TERKINI$type=one$count=3

Terkini (6148)

KONTROVERSIAL HARI RAYA VALENTINE (Pdt. Henry Dunan Sirait, SH)

Radar Jakarta.net Barangkali perlu disadari, bahwa VALENTINE DAY bukanlah hari berpacaran, bukan pula hari bagi anak-anak muda d...


Radar Jakarta.net

Barangkali perlu disadari, bahwa VALENTINE DAY bukanlah hari berpacaran, bukan pula hari bagi anak-anak muda dan remaja. Melainkan VALENTINE DAY adalah satu hari yang dirayakan (oleh sekalangan orang) sebagai hari peringatan Cinta Kasih. Hari di mana diharapkan oleh kalangan tersebut, ada satu penekanan tentang cinta dan kasih. Ada macam-macam tindakan kongkrit semisal memberikan dan menerima sesuatu, ada bunga (say with the flower), ada cokelat, ada gift dan pemberian-pemberian lainnya.


Ini tidaklah berarti bahwa satu hari itu sajalah hari cinta kasih dan hari lainnya penuh kebencian dan dendam kesumat, seperti yang seringkali dilontarkan orang-orang yang skeptis dengan nyinyiran-nyinyirannya yang tajam dan menyakiti.


Perlu kita evaluasi diri dan kita uji hati kita, dalam tindakan-tindakan kita apakah betul bahwa kita juga sudah "full kualitas" di dalam kasih dalam perbuatan-perbuatan, terlepas dari hari Valentine?


Karena ada orang-orang yang berkata, bahwa  valentine itu harinya anak muda dan hura-hura. Anak-anak muda melakukan tindakan-tindakan amoral dan berbuat dosa. 


Pertanyaannya adalah: bisakah dibuktikan, bahwa itu mutlak benar? Apakah hanya dalam hari Valentine saja orang-orang bisa berbuat dosa dan berlaku amoral? Bukankah pada masa-masa persiapan dan perayaan-perayaan hari-hari besar agamawi pun, banyak juga para remaja dan pemuda yang keluar rumah dan tak terkontrol atau belum tentu bisa dikontrol dengan baik dan benar. Sesuci apapun hari besar satu agama, kalau ada orang berniat mau berbuat dosa tetap bisa.. dan sebaliknya,  tanpa dan bukan di saat hari besar agamawi pun kalau orang mau hidup dalam kebenaran dan dalam kesucian, bisa. 


Kita tak sadar, inilah penyakit kita yang pertama, mampu mengkritisi yang lain tetapi gagal mengkritisi diri sendiri. Itulah kelemahan kita. Padahal kita tahu bahwa hari valentine bukanlah hari berhala, bukan pula harinya anak muda dan remaja, melainkan hari bagi kita semuanya, yang mengerti cinta kasih. Bukan juga hari penetapan bahwa di sana bebas berpacaran, bukan hari di mana semua yang hadir dan mengikutinya tiba-tiba jadi penuh hawa nafsu dan syahwat, sehingga berlaku tak senonoh seorang dengan yang lainnya, dan berpesta seks-ria. Bukan!


Dua puluh dua tahun sudah aku bersama-sama generasi mudaku dari tahun ke tahun berkumpul bersama-sama dalam hari raya Valentine dan menikmati hadiratNya, membawa jiwa-jiwa yang muda, yang terhilang, yang hampa kasih sayang (loveless), yang tertolak dari keluarga (unwanted), yang dibully dalam komunitasnya dan yang tak berpenghapan (hopless).... Berkumpul dan berinteraksi, ada praise and worship, ada share firman Tuhan, ada game and party, ada diskusi..... Sukacita dan kegembiraan meliputi generasiku setiap kali hal itu terjadi.


Ada yang berkata, seperti seorang Walikota di salah satu daerah Jawa Barat, bahwa hari valentine bukanlah budaya Indonesia. Apakah yang dimaksud dengan perkataan: bukanlah budaya Indonesia? Apakah betul bahwa kasih sayang bukan budaya Indonesia? Betulkah bahwa yang ada di Indonesia ini, yang sekarang ini sedang kita anut dan jalankan adalah benar-benar budaya yang murni dan asli berasal dari Indonesia? Jujurkah kita dalam berkata-kata demikian, dan mengabaikan apa yang terpampang di mata kita bahwa betapa besarnya pengaruh budaya luar dalam ke-Idonesiaan kita? Bagaimana besarnya pengaruh budaya Arab, budaya India, Eropa dan negara-negara serta peradaban lainnya, baik yang memengaruhi musik, arsitektur, sastra, kuliner, seni lainnya dan bahkan perekonomian serta teknologi......


Inilah  penyakit kita yang kedua, gampang menggampangkan setiap persoalan. Mudah menghakimi bahkan sebelum terdakwa dinyatakan bersalah...... 


Tidak sedikit yang berkata: "Masakan Mengasihi hanya di hari Valentine? Hari lain juga bisa..."


Emang bisa...! Harus..!

Hal itu sama dengan mengatakan:  "Selamat hari Ibu",  "Selamat hari Ayah", atau "Selamat hari Natal," atau hari-hari lainnya....  Padahal pemahamannya adalah, bahwa jika ada satu hari dalam penekanan perayaannya, tidak berarti bahwa hari lainnya menjadi mati makna dan kehilangan kuasa dari tindakannya. Tetap saja setiap hari adalah hari di mana kita semua harus menaruh hormat, takzim pada ayah dan Ibu kita. Bukan hanya pada satu hari itu.


Tetapi sudahlah sangat lazim, sesuai dengan yang Tuhan Yesus ajarkan, dalam perumpamaan talenta, bahwa barang siapa sedikit bekerja akan lebih banyak berbicara. Siapa yang RAJIN melakukan (bekerja), justru MALAS (sedikit) sekali berkata-kata, tetapi siapa yang MALAS bekerja (berbuat) akan sangat (RAJIN) mengkritisi. Siapa yang banyak talenta, lebih banyak menjalankannya, sementara si pemilik  satu talenta, hanya mengubur talentanya/ kemampuannya dan langsung menyerang Tuannya dengan semprotan kata-kata yang tak hormat, menyakiti dan menghina.... Kritikan demi kritikan ia lontarkan tanpa pengetahuan dan tanpa perasaan. Luarbiasa bodohnya. Alangkah sempitnya pemikirannya, tetapi dalam pandangannya sendiri, dialah orang terpintar....


Hari Valentine bukanlah satu-satunya hari di mana kita bisa melakukan cinta kasih. Ada ribuan hari di dalam hidup kita yang di mana mestinya kita bisa produktif dan mengasihi dan menyayangi. Jangan sampai alpa dan sibuk mengkritisi ini dan itu untuk satu hari, sementara kasih sayang dan cinta lupa dan terlewatkan dalam pengamalan.


Bukti kuat dari upaya sanggahan bahwa cinta kasih bukan saja pada satu hari melainkan pada semua hari adalah ini: 


1. Check lah hati dan hidup kita hari ini, adakah musuh kita meskipun hanya satu orang dengan alasan apapun? Jika ada, kita gagal dalam menerapkan kasih dalam setiap hari.


2. Masih adakah amarah dan kesumat hingga matahari terbenam? Bukankah sebelum matahari terbenam, atau sebelum ia beringsut di ufuk barat, mestinya amarahmu sudah lebih dulu surut. Jika tidak, kritikan kita tentang hari raya valentine adalah percuma.


Valentine semestinya menyentak kita semuanya, bahwa tidak ada cinta yang lebih besar dari pada cinta seorang yang mau memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya. Cinta itulah yang seyogianya menjadi spirit di dalam setiap perayaan atau peribadatan hari raya valentine.


Yesus adalah teladan satu-satunya untuk itu tidak ada yang lain..... Marilah kita teladani Dia.


Happy Valentine Day, Tuhan memberkati kita semuanya....


#CINTAMUterbaikbagiku

COMMENTS

Nama

Aceh,47,Aceh kab Simeuleu,1,Aceh Selatan,2,Aceh Singkil,6,Aceh Tamiang,42,Aceh tengah,70,Aceh tenggara,2,Aceh timur,5,Aceh Utara,3,Ambon,1,Asahan,3,Badung Barat,1,Bagan batu,1,Bagan siapi-api,1,Bagan Sinembah,3,Baharkam,3,Bali,2,Balige,3,Balikpapan,2,Banda Aceh,5,BANDAR LAMPUNG,2,bandung,65,Bandung barat,77,Bangka,10,Bangka Belitung,4,BANGKINANG,1,Banjarnegara,1,Bantaeng,10,Banten,13,Banyumas,13,banyuwangi,3,Barito Utara,1,Batam,2,Batang,71,Batu Bara,61,Batu bata,1,Batubara,231,Baturaja,1,Batusangkar,1,Bekasi,94,Bekasi Terkini,1,Bekasi Terkini Daerah,1,Belawan,3,Belopa,5,Bener meriah,1,Bener meriah,25,Bengkalis,1,Bengkulu,10,berita terkini,439,Bireuen,1,Bisnis,4,Blangkejeren,1,Blitar,2,Bnadung Barat,1,Bogor,12,Bojonegoro,1,Boyolali,1,Brebes,5,calang,1,ciamis,3,Cianjur,4,Cibinong,1,Cikampek,1,Cikarang,5,Cilegon,2,Cilengsi,1,cimahi,7,Cirebon,10,daera,1,Daerah,264,daerah Jakarta terkini,1,Daerah Terkini,177,daerah Terkini nasional,13,Dairi,1,Dangku,1,Demak,3,Denpasar,5,Depok,28,Desa Kuripan,1,Desa Ngempit,1,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,13,DPRD Kota Bekasi,13,Dumai,293,Ekonomi,84,Garut,3,Gayo Lues,6,Global,1,Gorontalo,1,Gowa,1,gresik,6,Grobogan,2,Gunung kidul,1,Gunung megang,5,Gunung Raja,2,Gunungsitoli,1,Hamparan Perak,1,Health info,1,Indramayu,3,Inhu,1,Internasional,32,jakarta,688,Jakarta Terkini daerah,3,jakrta radar jakarta.net,7,Jambi,35,Jateng,2,Jawa timur,1,Jayapura,2,Jember,2,Jembrana,1,Jeneponto,2,JEPARA,4,Jetis,2,jombang,3,Kab,1,Kab Bandung,46,Kab Bekasi,2,Kab Tangerang,1,kab. bandung,9,Kab. bekas,1,Kab. Bekasi,35,Kab. Katingan,1,Kab. Semarang,2,Kab. Way kanan,1,Kab.Aceh Tengah,1,Kab.Bandung,6,Kab.Barito Utara,1,Kab.Batang,1,Kab.Bekasi,87,Kab.Bener Meriah,1,Kab.Bogor,1,Kab.Bondowoso,1,Kab.gayo Lues,1,Kab.Jeneponto,1,Kab.Jombang,1,Kab.Kampar,3,Kab.Karawang,1,Kab.Katingan,2,Kab.Kaur,10,Kab.lahat,1,Kab.Lampung Utara,1,Kab.Lebak,2,Kab.Luwu,5,Kab.Madiun,2,Kab.Mamuju,4,Kab.Manggarai,1,Kab.Maros,1,Kab.Nganjuk,1,Kab.Ngawi,2,Kab.Pasuruan,3,Kab.Ponorogo,10,Kab.Raja Ampat,1,Kab.Serang,3,Kab.Sidoarjo,1,Kab.Simalungun,1,Kab.Sintang,1,Kab.Subang,1,Kab.Tangerang,4,Kab.Tapanuli Selatan,1,Kab.Wat kanan,1,Kab.Way kanan,34,Kaban. Bekasi,1,Kabarhakam,4,Kalideres,1,Kalimantan,5,Kalimantan tengah,333,Kalimantan timur,2,Kalteng,1,Kampar,23,karang wangi,1,Karawang,7,Karimun,1,Karo,1,Katingan,25,Katingan hilir,1,Katingan tengah,3,Kaur,14,Kebumen,1,Kec.Kuok,1,Kec.Paron,1,Kediri,1,Keerom,2,Kendal,68,klaten,1,Kota Pasuruan,1,Kota Sorong,1,Kota Tangerang,1,Kuala Kapas,1,Kuansing,1,kudus,1,Kuliner,4,Kutai Kartanegara,1,Labuan Bajo,1,Labuhan,4,Labuhan batu,7,Labuhanbatu,48,Labuhanbatu Selatan,2,Labuhanbatu Utara,6,Laguboti,1,Lahar,2,Lahat,119,lamongan,1,Lampung,24,Lampung barat,8,Lampung Selatan,3,Lampung Tengah,1,Lampung Utara,115,Langsa,1,Lebak,131,Lebak Banten,1,Lhokseumawe,1,Lhoksukon,1,lingga,1,Lingko Lolok,1,Loksumawe,2,Lombo timur,1,Lombok tengah,1,Lubai,1,Lubai ulu,1,Lubuk Linggau,2,Lumanjang,1,Lutra,2,Luwu,9,Madiun,20,Madura,1,Magelang,5,Majalengka,2,Majene,2,Makassar,82,Malaka,1,Malang,4,Maluku,11,Mamuju,107,Mamuju tengah,2,Manado,2,Manggarai,5,Manggarai Barat,1,Manggarai timur,4,Marelan,1,Maros,1,Marsandi,1,Martapura,2,mataram,1,Mateng,12,Medan,18,Medium,2,Merak,1,Merauke,1,Meulaboh,1,Minahasa,1,Mojokerto,6,Muara Enim,367,Muara Teweh,58,Muaratar,1,muaratara,6,Mukomuko,40,Muratara,372,Musi Rawas,1,Musi Rawas Utara,1,Nabire,1,Narsandi,1,Nasional,207,nasional Terkini,1,Natuna,1,News,185,news maker,10,Nganjuk,5,Ngawi,3,Ngrayun,1,Ogan Ilir,1,Oke timur,2,Oku timur,31,okutimur,1,Olahraga,1,Otomotif,53,Padang,1,Pakpak Bharat,1,Palangkaraya,4,Palembang,41,Palembayan,1,Pali,5,Palu,8,Paluta,1,Pandeglang,166,Pangkalan Babat,1,Papua,3,parepare,1,Pariwisata,5,Pasang kayu,1,Pasangkayu,94,Pasuruan,13,Pekanbaru,32,Pelelawan,1,Pemalang,5,Pematang Siantar,2,Pemkab Bekasi,16,Pemkot Bekasi,1,Pendidikan,21,Pengetahuan,1,Peristiwa,19,Pilkada,2,polewali mandar,1,Polhukam,276,politik,5,Polman,1,Ponorogo,54,Pontianak,2,Porsea,1,Pringsewu,1,probolinggo,4,Purwakarta,2,Purwokerto,1,Purworejo,1,radar jakarta.net,216,ragam,1,Raja Ampat,6,Redelong,2,regional,18,RIAU,6,Rokan hilir,4,Salatiga,1,Samosir,1,Sampit,4,Saumlaki,1,Selayar,231,Selebriti,2,Semarang,21,Serang,18,Serang Banten,1,Serdang Bedagai,1,Siantar,1,Siborong-borong,1,Sidoarjo,18,Sidoharjo,1,simalungun,19,Simeuleu,1,Sipungguk,2,Sleman,4,Solo,3,solok selatan,1,Sopeng,1,Sorong,2,Subang,11,Sukabumi,91,Sulawesi Barat,1,Sulawesi Selatan,4,Sulawesi tenggara,1,Sulsel,2,Sumatera Selatan,8,Sumatera Utara,1,Sumba barat daya,1,Sumbawa,2,Surabaya,27,Surakarta,2,Takengon,105,Talang Padang,1,Tanah Jawa,1,tangerang,11,Tangerang Selatan,2,Tanggamus,1,Tanjung agung,2,Tanjung Alai,3,tanjungpinang,1,Taput,1,Tasikmalaya,14,Technology,90,Tegal,1,Temanggung,2,Tengah,1,Terk,1,Terkait,1,Terkini,6148,Terkini Bekasi Daerah,2,Terkini Bekasi Jakarta Nasional,1,Terkini Daerah,102,terkini daerah Jakarta,5,Terkini Daerah Nasional,1,Terkini Jakarta,3,Terkini Opini,1,Tkengon,1,Tobadak,1,tokyo,2,Waisai,6,Way kanan,89,way kanan Lampung,1,wonogiri,1,Wonosobo,1,Yogyakarta,14,
ltr
item
radarjakarta.net: KONTROVERSIAL HARI RAYA VALENTINE (Pdt. Henry Dunan Sirait, SH)
KONTROVERSIAL HARI RAYA VALENTINE (Pdt. Henry Dunan Sirait, SH)
https://lh3.googleusercontent.com/-LaBQmfijaWw/YCqlZB2ZPbI/AAAAAAAAdvY/tIh7cpRj7k84Zs6WTbgMd1cpMyHZE6QcACLcBGAsYHQ/s1600/1613407579801945-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-LaBQmfijaWw/YCqlZB2ZPbI/AAAAAAAAdvY/tIh7cpRj7k84Zs6WTbgMd1cpMyHZE6QcACLcBGAsYHQ/s72-c/1613407579801945-0.png
radarjakarta.net
http://www.radarjakarta.net/2021/02/kontroversial-hari-raya-valentine-pdt.html
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/2021/02/kontroversial-hari-raya-valentine-pdt.html
true
648782575313724783
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy