TERKINI$type=one$count=3

Terkini (5089)

Pengusaha Tidak Bayar Pajak, Alumni Lemhannas: Mereka Koruptor

JAKARTA, RADARJAKARTA.NET Ramainya pemberitaan terkait Komisaris Utama (Komut) PT. Kahayan Karyacon (PT. KK), Mimiyetty Layani, ...

JAKARTA, RADARJAKARTA.NET
Ramainya pemberitaan terkait Komisaris Utama (Komut) PT. Kahayan Karyacon (PT. KK), Mimiyetty Layani, diduga tidak membayar pajak dalam kedudukannya sebagai pengusaha, kategori Pengusaha Kena Pajak (PKP), menarik perhatian banyak pihak. 

Berdasar informasi dihimpun media, dugaan pengemplangan pajak dilakukan sang Komut PT. KK, merupakan istri dari pemilik usaha kopi Kapal Api, Soedomo Mergonoto, telah dilapor Lembaga Swadaya Masyarakat Team Operasional Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia (LSM Topan-RI) ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Republik Indonesia.

Dari penelusuran Topan RI, diketahui bahwa Komut Mimiyetty bahkan tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 

Komisaris PT. KK lainnya, Christeven Mergonoto, yang merupakan anak dari Mimiyetty, walaupun memiliki NPWP, tapi diduga kuat juga tidak melaporkan pajaknya ke negara melalui kantor pajak. 

Direktur Utama PT. KK, Ery Biyaya, ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa komisaris utama perusahaan yang dipimpinannya selama lebih dari 5 tahun, selama ini tidak pernah melaporkan diri sebagai PKP, terkait dengan kepemilikan PT. KK yang beralamat di Cikande, Serang, Banten.

Atas perilaku mengemplangan pajak itulah, akhirnya LSM Topan RI melaporkan kedua komisaris utama PT. KK ke pihak berwajib. 

Menurut informasi lainnya, beberapa elemen masyarakat juga akan melaporkan hal yang sama, baik terhadap pengusaha Komut PT. KK, maupun pengusaha pengemplang pajak lainnya.

Merespon fenomena tersebut, Wilson Lalengke yang pernah melontarkan pernyataannya bahwa "pengusaha yang tidak bayar pajak tidak memiliki nasionalisme", beberapa waktu lalu, menyatakan sangat prihatin dengan mentalitas oknum pengusaha seperti tersebut. 

"Ini salah satu modus jahat yang sering dilakukan pengusaha dimana-mana. Kita sangat prihatin dengan rendahnya moralitas oknum-oknum pengusaha seperti mereka,” kata Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Lebih jauh, menurut Wilson, perilaku menggelapkan pajak para pengusaha, seperti didugakan atas Komut PT. KK, Mimiyetty Layani dan kawan-kawannya, masuk kategori korupsi. 
"Penggelapan pajak dapat dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi atau Tipikor, sebagaimana tertuang dalam pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” jelas Wilson yang telah melatih ribuan anggota TNI, Polri, Mahasiswa, LSM, PNS, dan wartawan di bidang jurnalistik itu.

Wilson selanjutnya membeberkan secara lengkap bunyi pasal-pasal yang dapat digunakan untuk menjerat para pengemplang pajak, yang seharusnya menjadi milik negara. 

Berikut adalah kedua pasal yang dikutip dari UU Tipikor dimaksud.

“Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun paling lama 20 (duapuluh) tahun, dan denda paling sedikit dua ratus juta rupiah dan paling banyak satu milyar rupiah", bunyi pasal 2 UU no 31 tahun 1999.

“Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (duapuluh) tahun dan atau denda paling sedikit limapuluh juta rupiah dan paling banyak satu milyar rupiah", bunyi pasal 3 UU no 31 tahun1999.

Kemudian, Wilson mengutip pakar hukum, Firman Wijaya, yang menguraikan tentang unsur-unsur delik korupsi yang terdapat dalam pasal 2 UU PTPK tersebut. 

"Berdasarkan pendapat Firman Wijaya, sudah sangat gamblang, terang-benderang, bahwa pelaku penggelapan pajak adalah koruptor. Unsur-unsurnya terpenuhi, yakni (1) unsur setiap orang; (2) unsur secara melawa

COMMENTS

Nama

Aceh,45,Aceh kab Simeuleu,1,Aceh Selatan,2,Aceh Singkil,6,Aceh Tamiang,42,Aceh tengah,49,Aceh tenggara,2,Aceh timur,5,Aceh Utara,3,Ambon,1,Asahan,2,Badung Barat,1,Bagan Sinembah,1,Baharkam,3,Bali,1,Balige,2,Balikpapan,2,Banda Aceh,5,BANDAR LAMPUNG,2,bandung,60,Bandung barat,75,Bangka,9,Bangka Belitung,4,BANGKINANG,1,Banjarnegara,1,Bantaeng,6,Banten,11,Banyumas,7,banyuwangi,3,Barito Utara,1,Batam,1,Batang,71,Batu Bara,61,Batu bata,1,Batubara,150,Batusangkar,1,Bekasi,89,Bekasi Terkini,1,Belawan,2,Belopa,5,Bener meriah,1,Bener meriah,25,Bengkulu,3,berita terkini,439,Bisnis,4,Blangkejeren,1,Blitar,1,Bnadung Barat,1,Bogor,12,Bojonegoro,1,Boyolali,1,Brebes,3,calang,1,ciamis,2,Cianjur,4,Cibinong,1,Cikarang,5,Cilegon,2,Cilengsi,1,cimahi,7,Cirebon,10,Daerah,177,Daerah Terkini,7,Dairi,1,Dangku,1,Demak,3,Denpasar,5,Depok,28,Desa Kuripan,1,Desa Ngempit,1,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,13,DPRD Kota Bekasi,13,Dumai,209,Ekonomi,84,Garut,3,Gayo Lues,4,Global,1,Gorontalo,1,Gowa,1,gresik,6,Grobogan,1,Gunung kidul,1,Gunung megang,2,Gunungsitoli,1,Hamparan Perak,1,Health info,1,Indramayu,3,Inhu,1,Internasional,29,jakarta,638,Jakarta Terkini daerah,1,jakrta radar jakarta.net,7,Jambi,35,Jateng,2,Jawa timur,1,Jayapura,2,Jember,2,Jembrana,1,Jeneponto,2,JEPARA,4,Jetis,2,jombang,3,Kab,1,Kab Bandung,46,Kab Bekasi,2,Kab Tangerang,1,kab. bandung,9,Kab. bekas,1,Kab. Bekasi,35,Kab. Katingan,1,Kab. Semarang,2,Kab. Way kanan,1,Kab.Aceh Tengah,1,Kab.Bandung,3,Kab.Barito Utara,1,Kab.Batang,1,Kab.Bekasi,87,Kab.Bener Meriah,1,Kab.Bogor,1,Kab.Bondowoso,1,Kab.gayo Lues,1,Kab.Jeneponto,1,Kab.Jombang,1,Kab.Kampar,3,Kab.Karawang,1,Kab.Katingan,2,Kab.Kaur,10,Kab.lahat,1,Kab.Lampung Utara,1,Kab.Lebak,2,Kab.Luwu,5,Kab.Madiun,2,Kab.Mamuju,4,Kab.Manggarai,1,Kab.Maros,1,Kab.Nganjuk,1,Kab.Ngawi,2,Kab.Pasuruan,3,Kab.Ponorogo,10,Kab.Raja Ampat,1,Kab.Serang,3,Kab.Sidoarjo,1,Kab.Subang,1,Kab.Tangerang,4,Kab.Tapanuli Selatan,1,Kab.Wat kanan,1,Kab.Way kanan,34,Kaban. Bekasi,1,Kabarhakam,4,Kalideres,1,Kalimantan,5,Kalimantan tengah,280,Kalimantan timur,2,Kalteng,1,Kampar,23,karang wangi,1,Karawang,7,Karimun,1,Karo,1,Katingan,25,Katingan hilir,1,Katingan tengah,3,Kaur,14,Kebumen,1,Kec.Kuok,1,Kec.Paron,1,Kediri,1,Keerom,2,Kendal,68,klaten,1,Kota Pasuruan,1,Kota Sorong,1,Kota Tangerang,1,Kuala Kapas,1,Kuansing,1,kudus,1,Kuliner,4,Kutai Kartanegara,1,Labuan Bajo,1,Labuhan,4,Labuhan batu,7,Labuhanbatu,48,Labuhanbatu Selatan,2,Labuhanbatu Utara,6,Lahar,2,Lahat,75,lamongan,1,Lampung,9,Lampung barat,8,Lampung Selatan,3,Lampung Tengah,1,Lampung Utara,112,Langsa,1,Lebak,108,Lebak Banten,1,Lhokseumawe,1,Lhoksukon,1,lingga,1,Lingko Lolok,1,Loksumawe,2,Lombo timur,1,Lubuk Linggau,2,Lumanjang,1,Lutra,1,Luwu,9,Madiun,20,Magelang,5,Majalengka,2,Majene,1,Makassar,80,Malaka,1,Malang,4,Maluku,11,Mamuju,60,Mamuju tengah,2,Manado,2,Manggarai,5,Manggarai Barat,1,Manggarai timur,4,Marelan,1,Maros,1,Marsandi,1,Martapura,2,mataram,1,Mateng,8,Medan,12,Medium,2,Merak,1,Merauke,1,Meulaboh,1,Minahasa,1,Mojokerto,6,Muara Enim,279,Muara Teweh,43,muaratara,5,Mukomuko,40,Muratara,309,Musi Rawas,1,Musi Rawas Utara,1,Nabire,1,Narsandi,1,Nasional,204,Natuna,1,News,185,news maker,10,Nganjuk,3,Ngawi,3,Ngrayun,1,Ogan Ilir,1,Oke timur,2,Oku timur,31,okutimur,1,Olahraga,1,Otomotif,53,Padang,1,Pakpak Bharat,1,Palangkaraya,3,Palembang,33,Palembayan,1,Pali,5,Palu,8,Paluta,1,Pandeglang,133,Papua,3,parepare,1,Pariwisata,5,Pasang kayu,1,Pasangkayu,84,Pasuruan,13,Pekanbaru,27,Pelelawan,1,Pemalang,3,Pematang Siantar,2,Pemkab Bekasi,16,Pemkot Bekasi,1,Pendidikan,21,Pengetahuan,1,Peristiwa,19,Pilkada,2,polewali mandar,1,Polhukam,276,politik,4,Ponorogo,54,Pontianak,2,Pringsewu,1,probolinggo,4,Purwakarta,2,Purwokerto,1,Purworejo,1,radar jakarta.net,216,ragam,1,Raja Ampat,5,Redelong,2,regional,18,RIAU,6,Rokan hilir,1,Salatiga,1,Samosir,1,Sampit,4,Saumlaki,1,Selayar,176,Selebriti,2,Semarang,20,Serang,13,Serang Banten,1,Serdang Bedagai,1,Siantar,1,Siborong-borong,1,Sidoarjo,18,Sidoharjo,1,simalungun,12,Simeuleu,1,Sipungguk,2,Sleman,4,Solo,3,solok selatan,1,Sopeng,1,Sorong,2,Subang,11,Sukabumi,6,Sulawesi Barat,1,Sulawesi Selatan,4,Sulawesi tenggara,1,Sulsel,2,Sumatera Selatan,7,Sumatera Utara,1,Sumba barat daya,1,Sumbawa,2,Surabaya,26,Surakarta,2,Takengon,85,Talang Padang,1,Tanah Jawa,1,tangerang,11,Tangerang Selatan,2,Tanggamus,1,Tanjung agung,1,Tanjung Alai,3,tanjungpinang,1,Taput,1,Tasikmalaya,10,Technology,90,Tegal,1,Temanggung,2,Tengah,1,Terk,1,Terkait,1,Terkini,5089,Terkini Bekasi Jakarta Nasional,1,Terkini Daerah,17,terkini daerah Jakarta,1,Terkini Daerah Nasional,1,Terkini Jakarta,2,Tkengon,1,Tobadak,1,tokyo,2,Waisai,6,Way kanan,40,way kanan Lampung,1,wonogiri,1,Wonosobo,1,Yogyakarta,14,
ltr
item
radarjakarta.net: Pengusaha Tidak Bayar Pajak, Alumni Lemhannas: Mereka Koruptor
Pengusaha Tidak Bayar Pajak, Alumni Lemhannas: Mereka Koruptor
https://lh3.googleusercontent.com/-LvMKEddhIzs/X6WFTgh4b0I/AAAAAAAAT8I/r_LFkmpXNUwsFhj1haJQMBJfb134mz5ZwCLcBGAsYHQ/s1600/1604683080437470-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-LvMKEddhIzs/X6WFTgh4b0I/AAAAAAAAT8I/r_LFkmpXNUwsFhj1haJQMBJfb134mz5ZwCLcBGAsYHQ/s72-c/1604683080437470-0.png
radarjakarta.net
http://www.radarjakarta.net/2020/11/pengusaha-tidak-bayar-pajak-alumni.html
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/2020/11/pengusaha-tidak-bayar-pajak-alumni.html
true
648782575313724783
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy