TERKINI$type=one$count=3

Terkini (5783)

Profokasi Konflik SARA Di Raja Ampat, Ketua FKLMI Minta ADU Klarifikasi

Raja Ampat, Radar Jakarta.net Menyinggung perasaan umat Islam di Raja Ampat, Abraham Dimara Umpain ( ADU ) diminta klarifikasi s...

Raja Ampat, Radar Jakarta.net
Menyinggung perasaan umat Islam di Raja Ampat, Abraham Dimara Umpain ( ADU ) diminta klarifikasi statusnya di facebook, yang menyatakan umat Islam memaksakan hasrat kepada umat Kristen agar tunduk kepada mereka, status ini discreenshoot dan dibagikan melalui media sosial WA, Minggu,03 Januari 2021.

Pilkada di Raja Ampat telah berlalu pada tanggal 9 Desember 2020, namun dampak dari pesta demokrasi ini masih terasa hingga tahun baru 2021, kelompok yang kalah, masih belum mau menerima kekalahan dan diduga sedang melakukan profokasi untuk menciptakan konflik SARA di Raja Ampat.

ADU, Salah satu pentolan kelompok kotak kosong yang belum menerima kekalahan kelompoknya menulis status pada media social facebook yang terdiri dari 3 paragraf dan berdampak terhadap ketersinggungan umat Muslim di Raja Ampat.

“Di hari natal ini, sy tidak bangga ketika mereka yang beragama kristihani harus mengikuti dan mentaati hasrat mereka yang ber-agama muslim dan menyangkal akan Agamanya, kita disini tidak sedang bersengketa masalah agama, akan tetapi jikalau mereka yang menyangkal agamanya mereka bukanlah bagian dari agama sesungguhnya, 

“ Sebab Agama mengajarkan kita untuk sling menghargai  bukan mengajarkan kita karena kamu yang Kristen kalah dalam berpolitik jadi kamu harus tunduk kepada kami yang muslim;

Stop jadi bumerang akan kedua agama besar ini kalau anda merasa sebagai orang Beriman “.

Siapakah yang dimaksud oleh ADU pada pargraf pertama dengan mereka yang ber-agama Muslim yang “memaksa “ mereka yang beragama Kristihani harus  mengikuti dan mentaati hasrat mereka yang beragama muslim. Siapa pula yang menyangkal agamanya ?

Pada paragraph kedua, ADU menekankan agama mengajarkan saling menghargai bukan mengajarkan  yang Kristen kalah dalam berpolitik harus tunduk pada kami yang beragama muslim. Pada bagian ini, ADU memberi bobot pada kalah dan menang dalam berpolitik, Siapakah yang dimaksud ADU kalah dan menang dalam berpolitik dan memaksa ? Siapakah kami yang beragama Muslim dan Kristen yang harus tunduk ?

Pada paragraph ketiga, ada himbauan untuk hentikan bumerang jika anda sebagai orang beriman. Siapakah yang dimaksud menghentikan bumerang ? dan entah apa yang dimaksudkan oleh ADU dengan bumerang.  

Bumerang menurut kamus besar bahasa Indonesia ( KBBI ), sebagai kata benda, adalah senjata lempar berbentuk lengkung dari kayu yang digunakan oleh penduduk asli Australia, yang dapat kembali kepada pelemparnya jika tidak mengenai sasaran. Sebagai kata kiasan, merupakan perkataan (perbuatan, ulah, peraturan, dan sebagainya) yang dapat merugikan atau mencelakakan diri sendiri

Status ADU ini mendapat respon dari netizen di kalangan muslim. Ketua Forum Komunikasi Lembaga Masjid Indonesia (FKLMI) Raja Ampat, Fahmi Macap SE. meminta ADU untuk mengklarifikasi pernyataannya. 

 “ Yang PERLU OM KLARIFIKASI adalah TERKAIT KAMI KELUARGA UMAT ISLAM Paksakan HASRAT Kepada KELUARGA BESAR SAYA YANG KRISTIANI. Ko Pertanggung Jawabkan BAGIAN ini. Karena PROFOKASI Keadaan. “.
Muhammad Iksan Loji merespon status ADU ini dengan mempertanyakan maksud postingannya dan mengingatkan bahwa agama Islam mengajarkan saling mengasihi dan keluarga Islam Raja Ampat juga beragama Nasrani. 


 “tolong kalo berbicara jngan bawa “agama.. karena kami muslim diajarkan untuk saling mengasihi 1 sma yang lain kami…tidak pernah berfikir seperti yang anda bicarakan di atas dan ki muslim tetapi kami punya keluarga besar untuk kluarga ber agama nasrani jadi tolong klo berbicara jangan asal ngomong sperti diatas maksud kmu apa .. ??


Menurut Abdul Razak Matcao, pernyataan ADU ini sangat tidak pantas, sepertinya ada maksud lain “ kalau yg kaya begini sdh tdk betul itu. Sepertinya ada maksud lain itu, tolong disikapi baik. Sepertinya dia harus koreksi diri apa dia betul betul anak dari Raja Ampat. Kalau dia anak Raja Ampat harusnya bahasa pada statusnya itu tdk pantas dan sangat tdk pantas.

Merespon status ADU, Risman P Talafuka mengeluarkan pernyataan tegas agar ADU dibuatkan Laporan Polisi ( LP ), ADU dinilai kelewatan dan tidak menerima kekalahan di Pilkada.
“ ,,,stop sudh yoo,,,,terima kenyataan saja susah sampe,,,,bwt LP saja “

Menanggapi pernyataan ADU yang nota bene beragama Kristen, Ketua FGM GKI cabang Raja Ampat, Herman Frans, tidak sependapat dengan ADU, bahwa agama adalah masalah keyakinan dan hubungannya vertical dengan Pencipta, jangan dikait-kaitkan dengan politik.

Apalagi di Raja Ampat agama Islam dan Kristen hidup dalam serumah dan merupakan agama adat di Raja Ampat yang sudah hidup rukun dan toleran selama ratusan tahun oleh sebab itu status ADU dinilai liar dan profoktaif sehingga pemikiran seperti itu tidak boleh dibiarkan berkembang di Raja Ampat. Raja Ampat." AProfokasi Konflik SARA Di Raja Ampat, Ketua  FKLMI Minta ADU Klarifikasi 

Raja Ampat- RadarJakarta.Net. Menyinggung perasaan umat Islam di Raja Ampat, Abraham Dimara Umpain ( ADU ) diminta klarifikasi statusnya di facebook, yang menyatakan umat Islam memaksakan hasrat kepada umat Kristen agar tunduk kepada mereka, status ini discreenshoot dan dibagikan melalui media sosial WA, Minggu,03 Januari 2021.

Pilkada di Raja Ampat telah berlalu pada tanggal 9 Desember 2020, namun dampak dari pesta demokrasi ini masih terasa hingga tahun baru 2021, kelompok yang kalah, masih belum mau menerima kekalahan dan diduga sedang melakukan profokasi untuk menciptakan konflik SARA di Raja Ampat.

ADU, Salah satu pentolan kelompok kotak kosong yang belum menerima kekalahan kelompoknya menulis status pada media social facebook yang terdiri dari 3 paragraf dan berdampak terhadap ketersinggungan umat Muslim di Raja Ampat. Minggu, 03 Januari 2020: 9.49 WIT.

“Di hari natal ini, sy tidak bangga ketika mereka yang beragama kristihani harus mengikuti dan mentaati hasrat mereka yang ber-agama muslim dan menyangkal akan Agamanya, kita disini tidak sedang bersengketa masalah agama, akan tetapi jikalau mereka yang menyangkal agamanya mereka bukanlah bagian dari agama sesungguhnya, 

“ Sebab Agama mengajarkan kita untuk sling menghargai  bukan mengajarkan kita karena kamu yang Kristen kalah dalam berpolitik jadi kamu harus tunduk kepada kami yang muslim;

Stop jadi bumerang akan kedua agama besar ini kalau anda merasa sebagai orang Beriman “.

Siapakah yang dimaksud oleh ADU pada pargraf pertama dengan mereka yang ber-agama Muslim yang “memaksa “ mereka yang beragama Kristihani harus  mengikuti dan mentaati hasrat mereka yang beragama muslim. Siapa pula yang menyangkal agamanya ?

Pada paragraph kedua, ADU menekankan agama mengajarkan saling menghargai bukan mengajarkan  yang Kristen kalah dalam berpolitik harus tunduk pada kami yang beragama muslim. Pada bagian ini, ADU memberi bobot pada kalah dan menang dalam berpolitik, Siapakah yang dimaksud ADU kalah dan menang dalam berpolitik dan memaksa ? Siapakah kami yang beragama Muslim dan Kristen yang harus tunduk ?

Pada paragraph ketiga, ada himbauan untuk hentikan bumerang jika anda sebagai orang beriman. Siapakah yang dimaksud menghentikan bumerang ? dan entah apa yang dimaksudkan oleh ADU dengan bumerang.  

Bumerang menurut kamus besar bahasa Indonesia ( KBBI ), sebagai kata benda, adalah senjata lempar berbentuk lengkung dari kayu yang digunakan oleh penduduk asli Australia, yang dapat kembali kepada pelemparnya jika tidak mengenai sasaran. Sebagai kata kiasan, merupakan perkataan (perbuatan, ulah, peraturan, dan sebagainya) yang dapat merugikan atau mencelakakan diri sendiri

Status ADU ini mendapat respon dari netizen di kalangan muslim. Ketua Forum Komunikasi Lembaga Masjid Indonesia (FKLMI) Raja Ampat, Fahmi Macap SE. meminta ADU untuk mengklarifikasi pernyataannya. 

 “ Yang PERLU OM KLARIFIKASI adalah TERKAIT KAMI KELUARGA UMAT ISLAM Paksakan HASRAT Kepada KELUARGA BESAR SAYA YANG KRISTIANI. Ko Pertanggung Jawabkan BAGIAN ini. Karena PROFOKASI Keadaan. “.
Muhammad Iksan Loji merespon status ADU ini dengan mempertanyakan maksud postingannya dan mengingatkan bahwa agama Islam mengajarkan saling mengasihi dan keluarga Islam Raja Ampat juga beragama Nasrani. 


 “tolong kalo berbicara jngan bawa “agama.. karena kami muslim diajarkan untuk saling mengasihi 1 sma yang lain kami…tidak pernah berfikir seperti yang anda bicarakan di atas dan ki muslim tetapi kami punya keluarga besar untuk kluarga ber agama nasrani jadi tolong klo berbicara jangan asal ngomong sperti diatas maksud kmu apa .. ??


Menurut Abdul Razak Matcao, pernyataan ADU ini sangat tidak pantas, sepertinya ada maksud lain “ kalau yg kaya begini sdh tdk betul itu. Sepertinya ada maksud lain itu, tolong disikapi baik. Sepertinya dia harus koreksi diri apa dia betul betul anak dari Raja Ampat. Kalau dia anak Raja Ampat harusnya bahasa pada statusnya itu tdk pantas dan sangat tdk pantas.

Merespon status ADU, Risman P Talafuka mengeluarkan pernyataan tegas agar ADU dibuatkan Laporan Polisi ( LP ), ADU dinilai kelewatan dan tidak menerima kekalahan di Pilkada.
“ ,,,stop sudh yoo,,,,terima kenyataan saja susah sampe,,,,bwt LP saja “

Menanggapi pernyataan ADU yang nota bene beragama Kristen, Ketua FGM GKI cabang Raja Ampat, Herman Frans, tidak sependapat dengan ADU, bahwa agama adalah masalah keyakinan dan hubungannya vertical dengan Pencipta, jangan dikait-kaitkan dengan politik.

Apalagi di Raja Ampat agama Islam dan Kristen hidup dalam serumah dan merupakan agama adat di Raja Ampat yang sudah hidup rukun dan toleran selama ratusan tahun oleh sebab itu status ADU dinilai liar dan profoktaif sehingga pemikiran seperti itu tidak boleh dibiarkan berkembang." AU.

COMMENTS

Nama

Aceh,47,Aceh kab Simeuleu,1,Aceh Selatan,2,Aceh Singkil,6,Aceh Tamiang,42,Aceh tengah,62,Aceh tenggara,2,Aceh timur,5,Aceh Utara,3,Ambon,1,Asahan,3,Badung Barat,1,Bagan batu,1,Bagan siapi-api,1,Bagan Sinembah,3,Baharkam,3,Bali,2,Balige,3,Balikpapan,2,Banda Aceh,5,BANDAR LAMPUNG,2,bandung,64,Bandung barat,76,Bangka,9,Bangka Belitung,4,BANGKINANG,1,Banjarnegara,1,Bantaeng,6,Banten,12,Banyumas,12,banyuwangi,3,Barito Utara,1,Batam,1,Batang,71,Batu Bara,61,Batu bata,1,Batubara,213,Baturaja,1,Batusangkar,1,Bekasi,94,Bekasi Terkini,1,Bekasi Terkini Daerah,1,Belawan,3,Belopa,5,Bener meriah,1,Bener meriah,25,Bengkalis,1,Bengkulu,10,berita terkini,439,Bisnis,4,Blangkejeren,1,Blitar,1,Bnadung Barat,1,Bogor,12,Bojonegoro,1,Boyolali,1,Brebes,4,calang,1,ciamis,3,Cianjur,4,Cibinong,1,Cikampek,1,Cikarang,5,Cilegon,2,Cilengsi,1,cimahi,7,Cirebon,10,Daerah,179,Daerah Terkini,14,Dairi,1,Dangku,1,Demak,3,Denpasar,5,Depok,28,Desa Kuripan,1,Desa Ngempit,1,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,13,DPRD Kota Bekasi,13,Dumai,274,Ekonomi,84,Garut,3,Gayo Lues,5,Global,1,Gorontalo,1,Gowa,1,gresik,6,Grobogan,1,Gunung kidul,1,Gunung megang,5,Gunung Raja,2,Gunungsitoli,1,Hamparan Perak,1,Health info,1,Indramayu,3,Inhu,1,Internasional,29,jakarta,662,Jakarta Terkini daerah,2,jakrta radar jakarta.net,7,Jambi,35,Jateng,2,Jawa timur,1,Jayapura,2,Jember,2,Jembrana,1,Jeneponto,2,JEPARA,4,Jetis,2,jombang,3,Kab,1,Kab Bandung,46,Kab Bekasi,2,Kab Tangerang,1,kab. bandung,9,Kab. bekas,1,Kab. Bekasi,35,Kab. Katingan,1,Kab. Semarang,2,Kab. Way kanan,1,Kab.Aceh Tengah,1,Kab.Bandung,6,Kab.Barito Utara,1,Kab.Batang,1,Kab.Bekasi,87,Kab.Bener Meriah,1,Kab.Bogor,1,Kab.Bondowoso,1,Kab.gayo Lues,1,Kab.Jeneponto,1,Kab.Jombang,1,Kab.Kampar,3,Kab.Karawang,1,Kab.Katingan,2,Kab.Kaur,10,Kab.lahat,1,Kab.Lampung Utara,1,Kab.Lebak,2,Kab.Luwu,5,Kab.Madiun,2,Kab.Mamuju,4,Kab.Manggarai,1,Kab.Maros,1,Kab.Nganjuk,1,Kab.Ngawi,2,Kab.Pasuruan,3,Kab.Ponorogo,10,Kab.Raja Ampat,1,Kab.Serang,3,Kab.Sidoarjo,1,Kab.Simalungun,1,Kab.Subang,1,Kab.Tangerang,4,Kab.Tapanuli Selatan,1,Kab.Wat kanan,1,Kab.Way kanan,34,Kaban. Bekasi,1,Kabarhakam,4,Kalideres,1,Kalimantan,5,Kalimantan tengah,308,Kalimantan timur,2,Kalteng,1,Kampar,23,karang wangi,1,Karawang,7,Karimun,1,Karo,1,Katingan,25,Katingan hilir,1,Katingan tengah,3,Kaur,14,Kebumen,1,Kec.Kuok,1,Kec.Paron,1,Kediri,1,Keerom,2,Kendal,68,klaten,1,Kota Pasuruan,1,Kota Sorong,1,Kota Tangerang,1,Kuala Kapas,1,Kuansing,1,kudus,1,Kuliner,4,Kutai Kartanegara,1,Labuan Bajo,1,Labuhan,4,Labuhan batu,7,Labuhanbatu,48,Labuhanbatu Selatan,2,Labuhanbatu Utara,6,Laguboti,1,Lahar,2,Lahat,109,lamongan,1,Lampung,18,Lampung barat,8,Lampung Selatan,3,Lampung Tengah,1,Lampung Utara,115,Langsa,1,Lebak,127,Lebak Banten,1,Lhokseumawe,1,Lhoksukon,1,lingga,1,Lingko Lolok,1,Loksumawe,2,Lombo timur,1,Lubai,1,Lubai ulu,1,Lubuk Linggau,2,Lumanjang,1,Lutra,2,Luwu,9,Madiun,20,Madura,1,Magelang,5,Majalengka,2,Majene,2,Makassar,80,Malaka,1,Malang,4,Maluku,11,Mamuju,87,Mamuju tengah,2,Manado,2,Manggarai,5,Manggarai Barat,1,Manggarai timur,4,Marelan,1,Maros,1,Marsandi,1,Martapura,2,mataram,1,Mateng,12,Medan,17,Medium,2,Merak,1,Merauke,1,Meulaboh,1,Minahasa,1,Mojokerto,6,Muara Enim,342,Muara Teweh,58,Muaratar,1,muaratara,5,Mukomuko,40,Muratara,352,Musi Rawas,1,Musi Rawas Utara,1,Nabire,1,Narsandi,1,Nasional,204,Natuna,1,News,185,news maker,10,Nganjuk,4,Ngawi,3,Ngrayun,1,Ogan Ilir,1,Oke timur,2,Oku timur,31,okutimur,1,Olahraga,1,Otomotif,53,Padang,1,Pakpak Bharat,1,Palangkaraya,4,Palembang,38,Palembayan,1,Pali,5,Palu,8,Paluta,1,Pandeglang,148,Pangkalan Babat,1,Papua,3,parepare,1,Pariwisata,5,Pasang kayu,1,Pasangkayu,94,Pasuruan,13,Pekanbaru,32,Pelelawan,1,Pemalang,4,Pematang Siantar,2,Pemkab Bekasi,16,Pemkot Bekasi,1,Pendidikan,21,Pengetahuan,1,Peristiwa,19,Pilkada,2,polewali mandar,1,Polhukam,276,politik,4,Polman,1,Ponorogo,54,Pontianak,2,Porsea,1,Pringsewu,1,probolinggo,4,Purwakarta,2,Purwokerto,1,Purworejo,1,radar jakarta.net,216,ragam,1,Raja Ampat,6,Redelong,2,regional,18,RIAU,6,Rokan hilir,3,Salatiga,1,Samosir,1,Sampit,4,Saumlaki,1,Selayar,220,Selebriti,2,Semarang,20,Serang,16,Serang Banten,1,Serdang Bedagai,1,Siantar,1,Siborong-borong,1,Sidoarjo,18,Sidoharjo,1,simalungun,13,Simeuleu,1,Sipungguk,2,Sleman,4,Solo,3,solok selatan,1,Sopeng,1,Sorong,2,Subang,11,Sukabumi,89,Sulawesi Barat,1,Sulawesi Selatan,4,Sulawesi tenggara,1,Sulsel,2,Sumatera Selatan,7,Sumatera Utara,1,Sumba barat daya,1,Sumbawa,2,Surabaya,27,Surakarta,2,Takengon,95,Talang Padang,1,Tanah Jawa,1,tangerang,11,Tangerang Selatan,2,Tanggamus,1,Tanjung agung,1,Tanjung Alai,3,tanjungpinang,1,Taput,1,Tasikmalaya,13,Technology,90,Tegal,1,Temanggung,2,Tengah,1,Terk,1,Terkait,1,Terkini,5783,Terkini Bekasi Daerah,2,Terkini Bekasi Jakarta Nasional,1,Terkini Daerah,102,terkini daerah Jakarta,5,Terkini Daerah Nasional,1,Terkini Jakarta,3,Terkini Opini,1,Tkengon,1,Tobadak,1,tokyo,2,Waisai,6,Way kanan,71,way kanan Lampung,1,wonogiri,1,Wonosobo,1,Yogyakarta,14,
ltr
item
radarjakarta.net: Profokasi Konflik SARA Di Raja Ampat, Ketua FKLMI Minta ADU Klarifikasi
Profokasi Konflik SARA Di Raja Ampat, Ketua FKLMI Minta ADU Klarifikasi
https://lh3.googleusercontent.com/--1P7dVw48go/X_Wd8ADnNgI/AAAAAAAAa1k/pQAFWz09ZA8vz58j-KqqjWan_-kW5lTiQCLcBGAsYHQ/s1600/1609932270047114-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/--1P7dVw48go/X_Wd8ADnNgI/AAAAAAAAa1k/pQAFWz09ZA8vz58j-KqqjWan_-kW5lTiQCLcBGAsYHQ/s72-c/1609932270047114-0.png
radarjakarta.net
http://www.radarjakarta.net/2021/01/profokasi-konflik-sara-di-raja-ampat.html
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/2021/01/profokasi-konflik-sara-di-raja-ampat.html
true
648782575313724783
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy