TERKINI$type=one$count=3

Terkini (5802)

SIMPULAN DISKUSI KOMUNITAS WARTAWAN POLITIK SULSEL BERSAMA EMPAT PENGAMAT POLITIK TERKAIT PRAKTIK POLITIK DINASTI DI PILKADA UTAMANYA PADA KASUS PILKADA PASANGKAYU

Makassar, Radar Jakarta.net Politik Dinasti di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) memiliki daya rusak yang besar terhadap semanga...

Makassar, Radar Jakarta.net
Politik Dinasti di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) memiliki daya rusak yang besar terhadap semangat good governance ( tata pemerintahan yang baik/bersih atau menyelenggarakan manajemen yang solid dan bertanggungjawab) karena cenderung koruptif.

Itulah simpulan dari diskusi Komunitas Wartawan Politik Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama empat pengamat politik terkait praktik politik dinasti di pilkada, utamanya pada kasus Pilkada Pasangkayu. Demikian dilansir media online journalist (03/11/2020) lalu.

Seperti diketahui bupati petahana Pasangkayu, Ir. Agus Ambo Djiwa, MP mendorong kakak kandung dan isterinya sendiri untuk maju berpasangan di Pilkada Pasangkayu 9 Desember 2020. Pasangan iparan berakronim YES (Yaumil Ambo Djiwa-Herny Agus) ini bersaing dengan dua pasangan lainnya. Yakni, Drs.H.Muhammad Saal-Musawir Azis Isham, SH, M.Si, Ir.Abdullah Rasyid, MM-Muh.Yusri Nur, ST.

"Politik oligarki ujugnya pasti korupsi. Tidak ada kekuasaan yang melibatkan anggota keluarga yang ujungnya bukan korupsi. Karenanya, politik dinasti ujungnya pasti korupsi," kata pengamat politik dari Universitas Bosowa (Unibos) Dr.Arief Wicaksono, Selasa 3 November 2020 lalu.

Menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unibos ini, ketika oligarki mewujud di pilkada, tujuan utamanya adalah penguasaan sumber daya. Sebab, sumber daya apapun bentuknya sangat dibutuhkan dalam menjalankan strategi politik.
"Saran saya jika masyarakat Pasangkayu ingin melihat kepemimpinan daerah menjadi lebih sehat, maka harus ada kesadaran bahwa politik dinasti tidak baik bagi demokrasi, bagi pembangunan daerah, dan bagi kesejahteraan masyarakat. Harus ada kelompok masyarakat yang concern memberikan edukasi kepada publik Pasangkayu," terang Arief.

Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin Dr.Hidayat Muallim sependapat. Menurutnya, politik dinasti kontraproduktif terhadap semangat demokrasi yang sehat. "Pilkada bukannya mengurangi oligarki politik, malah memperkuat politik dinasti. Padahal secara prinsip substansi demokrasi, politik dinasti cenderung kontraproduktif karena sarat KKN (korupsi, kolusi, nepotisme)," tegas Hidayat.

Hidayat mengutip hasil survei PT.Pedoman Suara Indonesia (PSI) mengenai persepsi masyarakat Pasangkayu terhadap politik dinasti pada awal Oktober 2020 lalu.
Berdasarkan survei itu, 59,3 persen masyarakat Kabupaten Pasangkayu tidak setuju dengan praktik politik dinasti yang dilakukan petahana bupati Agus Ambo Djiwa. Hanya 20,4 persen yang setuju dengan politik dinasti klan Ambo Djiwa. Dan, 2,5 persen yang ragu-ragu antara setuju dan tidak."Hasil survei membuktikan bahwa di daerah perbatasan Kabupaten Pasangkayu sekalipun, terjadi keresahan masyarakat terhadap politik dinasti," tandasnya.(sumber: media online djournalist)

Reporter : Andi Abdul Razak B.Wahiduddin.

COMMENTS

Nama

Aceh,47,Aceh kab Simeuleu,1,Aceh Selatan,2,Aceh Singkil,6,Aceh Tamiang,42,Aceh tengah,62,Aceh tenggara,2,Aceh timur,5,Aceh Utara,3,Ambon,1,Asahan,3,Badung Barat,1,Bagan batu,1,Bagan siapi-api,1,Bagan Sinembah,3,Baharkam,3,Bali,2,Balige,3,Balikpapan,2,Banda Aceh,5,BANDAR LAMPUNG,2,bandung,64,Bandung barat,76,Bangka,9,Bangka Belitung,4,BANGKINANG,1,Banjarnegara,1,Bantaeng,7,Banten,13,Banyumas,12,banyuwangi,3,Barito Utara,1,Batam,1,Batang,71,Batu Bara,61,Batu bata,1,Batubara,214,Baturaja,1,Batusangkar,1,Bekasi,94,Bekasi Terkini,1,Bekasi Terkini Daerah,1,Belawan,3,Belopa,5,Bener meriah,1,Bener meriah,25,Bengkalis,1,Bengkulu,10,berita terkini,439,Bisnis,4,Blangkejeren,1,Blitar,1,Bnadung Barat,1,Bogor,12,Bojonegoro,1,Boyolali,1,Brebes,4,calang,1,ciamis,3,Cianjur,4,Cibinong,1,Cikampek,1,Cikarang,5,Cilegon,2,Cilengsi,1,cimahi,7,Cirebon,10,Daerah,182,Daerah Terkini,14,Dairi,1,Dangku,1,Demak,3,Denpasar,5,Depok,28,Desa Kuripan,1,Desa Ngempit,1,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,13,DPRD Kota Bekasi,13,Dumai,274,Ekonomi,84,Garut,3,Gayo Lues,5,Global,1,Gorontalo,1,Gowa,1,gresik,6,Grobogan,1,Gunung kidul,1,Gunung megang,5,Gunung Raja,2,Gunungsitoli,1,Hamparan Perak,1,Health info,1,Indramayu,3,Inhu,1,Internasional,29,jakarta,663,Jakarta Terkini daerah,2,jakrta radar jakarta.net,7,Jambi,35,Jateng,2,Jawa timur,1,Jayapura,2,Jember,2,Jembrana,1,Jeneponto,2,JEPARA,4,Jetis,2,jombang,3,Kab,1,Kab Bandung,46,Kab Bekasi,2,Kab Tangerang,1,kab. bandung,9,Kab. bekas,1,Kab. Bekasi,35,Kab. Katingan,1,Kab. Semarang,2,Kab. Way kanan,1,Kab.Aceh Tengah,1,Kab.Bandung,6,Kab.Barito Utara,1,Kab.Batang,1,Kab.Bekasi,87,Kab.Bener Meriah,1,Kab.Bogor,1,Kab.Bondowoso,1,Kab.gayo Lues,1,Kab.Jeneponto,1,Kab.Jombang,1,Kab.Kampar,3,Kab.Karawang,1,Kab.Katingan,2,Kab.Kaur,10,Kab.lahat,1,Kab.Lampung Utara,1,Kab.Lebak,2,Kab.Luwu,5,Kab.Madiun,2,Kab.Mamuju,4,Kab.Manggarai,1,Kab.Maros,1,Kab.Nganjuk,1,Kab.Ngawi,2,Kab.Pasuruan,3,Kab.Ponorogo,10,Kab.Raja Ampat,1,Kab.Serang,3,Kab.Sidoarjo,1,Kab.Simalungun,1,Kab.Subang,1,Kab.Tangerang,4,Kab.Tapanuli Selatan,1,Kab.Wat kanan,1,Kab.Way kanan,34,Kaban. Bekasi,1,Kabarhakam,4,Kalideres,1,Kalimantan,5,Kalimantan tengah,310,Kalimantan timur,2,Kalteng,1,Kampar,23,karang wangi,1,Karawang,7,Karimun,1,Karo,1,Katingan,25,Katingan hilir,1,Katingan tengah,3,Kaur,14,Kebumen,1,Kec.Kuok,1,Kec.Paron,1,Kediri,1,Keerom,2,Kendal,68,klaten,1,Kota Pasuruan,1,Kota Sorong,1,Kota Tangerang,1,Kuala Kapas,1,Kuansing,1,kudus,1,Kuliner,4,Kutai Kartanegara,1,Labuan Bajo,1,Labuhan,4,Labuhan batu,7,Labuhanbatu,48,Labuhanbatu Selatan,2,Labuhanbatu Utara,6,Laguboti,1,Lahar,2,Lahat,109,lamongan,1,Lampung,18,Lampung barat,8,Lampung Selatan,3,Lampung Tengah,1,Lampung Utara,115,Langsa,1,Lebak,127,Lebak Banten,1,Lhokseumawe,1,Lhoksukon,1,lingga,1,Lingko Lolok,1,Loksumawe,2,Lombo timur,1,Lombok tengah,1,Lubai,1,Lubai ulu,1,Lubuk Linggau,2,Lumanjang,1,Lutra,2,Luwu,9,Madiun,20,Madura,1,Magelang,5,Majalengka,2,Majene,2,Makassar,80,Malaka,1,Malang,4,Maluku,11,Mamuju,88,Mamuju tengah,2,Manado,2,Manggarai,5,Manggarai Barat,1,Manggarai timur,4,Marelan,1,Maros,1,Marsandi,1,Martapura,2,mataram,1,Mateng,12,Medan,17,Medium,2,Merak,1,Merauke,1,Meulaboh,1,Minahasa,1,Mojokerto,6,Muara Enim,342,Muara Teweh,58,Muaratar,1,muaratara,5,Mukomuko,40,Muratara,352,Musi Rawas,1,Musi Rawas Utara,1,Nabire,1,Narsandi,1,Nasional,204,Natuna,1,News,185,news maker,10,Nganjuk,5,Ngawi,3,Ngrayun,1,Ogan Ilir,1,Oke timur,2,Oku timur,31,okutimur,1,Olahraga,1,Otomotif,53,Padang,1,Pakpak Bharat,1,Palangkaraya,4,Palembang,38,Palembayan,1,Pali,5,Palu,8,Paluta,1,Pandeglang,152,Pangkalan Babat,1,Papua,3,parepare,1,Pariwisata,5,Pasang kayu,1,Pasangkayu,94,Pasuruan,13,Pekanbaru,32,Pelelawan,1,Pemalang,4,Pematang Siantar,2,Pemkab Bekasi,16,Pemkot Bekasi,1,Pendidikan,21,Pengetahuan,1,Peristiwa,19,Pilkada,2,polewali mandar,1,Polhukam,276,politik,4,Polman,1,Ponorogo,54,Pontianak,2,Porsea,1,Pringsewu,1,probolinggo,4,Purwakarta,2,Purwokerto,1,Purworejo,1,radar jakarta.net,216,ragam,1,Raja Ampat,6,Redelong,2,regional,18,RIAU,6,Rokan hilir,3,Salatiga,1,Samosir,1,Sampit,4,Saumlaki,1,Selayar,221,Selebriti,2,Semarang,20,Serang,17,Serang Banten,1,Serdang Bedagai,1,Siantar,1,Siborong-borong,1,Sidoarjo,18,Sidoharjo,1,simalungun,13,Simeuleu,1,Sipungguk,2,Sleman,4,Solo,3,solok selatan,1,Sopeng,1,Sorong,2,Subang,11,Sukabumi,89,Sulawesi Barat,1,Sulawesi Selatan,4,Sulawesi tenggara,1,Sulsel,2,Sumatera Selatan,7,Sumatera Utara,1,Sumba barat daya,1,Sumbawa,2,Surabaya,27,Surakarta,2,Takengon,95,Talang Padang,1,Tanah Jawa,1,tangerang,11,Tangerang Selatan,2,Tanggamus,1,Tanjung agung,1,Tanjung Alai,3,tanjungpinang,1,Taput,1,Tasikmalaya,13,Technology,90,Tegal,1,Temanggung,2,Tengah,1,Terk,1,Terkait,1,Terkini,5802,Terkini Bekasi Daerah,2,Terkini Bekasi Jakarta Nasional,1,Terkini Daerah,102,terkini daerah Jakarta,5,Terkini Daerah Nasional,1,Terkini Jakarta,3,Terkini Opini,1,Tkengon,1,Tobadak,1,tokyo,2,Waisai,6,Way kanan,72,way kanan Lampung,1,wonogiri,1,Wonosobo,1,Yogyakarta,14,
ltr
item
radarjakarta.net: SIMPULAN DISKUSI KOMUNITAS WARTAWAN POLITIK SULSEL BERSAMA EMPAT PENGAMAT POLITIK TERKAIT PRAKTIK POLITIK DINASTI DI PILKADA UTAMANYA PADA KASUS PILKADA PASANGKAYU
SIMPULAN DISKUSI KOMUNITAS WARTAWAN POLITIK SULSEL BERSAMA EMPAT PENGAMAT POLITIK TERKAIT PRAKTIK POLITIK DINASTI DI PILKADA UTAMANYA PADA KASUS PILKADA PASANGKAYU
https://lh3.googleusercontent.com/-mXE3VmdZ3dM/X6tFxphQJcI/AAAAAAAAUQc/LhA-h9-X6CId_BsVqBBfrdoghdH2sQenwCLcBGAsYHQ/s1600/1605060035912755-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-mXE3VmdZ3dM/X6tFxphQJcI/AAAAAAAAUQc/LhA-h9-X6CId_BsVqBBfrdoghdH2sQenwCLcBGAsYHQ/s72-c/1605060035912755-0.png
radarjakarta.net
http://www.radarjakarta.net/2020/11/simpulan-diskusi-komunitas-wartawan.html
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/2020/11/simpulan-diskusi-komunitas-wartawan.html
true
648782575313724783
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy