TERKINI$type=one$count=3

Terkini (2760)

KETUA GERDAYAK BARITO UTARA ANGKAT BICARA: GUNUNG PEYUYAN MILIK SEMUA ORANG DAYAK,YANG NENEK MOYANG NYA MENGANUT AGAMA KAHARINGAN

Muara Teweh, Radar jakarta.net Kegiatan aktivitas HPH PT. Indexim Utama Coorporation (IUC) yang melalkukan kegiatan penebangan p...

Muara Teweh, Radar jakarta.net
Kegiatan aktivitas HPH PT. Indexim Utama Coorporation (IUC) yang melalkukan kegiatan penebangan pada Blok RKT yang berada pada Gunung Peyuyan menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat, terutama masyarakat penganut agama kaharingan.

Selasa 28 Juli 2020 pihak Manajemen PT Indexim Utara Corporation (IUC) memohon maaf kepada seluruh umat agama Hindu Kaharingan, jika areal kerja perusahaan tersebut masuk areal hutan sakral atau wilayah yang disucikan bagi umat Hindu Kaharingan.

“Kami mohon maaf kepada saudara-saudara umat Hindu Kaharingan, jika itu wilayah hutan sakral. Kami siap bettemu untuk musyawarah dan mufakat,” kata Wakil GM PT IUC Supriono didampingi Manajer Camp Awiandie Tanseng di Muara Teweh, Selasa (28/7/2020).

Menurut Supriono, pihaknya menyerahkan kepada pemerintah. dalam hal ini Tripika Gunung Purei dan Pemdes Muara Mea untuk menyelesaikan masalah ini. “Kini sudah ditangani Tripika. Ada tim yang dibentuk untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kami mematuhi apa pun keputusan yang dikeluarkan tim,” ujar Supri.



Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak ada niat untuk menggarap ataupun menghancurkan wilayah yang dianggap warga beragama Hindu Kaharingan areal sakral. Sebab lokasi tersebut juga sudah pernah diklaim pada tahun 2006 dan sudah dilakukan denda adat atau ritual adat dengan areal yang sama, waktu itu masuk wilayah kerja PT Sindo Lumber.

“Kami kira permasalahan itu sudah clear and clean. Sebab sebelumnya, pada hari Selasa 17 Maret 2020 telah mengadakan kegiatan selamatan blok tebangan 2020 sebagai wujud menghargai dan menghormati adat istiadat setempat. Kami pun mengadakan ritual selamatan yang dipimpin langsung oleh Demang Kepala Adat Kecamatan Gunung Purei Sahyuni dihadiri Ketua Adat Panih, Ketua BPD Darmansyah serta beberapa tokoh warga Desa Muara Mea lainnya,” sebut Supri.

Selanjutnya, pada Selasa 21 April 2020 bertempat di Kantor Desa Muara Mea yang dihadiri oleh Kepala Desa Muara Mea beserta perangkat desa, BPD dan tokoh masyarakat desa setempat juga tidak ada sanggahan ataupun larangan dari pihak desa mengenai areal rencana kerja tahunan (RKT) pada sosialisasi program PMDH/Kelola Sosial IUPHHK PT. Indexim Utama pada SK RKT PT Indexim Utama tahun 2020 dengan target produksi, blok tebangan RKT tahun 2020 serta sosialisasi pembukaan wilayah hutan dengan pembuatan jalan menuju blok RKT tahun 2020 di wilayah Gunung Peyuyan yang dianggap mereka sakral.

ditempat terpisah, Ketua Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Barito Utara Drs. Saprudin S. Tingan mengatakan. Mestinya pihak perusahaan jangan terlalu berkelit, karena gunung lumut, gunung piyuyan, gunung penyenteaw, itu bukan hanya milik masyarakat Desa muara mea saja, namun milik semua orang Dayak,yang dari jaman nenek moyang nya masih menganut kepercayaan kaharingan.

Sementara undangan pesta Blok RKT yang mereka maksud itu tidak ada menyebutkan arealnya di wilayah gunung piyuyan dan sekitarnya. Soal pihak polsek yang diserahkan tugasnya oleh pihak perusahaan juga perlu hati2 karena ini ranahnya masih belum masuk kewilayah hukum formal, tapi masih dalam ranah hukum adat.

“Ini penistaan terhadap daerah sakral, disisi lain mereka mengetahui bahwa tahun sebelumnya pernah digarap dan diberhentikan juga dimana pihak perusahaan bayar denda adat, bearti pihak perusahaan sudah mengetahuinya bahwa daerah tersebut adalah daerah yang dilarang, pertanyaan kenapa mereka mengajukan RKTnya kepemerintah dalam areal yang sakral (dilarang), artinya memang ada paktor kesegajaan oleh pihak perusahaan,” tegas pria yang akrab dipanggil Kotin ini.

Ditegaskannya pula, Gunung Lumut dan Gunung Peyuyan itu merupakan Gunung yang paling sakral di pulau Kalimantan, karena mengandung Filosofi sejarah bagi suku Dayak, khususnya yang masih menganut aliran kepercayaan yaitu Agama Kaharingan.

Gunung peyuyan berdasarkan bahasa belian wara merupakan tempat istirahat liau/arwah penganut kepercayaan Kaharingan yang meninggal dunia sebelum sampai ke Gunung Lumut, dimana disitu adalah sorga bagi Umat Kaharingan, sehingga termuat dalan bahasa waranya peyuyan turu tangka, lumut turu tendung. “Karena merupakan hutan yang sakral, maka daerah itu harus dijaga tidak boleh diambil kayu apapun jenisnya,” pungkasnya.

(Hendro)

COMMENTS

Nama

Aceh,25,Aceh kab Simeuleu,1,Aceh Selatan,2,Aceh Singkil,6,Aceh Tamiang,36,Aceh tengah,17,Aceh tenggara,2,Aceh timur,1,Aceh Utara,1,Ambon,1,Baharkam,3,Balige,2,Balikpapan,2,Banda Aceh,4,BANDAR LAMPUNG,1,bandung,46,Bandung barat,44,BANGKINANG,1,Banjarnegara,1,Banten,7,Banyumas,3,banyuwangi,3,Barito Utara,1,Batam,1,Batang,28,Batu Bara,39,Batu bata,1,Batusangkar,1,Bekasi,83,Belawan,2,Belopa,2,Bener meriah,18,Bengkulu,3,berita terkini,438,Bisnis,4,Blitar,1,Bnadung Barat,1,Bogor,10,Bojonegoro,1,Boyolali,1,calang,1,ciamis,2,Cianjur,2,Cikarang,5,Cilegon,2,Cilengsi,1,cimahi,6,Cirebon,10,Daerah,137,Dairi,1,Demak,2,Denpasar,5,Depok,28,Desa Ngempit,1,DPRD Kab. Bekasi,13,DPRD Kota Bekasi,13,Dumai,40,Ekonomi,84,Garut,3,Gayo Lues,2,Global,1,Gorontalo,1,Gowa,1,gresik,6,Gunung kidul,1,Hamparan Perak,1,Health info,1,Indramayu,3,Internasional,29,jakarta,579,jakrta radar jakarta.net,7,Jambi,20,Jateng,1,Jayapura,2,Jember,2,Jembrana,1,Jeneponto,2,JEPARA,3,Jetis,2,jombang,3,Kab,1,Kab Bandung,46,Kab Bekasi,1,kab. bandung,9,Kab. bekas,1,Kab. Bekasi,35,Kab. Katingan,1,Kab. Semarang,2,Kab. Way kanan,1,Kab.Bandung,1,Kab.Barito Utara,1,Kab.Batang,1,Kab.Bekasi,12,Kab.Bener Meriah,1,Kab.Bondowoso,1,Kab.gayo Lues,1,Kab.Jombang,1,Kab.Kampar,3,Kab.Karawang,1,Kab.Katingan,1,Kab.Kaur,10,Kab.lahat,1,Kab.Lebak,2,Kab.Luwu,5,Kab.Madiun,2,Kab.Mamuju,4,Kab.Manggarai,1,Kab.Nganjuk,1,Kab.Ngawi,2,Kab.Pasuruan,3,Kab.Ponorogo,10,Kab.Raja Ampat,1,Kab.Serang,3,Kab.Sidoarjo,1,Kab.Subang,1,Kab.Tangerang,4,Kab.Tapanuli Selatan,1,Kab.Wat kanan,1,Kab.Way kanan,14,Kaban. Bekasi,1,Kabarhakam,4,Kalideres,1,Kalimantan,2,Kalimantan tengah,53,Kalimantan timur,2,Kampar,21,karang wangi,1,Karawang,7,Karimun,1,Karo,1,Katingan,2,Katingan hilir,1,Katingan tengah,3,Kaur,11,Kebumen,1,Kec.Kuok,1,Kec.Paron,1,Kediri,1,Kendal,32,klaten,1,Kota Sorong,1,Kota Tangerang,1,Kuala Kapas,1,kudus,1,Kuliner,4,Kutai Kartanegara,1,Labuhan,4,Labuhan batu,7,Labuhanbatu,48,Labuhanbatu Selatan,2,Labuhanbatu Utara,6,Lahar,2,Lahat,42,lamongan,1,Lampung,5,Lampung Selatan,1,Lampung Tengah,1,Lampung Utara,92,Langsa,1,Lebak,56,Lebak Banten,1,Lhokseumawe,1,Lhoksukon,1,lingga,1,Lingko Lolok,1,Loksumawe,2,Lombo timur,1,Lubuk Linggau,2,Lumanjang,1,Lutra,1,Madiun,19,Magelang,1,Majalengka,2,Makassar,34,Malang,4,Maluku,7,Mamuju,28,Mamuju tengah,1,Manado,1,Manggarai,2,Manggarai Barat,1,Manggarai timur,2,Marelan,1,Maros,1,Marsandi,1,mataram,1,Mateng,3,Medan,4,Medium,2,Merak,1,Merauke,1,Minahasa,1,Mojokerto,6,Muara Enim,57,Muara Teweh,13,muaratara,4,Mukomuko,40,Muratara,74,Musi Rawas Utara,1,Nabire,1,Narsandi,1,Nasional,203,Natuna,1,News,185,news maker,10,Nganjuk,3,Ngawi,2,Ngrayun,1,Ogan Ilir,1,Oke timur,2,Oku timur,28,okutimur,1,Olahraga,1,Otomotif,53,Palangkaraya,3,Palembang,29,Palembayan,1,Palu,7,Paluta,1,Pandeglang,55,Papua,3,parepare,1,Pariwisata,5,Pasang kayu,1,Pasangkayu,31,Pasuruan,10,Pekanbaru,10,Pelelawan,1,Pemalang,1,Pemkab Bekasi,16,Pemkot Bekasi,1,Pendidikan,21,Pengetahuan,1,Peristiwa,18,Pilkada,2,polewali mandar,1,Polhukam,276,politik,4,Ponorogo,39,Pontianak,2,Pringsewu,1,probolinggo,4,Purwakarta,2,Purworejo,1,radar jakarta.net,208,Raja Ampat,2,Redelong,1,regional,18,RIAU,5,Salatiga,1,Samosir,1,Saumlaki,1,Selebriti,2,Semarang,9,Serang,12,Serang Banten,1,Serdang Bedagai,1,Siantar,1,Siborong-borong,1,Sidoarjo,18,Sidoharjo,1,simalungun,3,Simeuleu,1,Sipungguk,2,Sleman,4,Solo,3,solok selatan,1,Sopeng,1,Sorong,2,Subang,11,Sukabumi,2,Sulawesi tenggara,1,Sulsel,2,Sumatera Selatan,5,Sumba barat daya,1,Sumbawa,2,Surabaya,26,Surakarta,1,Takengon,10,Talang Padang,1,tangerang,8,Tangerang Selatan,2,Tanggamus,1,Tanjung Alai,3,tanjungpinang,1,Taput,1,Tasikmalaya,7,Technology,90,Tegal,1,Temanggung,1,Tengah,1,Terkait,1,Terkini,2760,Terkini Bekasi Jakarta Nasional,1,Terkini Daerah Nasional,1,Tkengon,1,Tobadak,1,tokyo,2,Waisai,5,Way kanan,6,way kanan Lampung,1,wonogiri,1,Wonosobo,1,Yogyakarta,12,
ltr
item
radarjakarta.net: KETUA GERDAYAK BARITO UTARA ANGKAT BICARA: GUNUNG PEYUYAN MILIK SEMUA ORANG DAYAK,YANG NENEK MOYANG NYA MENGANUT AGAMA KAHARINGAN
KETUA GERDAYAK BARITO UTARA ANGKAT BICARA: GUNUNG PEYUYAN MILIK SEMUA ORANG DAYAK,YANG NENEK MOYANG NYA MENGANUT AGAMA KAHARINGAN
https://lh3.googleusercontent.com/-IUrXd1wOaRY/XyQazv5EDVI/AAAAAAAAJAM/03mBByp_6GU4SxncCXNgf8oSDlXqORUmgCLcBGAsYHQ/s1600/1596201676698754-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-IUrXd1wOaRY/XyQazv5EDVI/AAAAAAAAJAM/03mBByp_6GU4SxncCXNgf8oSDlXqORUmgCLcBGAsYHQ/s72-c/1596201676698754-0.png
radarjakarta.net
http://www.radarjakarta.net/2020/07/ketua-gerdayak-barito-utara-angkat.html
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/2020/07/ketua-gerdayak-barito-utara-angkat.html
true
648782575313724783
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy