TERKINI$type=one$count=3

Terkini (2760)

Mendikbud Minta Maaf soal POP, Muhammadiyah: Kita Tetap Tidak Ikut

Yogyakarta, Radar Jakarta.net Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyampaikan permintaan maaf terkait ...

Yogyakarta, Radar Jakarta.net
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyampaikan permintaan maaf terkait polemik Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud ke Muhammadiyah, Nadlatul Ulama (NU), dan PGRI. Namun demikian Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan tetap tidak akan ikut dalam POP.

"Muhammadiyah tetap berkomitmen untuk tidak ikut. Walaupun Menteri (Mendikbud) sudah buat pernyataan minta maaf kepada NU, Muhammadiyah dan PGRI," kata Wakil Ketua Bidang Kerjasama Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah, Kasiyarno, saat dihubungi detikcom, Rabu (29/7/2020).

Hal tersebut merujuk pernyataan Mendikbud Nadiem Makarim pada konferensi pers Selasa (28/7) kemarin yang justru dinilai menimbulkan pertanyaan bagi Muhammadiyah.
"Lalu di statment-nya ada yang membuat kami ragu juga, seperti bagi OP-OP yang sudah diputuskan, dinyatakan lulus dalam pemberitahuan hasil evaluasi proposal itu tidak usah khawatir, POP ini akan jalan terus," ujarnya.

"Ini maksudnya apa? Apa tetap beri harapan kepada semua OP yang sudah dinyatakan lulus itu akan tetap diberi dana? Nah kan ini tanda tanya besar ini," imbuh Kasiyarno.

Sebelumnya LP Ma'arif NU juga telah menegaskan bahwa tidak akan kembali bergabung ke POP meskipun Menteri Nadiem telah meminta maaf.

Diberitakan sebelumnya, Mendikbud, Nadiem Makarim meminta maaf kepada Muhammadiyah, PBNU, dan PGRI terkait POP. Nadiem meminta ketiga organisasi tersebut tetap memberi bimbingan dalam pelaksanaan POP.

"Dengan penuh rendah hati saya memohon maaf atas segala keprihatinan yang timbul dan berharap agar tokoh dan pimpinan NU, Muhammadiyah, dan PGRI bersedia untuk terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program yang kami sadari betul masih belum sempurna," kata Nadiem dalam video pada Selasa (28/7).

Menurut Nadiem, tanpa adanya dukungan dan partisipasi semua pihak, kualitas pendidikan yang baik akan sulit dicapai. Dia pun menegaskan kementeriannya siap mendengarkan masukan dan terus belajar.

(Ahmad)

COMMENTS

Nama

Aceh,25,Aceh kab Simeuleu,1,Aceh Selatan,2,Aceh Singkil,6,Aceh Tamiang,36,Aceh tengah,17,Aceh tenggara,2,Aceh timur,1,Aceh Utara,1,Ambon,1,Baharkam,3,Balige,2,Balikpapan,2,Banda Aceh,4,BANDAR LAMPUNG,1,bandung,46,Bandung barat,44,BANGKINANG,1,Banjarnegara,1,Banten,7,Banyumas,3,banyuwangi,3,Barito Utara,1,Batam,1,Batang,28,Batu Bara,39,Batu bata,1,Batusangkar,1,Bekasi,83,Belawan,2,Belopa,2,Bener meriah,18,Bengkulu,3,berita terkini,438,Bisnis,4,Blitar,1,Bnadung Barat,1,Bogor,10,Bojonegoro,1,Boyolali,1,calang,1,ciamis,2,Cianjur,2,Cikarang,5,Cilegon,2,Cilengsi,1,cimahi,6,Cirebon,10,Daerah,137,Dairi,1,Demak,2,Denpasar,5,Depok,28,Desa Ngempit,1,DPRD Kab. Bekasi,13,DPRD Kota Bekasi,13,Dumai,40,Ekonomi,84,Garut,3,Gayo Lues,2,Global,1,Gorontalo,1,Gowa,1,gresik,6,Gunung kidul,1,Hamparan Perak,1,Health info,1,Indramayu,3,Internasional,29,jakarta,579,jakrta radar jakarta.net,7,Jambi,20,Jateng,1,Jayapura,2,Jember,2,Jembrana,1,Jeneponto,2,JEPARA,3,Jetis,2,jombang,3,Kab,1,Kab Bandung,46,Kab Bekasi,1,kab. bandung,9,Kab. bekas,1,Kab. Bekasi,35,Kab. Katingan,1,Kab. Semarang,2,Kab. Way kanan,1,Kab.Bandung,1,Kab.Barito Utara,1,Kab.Batang,1,Kab.Bekasi,12,Kab.Bener Meriah,1,Kab.Bondowoso,1,Kab.gayo Lues,1,Kab.Jombang,1,Kab.Kampar,3,Kab.Karawang,1,Kab.Katingan,1,Kab.Kaur,10,Kab.lahat,1,Kab.Lebak,2,Kab.Luwu,5,Kab.Madiun,2,Kab.Mamuju,4,Kab.Manggarai,1,Kab.Nganjuk,1,Kab.Ngawi,2,Kab.Pasuruan,3,Kab.Ponorogo,10,Kab.Raja Ampat,1,Kab.Serang,3,Kab.Sidoarjo,1,Kab.Subang,1,Kab.Tangerang,4,Kab.Tapanuli Selatan,1,Kab.Wat kanan,1,Kab.Way kanan,14,Kaban. Bekasi,1,Kabarhakam,4,Kalideres,1,Kalimantan,2,Kalimantan tengah,53,Kalimantan timur,2,Kampar,21,karang wangi,1,Karawang,7,Karimun,1,Karo,1,Katingan,2,Katingan hilir,1,Katingan tengah,3,Kaur,11,Kebumen,1,Kec.Kuok,1,Kec.Paron,1,Kediri,1,Kendal,32,klaten,1,Kota Sorong,1,Kota Tangerang,1,Kuala Kapas,1,kudus,1,Kuliner,4,Kutai Kartanegara,1,Labuhan,4,Labuhan batu,7,Labuhanbatu,48,Labuhanbatu Selatan,2,Labuhanbatu Utara,6,Lahar,2,Lahat,42,lamongan,1,Lampung,5,Lampung Selatan,1,Lampung Tengah,1,Lampung Utara,92,Langsa,1,Lebak,56,Lebak Banten,1,Lhokseumawe,1,Lhoksukon,1,lingga,1,Lingko Lolok,1,Loksumawe,2,Lombo timur,1,Lubuk Linggau,2,Lumanjang,1,Lutra,1,Madiun,19,Magelang,1,Majalengka,2,Makassar,34,Malang,4,Maluku,7,Mamuju,28,Mamuju tengah,1,Manado,1,Manggarai,2,Manggarai Barat,1,Manggarai timur,2,Marelan,1,Maros,1,Marsandi,1,mataram,1,Mateng,3,Medan,4,Medium,2,Merak,1,Merauke,1,Minahasa,1,Mojokerto,6,Muara Enim,57,Muara Teweh,13,muaratara,4,Mukomuko,40,Muratara,74,Musi Rawas Utara,1,Nabire,1,Narsandi,1,Nasional,203,Natuna,1,News,185,news maker,10,Nganjuk,3,Ngawi,2,Ngrayun,1,Ogan Ilir,1,Oke timur,2,Oku timur,28,okutimur,1,Olahraga,1,Otomotif,53,Palangkaraya,3,Palembang,29,Palembayan,1,Palu,7,Paluta,1,Pandeglang,55,Papua,3,parepare,1,Pariwisata,5,Pasang kayu,1,Pasangkayu,31,Pasuruan,10,Pekanbaru,10,Pelelawan,1,Pemalang,1,Pemkab Bekasi,16,Pemkot Bekasi,1,Pendidikan,21,Pengetahuan,1,Peristiwa,18,Pilkada,2,polewali mandar,1,Polhukam,276,politik,4,Ponorogo,39,Pontianak,2,Pringsewu,1,probolinggo,4,Purwakarta,2,Purworejo,1,radar jakarta.net,208,Raja Ampat,2,Redelong,1,regional,18,RIAU,5,Salatiga,1,Samosir,1,Saumlaki,1,Selebriti,2,Semarang,9,Serang,12,Serang Banten,1,Serdang Bedagai,1,Siantar,1,Siborong-borong,1,Sidoarjo,18,Sidoharjo,1,simalungun,3,Simeuleu,1,Sipungguk,2,Sleman,4,Solo,3,solok selatan,1,Sopeng,1,Sorong,2,Subang,11,Sukabumi,2,Sulawesi tenggara,1,Sulsel,2,Sumatera Selatan,5,Sumba barat daya,1,Sumbawa,2,Surabaya,26,Surakarta,1,Takengon,10,Talang Padang,1,tangerang,8,Tangerang Selatan,2,Tanggamus,1,Tanjung Alai,3,tanjungpinang,1,Taput,1,Tasikmalaya,7,Technology,90,Tegal,1,Temanggung,1,Tengah,1,Terkait,1,Terkini,2760,Terkini Bekasi Jakarta Nasional,1,Terkini Daerah Nasional,1,Tkengon,1,Tobadak,1,tokyo,2,Waisai,5,Way kanan,6,way kanan Lampung,1,wonogiri,1,Wonosobo,1,Yogyakarta,12,
ltr
item
radarjakarta.net: Mendikbud Minta Maaf soal POP, Muhammadiyah: Kita Tetap Tidak Ikut
Mendikbud Minta Maaf soal POP, Muhammadiyah: Kita Tetap Tidak Ikut
https://lh3.googleusercontent.com/-BruuRX8bQKc/XyFsMSrIREI/AAAAAAAAIvI/58_xggl1sxMdyP1Gt66Pyzg3RvwdfmKMACLcBGAsYHQ/s1600/1596025902513833-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-BruuRX8bQKc/XyFsMSrIREI/AAAAAAAAIvI/58_xggl1sxMdyP1Gt66Pyzg3RvwdfmKMACLcBGAsYHQ/s72-c/1596025902513833-0.png
radarjakarta.net
http://www.radarjakarta.net/2020/07/mendikbud-minta-maaf-soal-pop.html
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/2020/07/mendikbud-minta-maaf-soal-pop.html
true
648782575313724783
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy