Saya belum pernah ke Bandaneira, tapi pernah ke Dobo dan Saumlaki. Jauh sekali.

Empat kapalnya beroperasi di sana. Disediakan kapling khusus di laut di sana. Yang batasnya bisa dilihat di GPS. Kapal-kapalnya tidak boleh mencari ikan di luar titik-titik koordinat yang sudah ditentukan. Itu sudah kaplingnya perusahaan lain lagi.

Laut Arafuru, memang sudah dikapling-kapling –menjadi lebih 1.000 kapling. Silakan ambil salah satu kapling di situ. Dengan cara minta izin ke kementerian perikanan dan kelautan.

Setiap kapal penangkap milik Yusuf punya 40 orang awak kapal. Aat akan sangat cocok bekerja di kapal ini: tidak boleh pulang selama satu tahun. Mereka harus tetap di atas laut selama satu tahun itu.

Menjelang Lebaran mereka baru boleh pulang. Setelah itu mereka balik lagi ke Arafuru untuk setahun ke depan.

Tugas kapal itu hanya menangkap ikan. Lalu membekukannya. Ada alat pembeku di perut kapal. Yang suhunya minus 40 derajat. Yang bisa membuat ikan langsung beku.

Kapal penangkap tidak perlu mengirim hari tangkapan. Ada kapal pengangkut yang datang dan pergi. Datang membawa air dan bahan makanan. Pulang membawa ikan beku: ke Muara Baru, Jakarta.

Dua kapal pengangkut itulah yang mondar-mandir Arafuru–Muara Baru.

Yusuf baru berumur 49 tahun. Ia punya anak satu –perempuan.

Anak itu ia sekolahan ke Tiongkok: ke kota Xiamen. Sekarang sudah pulang. Sudah berumah tangga, dengan satu bayi.

Sang Putri kini tinggal di Bitung: memimpin dua pabrik ikannya yang ada di Sulut. "Biar matang di sana," ujar Yusuf.

Tidakkah kasihan pada anak perempuan? "Tentu saya sayang sekali. Tapi kalau di Jakarta dia nanti hanya tahu matang. Kalau di Bitung bisa tahu ikan sejak A sampai Z," tambahnya.

Yusuf sendiri memulai usaha dari bawah. Dua kali bangkrut. Habis. Sampai terlempar menjadi sopir truk –jurusan Jakarta-Cirebon. Lalu Yusuf diterima menjadi sopir pribadi seorang pengusaha Tionghoa. Lukas namanya. "Pak Lukas orangnya baik. Saya diberi modal usaha," ujar Yusuf.

Ayah kandung Yusuf sendiri seorang pedagang kecil di Dumai. Sang ayah menyekolahkan anaknya itu ke Sekolah Menengah Usaha Perikanan di Dumai. Begitu tamat Yusuf jadi awak kapal. Milik asing. Jurusan Guam di Samudera Pasifik. Sampai dua tahun Yusuf di sana.

Setelah punya sedikit tabungan Yusuf pindah ke Jakarta. Usaha kecil-kecilan. Gagal. Bangkit lagi. Gagal lagi. Lalu jadi sopir truk tadi.

Juragan itulah yang menyarankan Yusuf mulai dagang lagi. Dagang ikan. Beli ikan di Muara Baru, dijual di pasar-pasar kampung. Mulailah ia jual beli ikan. Kian lama kian besar. Pinjaman yang diberikan Lukas pun bisa ia lunasi. Lukas masih sempat melihat Yusuf berkembang menjadi pengusaha besar. Lukas juga sempat tahu Yusuf sudah punya begitu banyak pabrik ikan. Juga sempat tahu Yusuf sampai punya enam kapal.

Setelah Lukas meninggal dunia Yusuf tetap menjalin hubungan keluarga dengan anak-anaknya.

Kini Yusuf membina pengusaha kecil ikan di kampung-kampung. Jumlah mereka sudah mencapai 60.000 orang. Itulah mereka yang membuat ikan pindang di rumah masing-masing. Yusuf yang memasok ikan ke para pemindang itu: ikan layang, tongkol, cakalang, dan salem.

Ikan kecil-kecil itulah yang dimasuk-masukkan ke besek bambu. Besek yang sudah berisi ikan itu lantas dimasukkan ke air mendidih yang sudah berbumbu. Jadilah ikan pindang siap jual.

Pemindang itu tergabung dalam Koperasi Komira. Komira adalah nama perusahaan milik Yusuf: PT Komira Group.

Komira memang menangkap banyak sekali ikan layang. Terutama ikan layang muroaji. Tujuan utamanya bukan untuk dipindang, melainkan untuk ekspor ke Taiwan dan Korea.

Diapakankah ikan itu di sana?

“Untuk umpan memancing tuna besar," ujar Yusuf.

Pancingnya tentu bukan seperti pancing di kolam ikan. Pancing di lautan ini diikatkan ke kapal. Tali pancingnya bercabang-cabang. Satu rangkaian tali pancing punya 5.000 mata pancing. Berarti perlu 5.000 umpan kiriman dari Yusuf.

Yusuf tidak hanya ekspor. Untuk ikan-ikan tertentu Yusuf justru impor. Misalnya ikan salmon untuk disajikan sebagai sashimi di resto-resto Jepang di Indonesia. Juga ikan yang diperlukan pabrik-pabrik sarden dalam kaleng. Indonesia sudah kekurangan ikan untuk bahan baku sarden ini.

Di tengah lautan pengusaha besar Tionghoa di Muara Baru ternyata masih ada satu orang Dumai bernama Yusuf Ramli. (Sumber : Dahlan Iskan/Bangsaonline.com)


(ES)

Nama

Aceh,145,Aceh barat daya,1,Aceh besar,7,Aceh kab Simeuleu,1,Aceh Selatan,3,Aceh Singkil,41,Aceh Tamiang,42,Aceh tengah,117,Aceh tenggara,2,Aceh timur,7,Aceh Utara,4,Aharuddin,1,Ambon,1,Angkola,1,Asahan,11,B9gor,1,Babar parittiga,1,Babel,1,Badung Barat,1,Bagan batu,3,Bagan sapta permai,1,Bagan siapi-api,1,Bagan Sinembah,6,Baharkam,3,Bali,7,Balige,3,Balikpapan,3,Banda Aceh,69,BANDAR LAMPUNG,13,Bandar lampunh,1,bandung,74,Bandung barat,91,Banga,1,Bangka,276,Bangka barat,6,Bangka Belitung,27,Bangka selatan,2,Bangka tengah,4,BANGKINANG,2,Banjarnegara,2,Bantaeng,10,Banten,16,Banyuasin,2,Banyumas,13,banyuwangi,5,Baradatu,3,Barito Utara,1,Baru bara,2,Batam,4,Batang,75,Batu Bara,337,Batu bata,2,Batubara,388,Baturaja,1,Batusangkar,1,Baubau,1,Bekasi,118,Bekasi Terkini,1,Bekasi Terkini Daerah,1,Belawan,8,Belida Darat,1,Belimbing,1,Belinyu,14,Belopa,5,Belu,1,Bener meriah,1,Bener meriah,52,Bengkalis,5,Bengkulu,11,berita terkini,439,Bireuen,2,Bisnis,4,Blangkejeren,1,Blitar,8,Bnadung Barat,1,Bogor,103,Bojonegoro,3,Boyolali,5,Brebes,6,calang,1,ciamis,5,Cianjur,5,Cibinong,2,Cikampek,1,Cikarang,5,Cilegon,3,Cilengsi,1,cimahi,7,Cirebon,10,daera,1,Daerah,883,daerah Jakarta terkini,1,Daerah Terkini,214,daerah Terkini nasional,15,daerah Terkini nasional internasional,1,Dairi,1,Dangku,1,Deaerah,1,Deli serang,1,Deliserdang,3,Demak,3,Denpasar,7,Depok,30,Desa Kuripan,1,Desa Ngempit,1,Distrik Kofiau,1,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,13,DPRD Kota Bekasi,13,Dumai,710,Dunai,1,Duri,4,Ekonomi,84,Farrah,2,Gakalar,1,Garut,3,Gayo Lues,6,Gelumbang,1,Global,1,Gorontalo,1,Gowa,4,gresik,7,Grobogan,2,Gunung kidul,1,Gunung megang,11,Gunung Raja,2,Gunungsitoli,1,Halmahera,3,Hamparan Perak,1,Health info,1,Indramayu,7,Inhu,2,Internasional,33,jakarta,921,Jakarta Terkini daerah,3,jakrta radar jakarta.net,7,Jambi,54,Jateng,3,Jatim,2,Jawa timur,1,Jayapura,5,Jember,2,Jembrana,1,Jeneponto,2,JEPARA,4,Jetis,2,jombang,4,Kab,1,Kab Bandung,46,Kab Bekasi,2,Kab Tangerang,1,kab. bandung,9,Kab. bekas,1,Kab. Bekasi,35,Kab. Katingan,1,Kab. Semarang,2,Kab. Way kanan,1,Kab.Aceh Tengah,1,Kab.Bandung,7,Kab.Bangka,1,Kab.Barito Utara,1,Kab.Batang,1,Kab.Bekasi,90,Kab.Bener Meriah,1,Kab.Bogor,1,Kab.Bondowoso,1,Kab.Bungo,1,Kab.gayo Lues,1,Kab.Jeneponto,1,Kab.Jombang,1,Kab.Kampar,3,Kab.Karawang,1,Kab.Katingan,2,Kab.Kaur,10,Kab.lahat,1,Kab.Lampung Utara,1,Kab.landak,3,Kab.Lebak,2,Kab.Luwu,6,Kab.Madiun,2,Kab.Mamuju,4,Kab.Manggarai,1,Kab.Maros,1,Kab.Nganjuk,1,Kab.Ngawi,2,Kab.Nias,1,Kab.Pasuruan,3,Kab.Ponorogo,10,Kab.Raja Ampat,1,Kab.Serang,3,Kab.Sidoarjo,1,Kab.Simalungun,1,Kab.Sintang,1,Kab.Subang,1,Kab.Sukabumi,1,Kab.Tangerang,5,Kab.Tapanuli Selatan,1,Kab.tulang bawang,2,Kab.Wat kanan,1,Kab.Way kanan,34,Kaban. Bekasi,1,Kabarhakam,4,Kabupaten wajo,1,Kakimantan tengah,1,Kalideres,1,Kalimantan,8,Kalimantan barat,3,Kalimantan Tenga,1,Kalimantan tengah,709,Kalimantan tengah. Terkini,1,Kalimantan timur,2,Kalteng,2,Kampar,26,Kapuas hulu,1,karang wangi,1,Karawang,7,Karimun,1,Karo,1,Katingan,26,Katingan hilir,1,Katingan tengah,3,Kaur,14,Kebumen,1,Kec.Kuok,1,Kec.Paron,1,Kediri,54,Keerom,3,Kelekar,2,Kendal,68,Kendari,2,Kendsri,1,Keranji paidang,1,Ketapang,2,klaten,8,Koba,2,Kota Bekasi,1,kota bumi,1,Kota pangkal pinang,1,Kota Pasuruan,1,Kota Sorong,1,Kota Tangerang,1,Kotabumi,4,Kotawaringin,1,Kotawaringin timur,2,Kotim,1,Kriminal,2,Kuala babe,1,Kuala Bebe,1,Kuala Behe,4,Kuala Kapas,1,Kuansing,1,kudus,1,Kuliner,4,Kutai Kartanegara,1,Labat,1,Labuan Bajo,1,Labuhan,4,Labuhan batu,10,Labuhan selatan,1,Labuhanbatu,189,Labuhanbatu raya,6,Labuhanbatu Selatan,3,Labuhanbatu Utara,7,Labuhanbatu. Terkini,1,Labura,14,Labusel,2,Laguboti,1,Lahar,2,Lahat,208,lamongan,2,Lamping utara,1,Lampung,32,Lampung barat,9,Lampung Selatan,23,Lampung Tengah,2,Lampung timur,2,Lampung Utara,258,Landak,44,Langkat,1,Langsa,1,Lebak,173,Lebak Banten,1,Lebak Selatan,2,Lembak,1,Lhoeksumawe,1,Lhokseumawe,16,Lhoksuemawe,2,Lhoksukon,1,Lhoksumawe,2,Lige,1,Linge,9,Linge Aceh,3,Linge aceh tengah,1,lingga,1,Lingko Lolok,1,Loksumawe,2,Lombo timur,1,Lombok tengah,1,Lombok timur,1,Lubai,1,Lubai ulu,3,Lubuk Linggau,2,Lumanjang,1,Lumut Aceh tengah,1,Lutra,3,Luwu,9,Luwu utara,2,Madina,13,Madinah,1,Madiun,20,Madura,1,Magelang,7,Majalengka,3,Majene,4,Makasar,4,Makassar,110,Malaka,2,Malang,7,Malaysia,1,Maluku,17,Mamas,1,Mamasa,4,Mamuju,316,Mamuju tengah,2,Manado,2,Mandailing,1,Mandailing natal,2,Mandor,2,Manggarai,5,Manggarai Barat,1,Manggarai timur,4,Manokwari,1,Marelan,1,Marina,2,Maros,2,Marsandi,1,Martapura,2,mataram,1,Mateng,85,Medan,62,Medium,2,Melawai,2,Melawi,15,Mempawa hulu,1,mendo barat,1,Menjalin,4,Merak,2,Meranti,1,Merauke,1,Merawang,2,Mesuji,5,Meulaboh,1,Minahasa,1,Mojokerto,6,Morowali,55,Muara Enim,548,Muara enom,1,Muara kuang,1,Muara Teweh,63,Muaratar,1,muaratara,8,Muba,1,Mukomuko,40,Muratara,382,Musi Banyuasin,1,Musi Rawas,1,Musi Rawas Utara,1,Myanmar,1,Nabire,1,Naga raya,1,Nagan,1,Nagan raya,19,Narsandi,1,Nasional,226,nasional Terkini,1,Nasionsl,1,National,1,Natuna,1,News,185,news maker,10,Ngabang,6,Nganjuk,10,Ngantuk,1,Ngawi,3,Ngrayun,1,Nias,1,NTB,1,Ogan Ilir,6,Ogan Komering,2,Oke timur,2,Oku,2,Oku Selatan,3,Oku timur,31,okutimur,1,Olahraga,1,Otomotif,54,Padang,1,Padang lawas,1,Padangsidimpuan,3,Pagaralam,1,Pakpak Bharat,1,Palangkaraya,5,Palembang,210,Palembayan,1,Pali,5,Palopo,1,Palu,10,Paluta,1,Pandeglang,228,Pangkal,1,Pangkal pinang,36,Pangkalan Babat,1,Pangkep,1,Papua,9,Papua barat,3,parepare,1,Pariwisata,5,Pasang kayu,1,Pasangkayu,110,Pasuruan,19,Pati,1,Pekalongan,2,Pekanbaru,114,Pelelawan,1,Pemalang,33,Pemalang Terkini,1,Pemali,1,Pematang Siantar,4,Pemkab Bekasi,16,Pemkot Bekasi,1,Pendidikan,21,Pengetahuan,1,Peristiwa,19,Pesawaran,70,Pide Tékini,1,Pilkada,2,polewali mandar,1,Polhukam,276,politik,5,Polman,14,Ponorogo,54,Pontianak,4,Popular,1,Porsea,1,Prabumulih,1,Pringsewu,1,probolinggo,5,Purwakarta,3,Purwokerto,2,Purworejo,1,radar jakarta.net,225,ragam,1,Raja Ampat,65,Rambang niru,3,Rantau Prapat,3,Rantau prapatan,1,Redelong,86,Redelung,1,regional,18,RIAU,8,Rokan hilir,7,Salatiga,2,Samarinda,2,Sambas,1,Samosir,1,Sampit,11,Samuda,1,Sanggau,1,Saumlaki,1,Sei rampah,2,Sei Tampang,1,Selayar,231,Selebriti,2,Semarang,27,Sengah temila,3,Sengkang,1,Serang,24,Serang Banten,1,Serdang Bedagai,35,Serdang berangan,1,Sergai,2,Seruyan,1,Siak,3,Siantar,2,Siborong-borong,1,Sidas,3,Sidempuan,2,Sidikalang,1,Sidoarjo,18,Sidoharjo,1,Sigli,1,simalungun,54,Simeuleu,1,Singkawang,1,Singkil,2,Sintang,2,Sipungguk,2,Sleman,4,Solo,5,Solok,1,solok selatan,1,Sopeng,1,Sorong,5,Sorong selatan,6,Sosok,1,Subang,12,Subulussalam,1,Sukabumi,124,Sulawesi Barat,1,Sulawesi Selatan,4,Sulawesi tengah,2,Sulawesi tenggara,1,Sulsel,2,Sumatera Selatan,8,Sumatera Utara,2,Sumba barat daya,1,Sumbawa,3,Sumenep,4,Sumut,3,Sungai liat,1,Sungai Rotan,1,Sungailiat,10,Surabaya,55,Surakarta,4,Takalar,93,Takengo,3,Takengom,2,Takengon,384,Takengon Terkini,1,Talang Padang,1,Tamilah,1,Tanah Jawa,1,tangerang,19,Tangerang Selatan,3,Tanggamus,1,Tanimbar,1,Tanjung agung,5,Tanjung Alai,3,Tanjung Enim,1,Tanjung Pandan,1,tanjungpinang,1,Tapanuli selatan,29,Tapsel,7,Taput,1,Tasikmalaya,20,Tebo,7,Technology,90,Teekini,1,Tegal,1,tekini,1,Temanggung,2,Tembilahan,1,Tengah,1,Ter,1,terijin,1,Terk,1,Terkait,1,Terkini,12056,Terkini Bekasi Daerah,2,Terkini Bekasi Jakarta Nasional,1,Terkini Daerah,102,terkini daerah Jakarta,5,Terkini Daerah Nasional,1,Terkini Jakarta,3,Terkini Opini,1,terkini⁴,1,Terkni,1,Tkengon,1,Toba,3,Tobadak,1,tokyo,2,Toraja,1,Tulang Bawang,7,Tulang bawang barat,1,Tulung agung,1,Tulungagung,2,Twekini,2,Waisai,13,Wajo,2,Way kanan,285,way kanan Lampung,1,Waykanan,1,Wisata,1,wonogiri,1,Wonosobo,1,Wotgalih,1,Yogyakarta,17,
ltr
item
radarjakarta.net: Alumni SMK Perikanan Dumai Ternyata Jadi Toke Ikan Internasional
Alumni SMK Perikanan Dumai Ternyata Jadi Toke Ikan Internasional
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgUAB7_nOFNQV6wiBlVMUX4eke8iSqYt7OQGG1-x1D1Bfe6lvizG3OWmRhJy0HO6HPBU0ol923mBHhYLcqAx1h-bRDnCVNVKFxA7sCw4n9rkW2HYxeHk3_evWBT2o3I3CoodAMaON5lqaYybrqqCPwrK1pPnjCzNvK4PeGdW-lCA0DHI6sEeDgd3ZDb=s320
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgUAB7_nOFNQV6wiBlVMUX4eke8iSqYt7OQGG1-x1D1Bfe6lvizG3OWmRhJy0HO6HPBU0ol923mBHhYLcqAx1h-bRDnCVNVKFxA7sCw4n9rkW2HYxeHk3_evWBT2o3I3CoodAMaON5lqaYybrqqCPwrK1pPnjCzNvK4PeGdW-lCA0DHI6sEeDgd3ZDb=s72-c
radarjakarta.net
https://www.radarjakarta.net/2022/02/alumni-smk-perikanan-dumai-ternyata.html
https://www.radarjakarta.net/
https://www.radarjakarta.net/
https://www.radarjakarta.net/2022/02/alumni-smk-perikanan-dumai-ternyata.html
true
648782575313724783
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy