TERKINI$type=one$count=3

Terkini (4377)

Berdaya Petani dan SDA, Solusi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Kab. Mamasa

Penulis: Richie Richardo (Ketua Umum PB KMKM), Radar Jakarta.net Saat ini kita sedang sibuk di tenggarai perang opini oleh issu ...


Penulis: Richie Richardo (Ketua Umum PB KMKM), Radar Jakarta.net

Saat ini kita sedang sibuk di tenggarai perang opini oleh issu tambang yang akan masuk di Kabupaten Mamasa khususnya di wilayah 3 (PUS) . Tentu saja ini menuai berbagai opini pro dan kontra, sehingga akan menjadi suatu perdebatan yang hangat di tengah masyarakat. 
Banyak pendapat, baik itu berdasarkan pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain yang di ceritakan untuk memberi sedikit informasi kepada masyarakat. Ironisnya banyak yang memberi pandangan yang hanya sebatas positif dari segi upah/gaji yang banyak,  tanpa memberi pandangan mengenai dampak  dari segi ekologi, dan kondisi sosial yang akan di rebut juga  ketika tambang ada di suatu daerah.

Memang betul bahwa Berbicara soal tambang 
Positifnya ialah :
1. Lowongan pekerjaan akan terbuka
2. Mereka yang punya skill dan kemampuan serta memiliki kelengkapan administrasi pasti akan lebih muda masuk ke dalam perusahaan. Sehingga ini juga akan membuka peluang seluas-luasnya kepada tenaga kerja dari luar untuk datang mengais rezeki di kampung kita sendiri. Kita ambil contoh saja orang dari Kabupaten Mamasa  merantau ke luar daerah. Sehingga mau tidak mau kita harus menganalisa dari sudut pandang yang majemuk bukan berdasar pada pandangan subjektivitas saja. 
"Saya belum pernah mendengar suatu perusahaan tambang asal-  asalan di dalam menerima tenaga kerja. Otomatis SDM yang di butuh adalah mereka yang memiliki skill dan kelengkapan administrasi". 

Dampak negatifnya
1.  lingkungan akan tercemari
2.  Sekalipun penduduk asli ketika tdak memiliki skill dan kelengkapan administrasi tentu saja pada akhirnya  tdak akan di terima bahkan sekalipun ada yang di terima paling tidak hanya di pekerjakan sebatas buruh.
"Menjadi budak di negeri sendiri itu sangatlah menyakitkan saudaraku"
3. Kapitalis akan menjadi penguasa dan selama mereka berkuasa di bawah naungan UU maka tdak akan ada hak dari masyarakat setempat untuk melakukan aksi protes terhadap kebijakan perusahaan. 
" Ahhhhh...sungguh menyedihkan hati menjadi kurcaci dari seorang raja atau juga menjadi pion dari para pemain catur yaitu mereka para kapitalis rakus"
4. Lahan akan di gadaikan. Sekalipun statusnya kelak lahan hanya sebatas gadai dan tidak menutup kemungkinan akan di kembalikan ketika masa kontraknya habis mau tidak mau kita harus siap menerima kenyataan bahwa tanah leluhur yang dulunya hijau dan asri akhirnya hanya akan menjadi suatu kubangan yang tidak bermanfaat.
5. Sekalipun hanya di gadaikan tetapi tetap akan berdampak luar biasa jauh ke depan bahwa tanah yang di jadikan lahan tambang pada akhirnya akan menyisahkan tanah yang tdak produktif lagi. "alias habis manis sepah di buang" 
6. Berbicara tambang apalagi soal menguras isi bumi tentu tidak ada bedanya mengunyah permen karet habis manisnya pasti di buang . Mau tidak mau ketika isi perut bumi sudah tidak ada lagi maka akan di tinggalkan dan setelah itu tidak ada manfaat lain dari tanah bekas galian tambang selain sebagai tanah  yang tidak berguna. 
"Hutan yang hijau, dan gunung  menjulang tinggi yang menjadi alasan rindu untuk pulang saat berada di rantau orang dahulu tidak ada lagi" artinya bahwa PENYESALAN karena terlanjur menerima dan menyetujui tambang lah yang akan menjadi muara dari kerinduan kita ketika tambang masuk ke daerah kita. 

Lalu bagaimana menjawab mereka yang selama ini apatis untuk bertani atau mereka yang selama ini memilih keluar untuk merantau dengan alasan ingin penghasilan yang besar? 
Di bawah ini sedikit ulasan untuk menjawab hal tersebut.

A. Berdayakan petani
Saat ini yang menjadi alasan yang fundamental mengapa banyak masyarakat yang merantau keluar dan ironisnya sebagian besar banyak perantau yang bekerja di Rumah-rumah Makan atau Restoran ada juga kerja sebagai Buruh karena.

a. Di tinjau dari jenjang pendidikan banyak saudara(i) kita yang hanya sampai pada tingkat pendidikan dasar bahkan masih banyak yang tidak sempat sekolah sehingga mau tidak mau jenis pekerjaan yang mereka bisa dapatkan di luar adalah Rumah Makan, Buruh, dll yang regulasi kerjanya tidak menuntut untuk pendidikan yang tinggi. 

Nah bagaimana agar sekiranya kita bisa memberdayakan mereka yang tidak sekolah ini supaya kedepan tidak ada lagi yang memilih merantau tetapi memanfaatkan segala potensi alam yang ada di daerah sebagai petani,
Mamasa di kenal sebagai daerah pegunungan yang hampir keseluruhan wilayahnya memiliki hasil bumi dari segi tani, sebut saja kebun dan sawah. 

Sebagian besar tanah yang ada di Kab. Mamasa sangat baik untuk bercocok tanam. Baik itu di sawah, di ladang maupun di kebun-kebun. Tanah Mamasa itu sangatlah subur tinggal bagaimana masyarakat lebih giat lagi untuk bertani. 
Saat ini banyak hasil bumi Mamasa yang terkenal karena kualitas nya sebut saja Kopi, Terong, Alpukat, dan masih banyak lagi . Kalau ini di jadikan sebagai tanaman produktif bisa saja Mamasa  jadi daerah pengekspor (Beras, Terung, Alpukat, Kopi dll) sehingga dampak ekonomi nya bisa di rasakan oleh semua masyarakat yang mau bertani.

"Pikiran dan sifat gengsi hanya akan menjadikan kita sebagai kaum miskin yang teringgal"

B. Ekonomi Kreatif
1. Kerajinan tangan yang ada di Mamasa juga sdah banyak yang mulai di kenal . Misalnya kain tenunan, nah kalau kain tenunan ini bisa di kembangkan maka akan sangat membantu perekonomian masyarakat. 

2. Memanfaatkan potensi potensi alam untuk di jadikan ikon wisata. 
Mamasa di kenal dengan kota destinasi wisata di Sulbar (SK Gubernur No 15 Tahun 2008). Hal ini di dukung oleh kondisi alam yang ada di Kab. Mamasa banyak terdapat lokasi yang bisa di jadikan sebagai ikon wisata. 
Kalau itu bisa di manfaatkan lebih maksimal baik itu masyarakat setempat maupun Pemda maka setidaknya bisa menambah pundi pundi ekonomi di Mamasa. 

Ambil contoh daerah Toraja yang saat ini di kenal dari segi wisatanya bukan dari segi pertambangannya. 
(Karena di Toraja memang tidak ada tambang ya hehe) intermesso,
tapi kenapa Toraja bisa berkembang pesat sampai hari ini? Jawabannya ialah karena mereka konsisten dengan kondisi dan keadaan alam mereka untuk di manfaatkan. 

C. Doktrinisasi Bertani
Tanah yang subur menjadikan Kab.Mamasa boleh di kenal dengan banyaknya hasil bumi yang bisa di hasilkan seperti yang di sebutkan di point' A di atas. Sehingga ironinya adalah ketika banyak masyarakat yang lebih memilih untuk merantau baik itu memilih kerja sebagai pegawai Rumah Makan, pekerja Sawit, Tambang dll . 

Itu di akibatkan oleh pemikiran sedikit banyaknya upah tanpa di sadari bahwa ketika mengembangkan potensi dan SDA yang ada di daerah sendiri, itu akan memberi dampak atau upah yang besar juga. Misalkan memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam baik itu Terong, Kopi, Alpukat, bahkan juga sawah sangat potensial di Kab.Mamasa (ambil contoh dari daerah Pinrang di kenal sebagai daerah penyuplai Beras terbesar di Sulawesi). Kita harus optimis ketika petani di beri pemahaman bahwa menjadi petani itu tidaklah memilukan maka bisa saja dalam waktu mendekat Kab.Mamasa bisa juga menjadi daerah penyuplai dan pengekspor Beras. 

Sehingga itulah mengapa doktrinisasi bertani sangat di butuhkan kepada semua masyarakat di Kab. Mamasa. 

Mamasa sudah indah dengan keadaan seperti sekarang tanpa ada adanya tambang. 
Tambang bukan solusi malahan hanya akan di jadikan sebagai alat untuk memperbudak rakyat di negeri sendiri. 
Mereka yang memiliki skill dan juga punya kongkoh-kongkoh lah yang akan menikmati hasil dari usaha tambang itu sendiri. 

Berdayakan petani, maksimalkan ekonomi berbasis kreativitas, serta doktrinisasi bertani solusi untuk kesejahteraan masyarakat Kab.Mamasa. 

Tulisan ini memiliki banyak kekurangan sehingga cernahlah yang pantas untuk di cernah. (Robert dancing)

COMMENTS

Nama

Aceh,36,Aceh kab Simeuleu,1,Aceh Selatan,2,Aceh Singkil,6,Aceh Tamiang,40,Aceh tengah,46,Aceh tenggara,2,Aceh timur,5,Aceh Utara,3,Ambon,1,Asahan,1,Badung Barat,1,Bagan Sinembah,1,Baharkam,3,Bali,1,Balige,2,Balikpapan,2,Banda Aceh,5,BANDAR LAMPUNG,2,bandung,55,Bandung barat,72,Bangka,3,Bangka Belitung,3,BANGKINANG,1,Banjarnegara,1,Bantaeng,4,Banten,10,Banyumas,6,banyuwangi,3,Barito Utara,1,Batam,1,Batang,71,Batu Bara,60,Batu bata,1,Batubara,80,Batusangkar,1,Bekasi,88,Bekasi Terkini,1,Belawan,2,Belopa,5,Bener meriah,23,Bengkulu,3,berita terkini,439,Bisnis,4,Blangkejeren,1,Blitar,1,Bnadung Barat,1,Bogor,11,Bojonegoro,1,Boyolali,1,Brebes,1,calang,1,ciamis,2,Cianjur,2,Cikarang,5,Cilegon,2,Cilengsi,1,cimahi,6,Cirebon,10,Daerah,171,Daerah Terkini,7,Dairi,1,Dangku,1,Demak,3,Denpasar,5,Depok,28,Desa Kuripan,1,Desa Ngempit,1,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,13,DPRD Kota Bekasi,13,Dumai,141,Ekonomi,84,Garut,3,Gayo Lues,4,Global,1,Gorontalo,1,Gowa,1,gresik,6,Grobogan,1,Gunung kidul,1,Gunung megang,1,Gunungsitoli,1,Hamparan Perak,1,Health info,1,Indramayu,3,Internasional,29,jakarta,616,jakrta radar jakarta.net,7,Jambi,31,Jateng,2,Jawa timur,1,Jayapura,2,Jember,2,Jembrana,1,Jeneponto,2,JEPARA,4,Jetis,2,jombang,3,Kab,1,Kab Bandung,46,Kab Bekasi,2,kab. bandung,9,Kab. bekas,1,Kab. Bekasi,35,Kab. Katingan,1,Kab. Semarang,2,Kab. Way kanan,1,Kab.Aceh Tengah,1,Kab.Bandung,3,Kab.Barito Utara,1,Kab.Batang,1,Kab.Bekasi,73,Kab.Bener Meriah,1,Kab.Bogor,1,Kab.Bondowoso,1,Kab.gayo Lues,1,Kab.Jeneponto,1,Kab.Jombang,1,Kab.Kampar,3,Kab.Karawang,1,Kab.Katingan,2,Kab.Kaur,10,Kab.lahat,1,Kab.Lampung Utara,1,Kab.Lebak,2,Kab.Luwu,5,Kab.Madiun,2,Kab.Mamuju,4,Kab.Manggarai,1,Kab.Maros,1,Kab.Nganjuk,1,Kab.Ngawi,2,Kab.Pasuruan,3,Kab.Ponorogo,10,Kab.Raja Ampat,1,Kab.Serang,3,Kab.Sidoarjo,1,Kab.Subang,1,Kab.Tangerang,4,Kab.Tapanuli Selatan,1,Kab.Wat kanan,1,Kab.Way kanan,33,Kaban. Bekasi,1,Kabarhakam,4,Kalideres,1,Kalimantan,5,Kalimantan tengah,211,Kalimantan timur,2,Kalteng,1,Kampar,22,karang wangi,1,Karawang,7,Karimun,1,Karo,1,Katingan,24,Katingan hilir,1,Katingan tengah,3,Kaur,14,Kebumen,1,Kec.Kuok,1,Kec.Paron,1,Kediri,1,Keerom,2,Kendal,68,klaten,1,Kota Pasuruan,1,Kota Sorong,1,Kota Tangerang,1,Kuala Kapas,1,Kuansing,1,kudus,1,Kuliner,4,Kutai Kartanegara,1,Labuan Bajo,1,Labuhan,4,Labuhan batu,7,Labuhanbatu,48,Labuhanbatu Selatan,2,Labuhanbatu Utara,6,Lahar,2,Lahat,60,lamongan,1,Lampung,8,Lampung barat,7,Lampung Selatan,3,Lampung Tengah,1,Lampung Utara,106,Langsa,1,Lebak,97,Lebak Banten,1,Lhokseumawe,1,Lhoksukon,1,lingga,1,Lingko Lolok,1,Loksumawe,2,Lombo timur,1,Lubuk Linggau,2,Lumanjang,1,Lutra,1,Luwu,9,Madiun,20,Magelang,5,Majalengka,2,Majene,1,Makassar,75,Malang,4,Maluku,10,Mamuju,56,Mamuju tengah,2,Manado,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,1,Manggarai timur,4,Marelan,1,Maros,1,Marsandi,1,mataram,1,Mateng,7,Medan,6,Medium,2,Merak,1,Merauke,1,Meulaboh,1,Minahasa,1,Mojokerto,6,Muara Enim,212,Muara Teweh,37,muaratara,5,Mukomuko,40,Muratara,220,Musi Rawas,1,Musi Rawas Utara,1,Nabire,1,Narsandi,1,Nasional,204,Natuna,1,News,185,news maker,10,Nganjuk,3,Ngawi,3,Ngrayun,1,Ogan Ilir,1,Oke timur,2,Oku timur,31,okutimur,1,Olahraga,1,Otomotif,53,Padang,1,Pakpak Bharat,1,Palangkaraya,3,Palembang,32,Palembayan,1,Pali,5,Palu,8,Paluta,1,Pandeglang,91,Papua,3,parepare,1,Pariwisata,5,Pasang kayu,1,Pasangkayu,60,Pasuruan,12,Pekanbaru,18,Pelelawan,1,Pemalang,2,Pematang Siantar,2,Pemkab Bekasi,16,Pemkot Bekasi,1,Pendidikan,21,Pengetahuan,1,Peristiwa,19,Pilkada,2,polewali mandar,1,Polhukam,276,politik,4,Ponorogo,50,Pontianak,2,Pringsewu,1,probolinggo,4,Purwakarta,2,Purworejo,1,radar jakarta.net,215,ragam,1,Raja Ampat,5,Redelong,2,regional,18,RIAU,5,Rokan hilir,1,Salatiga,1,Samosir,1,Sampit,2,Saumlaki,1,Selayar,114,Selebriti,2,Semarang,20,Serang,12,Serang Banten,1,Serdang Bedagai,1,Siantar,1,Siborong-borong,1,Sidoarjo,18,Sidoharjo,1,simalungun,7,Simeuleu,1,Sipungguk,2,Sleman,4,Solo,3,solok selatan,1,Sopeng,1,Sorong,2,Subang,11,Sukabumi,4,Sulawesi Barat,1,Sulawesi Selatan,4,Sulawesi tenggara,1,Sulsel,2,Sumatera Selatan,7,Sumba barat daya,1,Sumbawa,2,Surabaya,26,Surakarta,2,Takengon,73,Talang Padang,1,Tanah Jawa,1,tangerang,9,Tangerang Selatan,2,Tanggamus,1,Tanjung agung,1,Tanjung Alai,3,tanjungpinang,1,Taput,1,Tasikmalaya,10,Technology,90,Tegal,1,Temanggung,2,Tengah,1,Terk,1,Terkait,1,Terkini,4377,Terkini Bekasi Jakarta Nasional,1,Terkini Daerah,10,Terkini Daerah Nasional,1,Terkini Jakarta,2,Tkengon,1,Tobadak,1,tokyo,2,Waisai,6,Way kanan,18,way kanan Lampung,1,wonogiri,1,Wonosobo,1,Yogyakarta,14,
ltr
item
radarjakarta.net: Berdaya Petani dan SDA, Solusi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Kab. Mamasa
Berdaya Petani dan SDA, Solusi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Kab. Mamasa
https://lh3.googleusercontent.com/-m_8Pc9rwG0M/Xz-XfbNfYgI/AAAAAAAALLc/zX8m6rATFT0WPuTX83wLkQ4_ai1tz7blQCLcBGAsYHQ/s1600/1598003066870862-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-m_8Pc9rwG0M/Xz-XfbNfYgI/AAAAAAAALLc/zX8m6rATFT0WPuTX83wLkQ4_ai1tz7blQCLcBGAsYHQ/s72-c/1598003066870862-0.png
radarjakarta.net
http://www.radarjakarta.net/2020/08/berdaya-petani-dan-sda-solusi.html
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/2020/08/berdaya-petani-dan-sda-solusi.html
true
648782575313724783
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy