TERKINI$type=one$count=3

Terkini (5001)

Di Nilai Buruk Sistem, Aktivis LSM ALASKA: Masalah Pendidikan Numpuk, Nadiem Gagal Sebagai Mendikbud

Jakarta, Radar Jakarta Selama Covid-19 mewabah di Indonesia, Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan hanya bisa ...

Jakarta, Radar Jakarta
Selama Covid-19 mewabah di Indonesia, Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan hanya bisa membuat masalah tanpa solusi. Bukan focus terhadap penanggulangan covid-19 dalam bidang pendidikan, Nadiem justru mengacak-acak system pendidikan. Sebagai menteri, Nadiem gagal mengelola masalah yang terjadi di dunia pendidikan selama covid-19.

Sebelumnya, Nadiem membuat NU dan Muhammadiyah minggir dari program organisasi penggerak Kemendikbud dengan tidak memperhatikan fakta sejarah bagaimana NU dan Muhammadiyah memperjuangkan pendidikan di Indonesia, sekarang justru Nadiem yang seharusnya lebih dalam mempelajari sejarah malah ingin menghapus mata pelajaran sejarah dalam kurikulum pendidikan Indonesia.

Maka dari itu, Kebijakan yang dikeluarkan Nadiem selama ini tidak mampu menyentuh permasalahan secara implementasi dan fundamental selama masa kedaruratan wabah covid-19. Pertama, persoalan pembelajaran daring yang malah memunculkan banyak masalah, bukannya mengevaluasi hasil belajar siswa, yang terjadi di setiap sekolah hanya mengedepankan laporan-laporan kinerja guru, bukan laporan evaluasi hasil belajar siswa. Kedua, persoalan metode pembelajaran daring yang tidak mampu menyentuh persoalan kurangnya finansial yang dialami oleh orangtua siswa. Ketiga, persoalan banyaknya guru ekskul yang terbengkalai, karena seharusnya guru ekskul pun dapat diakomodir dengan baik, bukan malah dijadikan korban, dikesampingkan dan ditiadakan.

Menurut kami, pembelajaran di rumah malah tidak menjadikan siswa belajar secara aktif. Ketika guru memberikan tugas, siswa hanya melakukan copy-paste jawaban dari siswa lainnya. Setiap hari guru memberikan tugas hanya sebatas mengisi absen, tapi menyerah untuk mengevaluasi hasil belajar siswa. Menurut kami, Kemendikbud seharusnya mampu memonitoring dan mengevaluasi secara menyeluruh, bukan hanya kinerja guru, tapi juga perkembangan siswa yang selama ini belajar di rumah.

Kami pun melihat bahwa kekurangan sarana-prasarana yang dialami siswa bukan sebatas persoalan gawai atau kuota untuk memenuhi kebutuhan belajar secara daring, tetapi juga kebutuhan finansial untuk mencetak tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Selama kebijakan daring ditetapkan oleh kemendikbud, sebagian besar guru memberikan tugas di hampir setiap harinya, lalu oleh orangtua siswa tugas itu juga di cetak setiap harinya, tugas-tugas yang diberikan dan dicetak hampir setiap hari itu jelas membutuhkan dana yang cukup besar bagi orang tua yang dirumahkan bahkan di PHK karena covid-19.

Selain itu, kami melihat banyak guru ekskul yang tidak diperhatikan sama sekali oleh Kemendikbud, kebijakan kemendikbud dengan meniadakan belajar ekskul ini tidak dapat diterima sama sekali. Selain mendiskriminasi guru ekskul, ini pun memperpanjang masalah perekomian Indonesia selama covid-19. Guru ekskul di Indonesia tergolong dalam guru silat, guru music, guru seni, guru oleharaga, dan guru budaya. Tentu guru ekskul ini memiliki jumlah yang sangat besar. Selain itu juga, guru ekskul memiliki nilai yang seharusnya diperhatikan, karena mereka mempertahankan eksistensi seni dan budaya di Indonesia yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan adat Indonesia.

Untuk diketahui, sebelum covid-19 mewabah di Indonesia, guru ekskul hanya mengandalkan pendapatan mereka setiap minggu di sekolah, lalu oleh kebijakan kemendikbud kegiatan ekskul ditiadakan, maka pendapatan mereka pun hilang. Beralih usaha pun tidak menjadi solusi, karena usaha yang baru dibuka tidak sepenuhnya sesuai ekspektasi untuk langsung membuahkan hasil. Alih-alih usaha menjadi pendapatan baru bagi guru ekskul, yang terjadi malah sebaliknya, dana tabungan habis untuk dijadikan modal usaha.

Rangkaian panjang masalah tersebut artinya, Nadiem sebagai mantan CEO perusahaan, tidak mampu menganalisis masalah secara menyeluruh, dan tidak mampu mengantisipasi masalah-masalah yang akan terjadi berikutnya. Seperti misal, ketika kemendikbud membebaskan sekolah menggunakan dana bos untuk menggaji guru, alih-alih memperhatikan perekonomian di lingkungan pendidikan dengan membebaskan sekolah menggunakan dana BOS sesukanya, justru Dana BOS malah menjadi bancakan oknum-oknum di dunia pendidikan, dan ini juga tidak menjadi perhatian serius oleh kemendikbud.

Nadiem sebagai Menteri Kemendikbud hanya menekan kinerja guru di sekolah berbasis laporan foto, tanpa memperhatikan dampak secara menyeluruh didalam maupun diluar sekolah sebagai akibat dari kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh kemendikbud.

Maka dari itu, Nadiem seharusnya focus saja pada penanggulangan masalah seputar pendidikan, perhatikan bagaimana nasib siswa dan guru ekskul pasca pandemic, bukan malah menghapus sejarah yang seharusnya juga dipelajari oleh Menteri.(Noval Marbun)

COMMENTS

Nama

Aceh,45,Aceh kab Simeuleu,1,Aceh Selatan,2,Aceh Singkil,6,Aceh Tamiang,42,Aceh tengah,49,Aceh tenggara,2,Aceh timur,5,Aceh Utara,3,Ambon,1,Asahan,2,Badung Barat,1,Bagan Sinembah,1,Baharkam,3,Bali,1,Balige,2,Balikpapan,2,Banda Aceh,5,BANDAR LAMPUNG,2,bandung,58,Bandung barat,75,Bangka,7,Bangka Belitung,4,BANGKINANG,1,Banjarnegara,1,Bantaeng,5,Banten,11,Banyumas,7,banyuwangi,3,Barito Utara,1,Batam,1,Batang,71,Batu Bara,61,Batu bata,1,Batubara,143,Batusangkar,1,Bekasi,89,Bekasi Terkini,1,Belawan,2,Belopa,5,Bener meriah,1,Bener meriah,25,Bengkulu,3,berita terkini,439,Bisnis,4,Blangkejeren,1,Blitar,1,Bnadung Barat,1,Bogor,12,Bojonegoro,1,Boyolali,1,Brebes,3,calang,1,ciamis,2,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,5,Cilegon,2,Cilengsi,1,cimahi,6,Cirebon,10,Daerah,177,Daerah Terkini,7,Dairi,1,Dangku,1,Demak,3,Denpasar,5,Depok,28,Desa Kuripan,1,Desa Ngempit,1,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,13,DPRD Kota Bekasi,13,Dumai,197,Ekonomi,84,Garut,3,Gayo Lues,4,Global,1,Gorontalo,1,Gowa,1,gresik,6,Grobogan,1,Gunung kidul,1,Gunung megang,2,Gunungsitoli,1,Hamparan Perak,1,Health info,1,Indramayu,3,Inhu,1,Internasional,29,jakarta,636,jakrta radar jakarta.net,7,Jambi,35,Jateng,2,Jawa timur,1,Jayapura,2,Jember,2,Jembrana,1,Jeneponto,2,JEPARA,4,Jetis,2,jombang,3,Kab,1,Kab Bandung,46,Kab Bekasi,2,Kab Tangerang,1,kab. bandung,9,Kab. bekas,1,Kab. Bekasi,35,Kab. Katingan,1,Kab. Semarang,2,Kab. Way kanan,1,Kab.Aceh Tengah,1,Kab.Bandung,3,Kab.Barito Utara,1,Kab.Batang,1,Kab.Bekasi,87,Kab.Bener Meriah,1,Kab.Bogor,1,Kab.Bondowoso,1,Kab.gayo Lues,1,Kab.Jeneponto,1,Kab.Jombang,1,Kab.Kampar,3,Kab.Karawang,1,Kab.Katingan,2,Kab.Kaur,10,Kab.lahat,1,Kab.Lampung Utara,1,Kab.Lebak,2,Kab.Luwu,5,Kab.Madiun,2,Kab.Mamuju,4,Kab.Manggarai,1,Kab.Maros,1,Kab.Nganjuk,1,Kab.Ngawi,2,Kab.Pasuruan,3,Kab.Ponorogo,10,Kab.Raja Ampat,1,Kab.Serang,3,Kab.Sidoarjo,1,Kab.Subang,1,Kab.Tangerang,4,Kab.Tapanuli Selatan,1,Kab.Wat kanan,1,Kab.Way kanan,34,Kaban. Bekasi,1,Kabarhakam,4,Kalideres,1,Kalimantan,5,Kalimantan tengah,279,Kalimantan timur,2,Kalteng,1,Kampar,23,karang wangi,1,Karawang,7,Karimun,1,Karo,1,Katingan,25,Katingan hilir,1,Katingan tengah,3,Kaur,14,Kebumen,1,Kec.Kuok,1,Kec.Paron,1,Kediri,1,Keerom,2,Kendal,68,klaten,1,Kota Pasuruan,1,Kota Sorong,1,Kota Tangerang,1,Kuala Kapas,1,Kuansing,1,kudus,1,Kuliner,4,Kutai Kartanegara,1,Labuan Bajo,1,Labuhan,4,Labuhan batu,7,Labuhanbatu,48,Labuhanbatu Selatan,2,Labuhanbatu Utara,6,Lahar,2,Lahat,74,lamongan,1,Lampung,9,Lampung barat,8,Lampung Selatan,3,Lampung Tengah,1,Lampung Utara,112,Langsa,1,Lebak,104,Lebak Banten,1,Lhokseumawe,1,Lhoksukon,1,lingga,1,Lingko Lolok,1,Loksumawe,2,Lombo timur,1,Lubuk Linggau,2,Lumanjang,1,Lutra,1,Luwu,9,Madiun,20,Magelang,5,Majalengka,2,Majene,1,Makassar,80,Malaka,1,Malang,4,Maluku,10,Mamuju,60,Mamuju tengah,2,Manado,2,Manggarai,5,Manggarai Barat,1,Manggarai timur,4,Marelan,1,Maros,1,Marsandi,1,mataram,1,Mateng,7,Medan,10,Medium,2,Merak,1,Merauke,1,Meulaboh,1,Minahasa,1,Mojokerto,6,Muara Enim,267,Muara Teweh,41,muaratara,5,Mukomuko,40,Muratara,301,Musi Rawas,1,Musi Rawas Utara,1,Nabire,1,Narsandi,1,Nasional,204,Natuna,1,News,185,news maker,10,Nganjuk,3,Ngawi,3,Ngrayun,1,Ogan Ilir,1,Oke timur,2,Oku timur,31,okutimur,1,Olahraga,1,Otomotif,53,Padang,1,Pakpak Bharat,1,Palangkaraya,3,Palembang,33,Palembayan,1,Pali,5,Palu,8,Paluta,1,Pandeglang,128,Papua,3,parepare,1,Pariwisata,5,Pasang kayu,1,Pasangkayu,81,Pasuruan,13,Pekanbaru,27,Pelelawan,1,Pemalang,3,Pematang Siantar,2,Pemkab Bekasi,16,Pemkot Bekasi,1,Pendidikan,21,Pengetahuan,1,Peristiwa,19,Pilkada,2,polewali mandar,1,Polhukam,276,politik,4,Ponorogo,54,Pontianak,2,Pringsewu,1,probolinggo,4,Purwakarta,2,Purwokerto,1,Purworejo,1,radar jakarta.net,216,ragam,1,Raja Ampat,5,Redelong,2,regional,18,RIAU,5,Rokan hilir,1,Salatiga,1,Samosir,1,Sampit,4,Saumlaki,1,Selayar,173,Selebriti,2,Semarang,20,Serang,13,Serang Banten,1,Serdang Bedagai,1,Siantar,1,Siborong-borong,1,Sidoarjo,18,Sidoharjo,1,simalungun,10,Simeuleu,1,Sipungguk,2,Sleman,4,Solo,3,solok selatan,1,Sopeng,1,Sorong,2,Subang,11,Sukabumi,6,Sulawesi Barat,1,Sulawesi Selatan,4,Sulawesi tenggara,1,Sulsel,2,Sumatera Selatan,7,Sumatera Utara,1,Sumba barat daya,1,Sumbawa,2,Surabaya,26,Surakarta,2,Takengon,83,Talang Padang,1,Tanah Jawa,1,tangerang,9,Tangerang Selatan,2,Tanggamus,1,Tanjung agung,1,Tanjung Alai,3,tanjungpinang,1,Taput,1,Tasikmalaya,10,Technology,90,Tegal,1,Temanggung,2,Tengah,1,Terk,1,Terkait,1,Terkini,5001,Terkini Bekasi Jakarta Nasional,1,Terkini Daerah,10,Terkini Daerah Nasional,1,Terkini Jakarta,2,Tkengon,1,Tobadak,1,tokyo,2,Waisai,6,Way kanan,33,way kanan Lampung,1,wonogiri,1,Wonosobo,1,Yogyakarta,14,
ltr
item
radarjakarta.net: Di Nilai Buruk Sistem, Aktivis LSM ALASKA: Masalah Pendidikan Numpuk, Nadiem Gagal Sebagai Mendikbud
Di Nilai Buruk Sistem, Aktivis LSM ALASKA: Masalah Pendidikan Numpuk, Nadiem Gagal Sebagai Mendikbud
https://lh3.googleusercontent.com/-jMeJ23RTgec/X2m2MgotH_I/AAAAAAAAOiM/OqQ25ph34L4QXLYGnqJImZsaiSL-BPB0wCLcBGAsYHQ/s1600/1600763439355362-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-jMeJ23RTgec/X2m2MgotH_I/AAAAAAAAOiM/OqQ25ph34L4QXLYGnqJImZsaiSL-BPB0wCLcBGAsYHQ/s72-c/1600763439355362-0.png
radarjakarta.net
http://www.radarjakarta.net/2020/09/di-nilai-buruk-sistem-aktivis-lsm.html
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/2020/09/di-nilai-buruk-sistem-aktivis-lsm.html
true
648782575313724783
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy