TERKINI$type=one$count=3

Terkini (4485)

Biaya Rapid Test Mahal: Cekik Rakyat di Tengah Musibah

Penulis: Acik Wesa, Wakil Ketua Bidang Kajian Ilmiah DPC GmnI Cab. Makassar. Makassar, Radarjakarta.net  Menjalani New normal pa...


Penulis: Acik Wesa, Wakil Ketua Bidang Kajian Ilmiah DPC GmnI Cab. Makassar.

Makassar, Radarjakarta.net 
Menjalani New normal pada masa Pandemi Covid 19 ternyata menimbulkan prilaku upnormal dari kelompok tertentu. Pada awalnya saya berpikir bahwa new normal adalah fase yang menghantar bangsa Indonesia pada tatanan kehidupan baru senorma normalnya sesuai  kebijakan pemerintah. Alhasil, new normal masih memproduksi tindak tanduk upnormal. 

Satu hal yang menjadi sorotan utama ialah prihal biaya Rapid Test bagi pelaku perjalanan yang nominalnya cukup fantastis dan variatif. Kebijakan rapid test sebagai salah satu persyaratan administrasi pelaku perjalanan tentunya merupakan kebijakan publik yang dikeluarkan oleh kementrian perhubungan. Akan tetapi implementasi lapangan selalu membuat rakyat tercekik dalam musibah yang sedang merampas sektor ekonomi. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun berupa data, ada rumah sakit di kota Makassar yang menetapkan harga rapid test dengan nominal sekitar tiga ratus lima puluh ribu rupiah hingga empat ratus ribu rupiah. Sungguh fantastis bukan? 

Pertanyaannya apakah kebijakan rumah sakit lahir begitu saja? Atau ada faktor lain yang membuat kebijakan yang dinilai sebagai ladang bisnis medis ini tumbuh subur?

Ada beberapa indikasi yang semestinya kita kaji bersama yaitu pertama, rapid test disalahmanfaatkan oleh pihak medis sebagai ladang bisnis gelap dibalik kebijakan pemerintah. Kedua, pemerintah bisa saja berkolaborasi dengan pihak medis untuk melanggengkan aktivitas bisnis yang sungguh merugikan masyarakat. Ketiga, ada indikasi proses penyerapan anggaran covid 19 yang tidak berlangsung normal. Kepincangan penggunaan anggaran pencegahan dan penanganan Covid 19 telah menimpa tubuh birokrasi hari ini. 

Bisa saja, pihak rumah sakit beralasan bahwa biaya Rapid Test mahal karena pihak rumah sakit non subsidi pemerintah dalam penanganan Covid 19 membeli peralatan Rapid Test   sendiri. Sehingga nominal biaya dibeban dengan nilai yang cukup fantastis bagi rakyat kecil. Lalu, bagaimana langkah pemerintah? 

Hemat saya, Hal ini sejatinya tidak terjadi jika pemerintah bijak dalam menggunakan anggaran dan bijak dalam menetapkan kebijakan prihal Rapid Test bagi pelaku perjalanan (kapal laut/pesawat). Sentralisasi pengamanan rapid test semestinya dilakukan. Agar antarpemerintah dan masyarakat merasakan adilnya hidup bernegara. Pemerintah mengeluarkan anggaran faskes untuk pembelanjaan peralatan Rapid Test dan masyarakat melakukan rapid test di sentral locus Rapid Test, Clear. Akan tetapi iming iming bisnis menjadi sulit diejawantahkan.

salah satu contoh Untuk wilayah Makassar,  Angggota DPRD Komisi A Kota Makassar fraksi Gerindra,  Kasrudi angkat biacara dalam menyikapi hal tersebut.  Menurut beliau, Rapid Test sekiranya tidak membebani masyarakat. Apalagi dalam situasi seperti ini, kondisi ekonomi masyarakat masih terpuruk. 

"Biaya Rapid Test harusnya merata di Klinik maupun Rumah Sakit disamaratakan saja dan tidak memberatkan beban warga karna kondisi ekonomi saat sekarang memang lagi sulit dan kita harus bisa saling memahami,”(baca:https://sulawesion.com/sulsel/dprd-minta-biaya-rapid-test-tidak-bebani-masyarakat/)

Hal yang sama juga disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo, fraksi PDIP yang mengamati problem Rapid Test. Beliau sampaikan bahwa "Mahalnya biaya Rapid Test dan tes PCR itu harus jadi perhatian. Jangan sampai ada pihak yang aji mumpung, mencari kesempatan dalam kesempitan,” (baca:https://m.bisnis.com/amp/read/20200611/15/1251601/biaya-rapid-test-tinggi-dpr-aturan-kemenhub-sulit-ditegakkan)

Potret Rapid Test ini memang kesannya menghimpit masyarakat dalam keadaan terpuruk. Bak jatuh, tertimpa tangga pula. Efek dari aktivitas upnormal ini, elit dan kolega tetap kaya dan rakyat miskin tetaplah miskin. 

Padahal jika berkaca pada daerah tertentu di Indonesia, rapid test tidak dipungut biaya atau gratis. Akan tetapi kota Makassar khususnya masih banyak rumah sakit yang menyediakan Rapid Test dengan biaya yang fantastis. Kemana pemerintah? Rakyat semakin Payah bos..

COMMENTS

Nama

Aceh,38,Aceh kab Simeuleu,1,Aceh Selatan,2,Aceh Singkil,6,Aceh Tamiang,42,Aceh tengah,46,Aceh tenggara,2,Aceh timur,5,Aceh Utara,3,Ambon,1,Asahan,1,Badung Barat,1,Bagan Sinembah,1,Baharkam,3,Bali,1,Balige,2,Balikpapan,2,Banda Aceh,5,BANDAR LAMPUNG,2,bandung,56,Bandung barat,72,Bangka,3,Bangka Belitung,3,BANGKINANG,1,Banjarnegara,1,Bantaeng,4,Banten,10,Banyumas,6,banyuwangi,3,Barito Utara,1,Batam,1,Batang,71,Batu Bara,60,Batu bata,1,Batubara,92,Batusangkar,1,Bekasi,88,Bekasi Terkini,1,Belawan,2,Belopa,5,Bener meriah,24,Bengkulu,3,berita terkini,439,Bisnis,4,Blangkejeren,1,Blitar,1,Bnadung Barat,1,Bogor,11,Bojonegoro,1,Boyolali,1,Brebes,1,calang,1,ciamis,2,Cianjur,2,Cikarang,5,Cilegon,2,Cilengsi,1,cimahi,6,Cirebon,10,Daerah,171,Daerah Terkini,7,Dairi,1,Dangku,1,Demak,3,Denpasar,5,Depok,28,Desa Kuripan,1,Desa Ngempit,1,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,13,DPRD Kota Bekasi,13,Dumai,150,Ekonomi,84,Garut,3,Gayo Lues,4,Global,1,Gorontalo,1,Gowa,1,gresik,6,Grobogan,1,Gunung kidul,1,Gunung megang,1,Gunungsitoli,1,Hamparan Perak,1,Health info,1,Indramayu,3,Internasional,29,jakarta,619,jakrta radar jakarta.net,7,Jambi,31,Jateng,2,Jawa timur,1,Jayapura,2,Jember,2,Jembrana,1,Jeneponto,2,JEPARA,4,Jetis,2,jombang,3,Kab,1,Kab Bandung,46,Kab Bekasi,2,kab. bandung,9,Kab. bekas,1,Kab. Bekasi,35,Kab. Katingan,1,Kab. Semarang,2,Kab. Way kanan,1,Kab.Aceh Tengah,1,Kab.Bandung,3,Kab.Barito Utara,1,Kab.Batang,1,Kab.Bekasi,74,Kab.Bener Meriah,1,Kab.Bogor,1,Kab.Bondowoso,1,Kab.gayo Lues,1,Kab.Jeneponto,1,Kab.Jombang,1,Kab.Kampar,3,Kab.Karawang,1,Kab.Katingan,2,Kab.Kaur,10,Kab.lahat,1,Kab.Lampung Utara,1,Kab.Lebak,2,Kab.Luwu,5,Kab.Madiun,2,Kab.Mamuju,4,Kab.Manggarai,1,Kab.Maros,1,Kab.Nganjuk,1,Kab.Ngawi,2,Kab.Pasuruan,3,Kab.Ponorogo,10,Kab.Raja Ampat,1,Kab.Serang,3,Kab.Sidoarjo,1,Kab.Subang,1,Kab.Tangerang,4,Kab.Tapanuli Selatan,1,Kab.Wat kanan,1,Kab.Way kanan,34,Kaban. Bekasi,1,Kabarhakam,4,Kalideres,1,Kalimantan,5,Kalimantan tengah,225,Kalimantan timur,2,Kalteng,1,Kampar,22,karang wangi,1,Karawang,7,Karimun,1,Karo,1,Katingan,24,Katingan hilir,1,Katingan tengah,3,Kaur,14,Kebumen,1,Kec.Kuok,1,Kec.Paron,1,Kediri,1,Keerom,2,Kendal,68,klaten,1,Kota Pasuruan,1,Kota Sorong,1,Kota Tangerang,1,Kuala Kapas,1,Kuansing,1,kudus,1,Kuliner,4,Kutai Kartanegara,1,Labuan Bajo,1,Labuhan,4,Labuhan batu,7,Labuhanbatu,48,Labuhanbatu Selatan,2,Labuhanbatu Utara,6,Lahar,2,Lahat,63,lamongan,1,Lampung,8,Lampung barat,7,Lampung Selatan,3,Lampung Tengah,1,Lampung Utara,107,Langsa,1,Lebak,99,Lebak Banten,1,Lhokseumawe,1,Lhoksukon,1,lingga,1,Lingko Lolok,1,Loksumawe,2,Lombo timur,1,Lubuk Linggau,2,Lumanjang,1,Lutra,1,Luwu,9,Madiun,20,Magelang,5,Majalengka,2,Majene,1,Makassar,75,Malang,4,Maluku,10,Mamuju,56,Mamuju tengah,2,Manado,1,Manggarai,5,Manggarai Barat,1,Manggarai timur,4,Marelan,1,Maros,1,Marsandi,1,mataram,1,Mateng,7,Medan,7,Medium,2,Merak,1,Merauke,1,Meulaboh,1,Minahasa,1,Mojokerto,6,Muara Enim,220,Muara Teweh,37,muaratara,5,Mukomuko,40,Muratara,233,Musi Rawas,1,Musi Rawas Utara,1,Nabire,1,Narsandi,1,Nasional,204,Natuna,1,News,185,news maker,10,Nganjuk,3,Ngawi,3,Ngrayun,1,Ogan Ilir,1,Oke timur,2,Oku timur,31,okutimur,1,Olahraga,1,Otomotif,53,Padang,1,Pakpak Bharat,1,Palangkaraya,3,Palembang,32,Palembayan,1,Pali,5,Palu,8,Paluta,1,Pandeglang,98,Papua,3,parepare,1,Pariwisata,5,Pasang kayu,1,Pasangkayu,65,Pasuruan,13,Pekanbaru,20,Pelelawan,1,Pemalang,2,Pematang Siantar,2,Pemkab Bekasi,16,Pemkot Bekasi,1,Pendidikan,21,Pengetahuan,1,Peristiwa,19,Pilkada,2,polewali mandar,1,Polhukam,276,politik,4,Ponorogo,54,Pontianak,2,Pringsewu,1,probolinggo,4,Purwakarta,2,Purworejo,1,radar jakarta.net,215,ragam,1,Raja Ampat,5,Redelong,2,regional,18,RIAU,5,Rokan hilir,1,Salatiga,1,Samosir,1,Sampit,4,Saumlaki,1,Selayar,123,Selebriti,2,Semarang,20,Serang,12,Serang Banten,1,Serdang Bedagai,1,Siantar,1,Siborong-borong,1,Sidoarjo,18,Sidoharjo,1,simalungun,8,Simeuleu,1,Sipungguk,2,Sleman,4,Solo,3,solok selatan,1,Sopeng,1,Sorong,2,Subang,11,Sukabumi,4,Sulawesi Barat,1,Sulawesi Selatan,4,Sulawesi tenggara,1,Sulsel,2,Sumatera Selatan,7,Sumba barat daya,1,Sumbawa,2,Surabaya,26,Surakarta,2,Takengon,73,Talang Padang,1,Tanah Jawa,1,tangerang,9,Tangerang Selatan,2,Tanggamus,1,Tanjung agung,1,Tanjung Alai,3,tanjungpinang,1,Taput,1,Tasikmalaya,10,Technology,90,Tegal,1,Temanggung,2,Tengah,1,Terk,1,Terkait,1,Terkini,4485,Terkini Bekasi Jakarta Nasional,1,Terkini Daerah,10,Terkini Daerah Nasional,1,Terkini Jakarta,2,Tkengon,1,Tobadak,1,tokyo,2,Waisai,6,Way kanan,21,way kanan Lampung,1,wonogiri,1,Wonosobo,1,Yogyakarta,14,
ltr
item
radarjakarta.net: Biaya Rapid Test Mahal: Cekik Rakyat di Tengah Musibah
Biaya Rapid Test Mahal: Cekik Rakyat di Tengah Musibah
https://lh3.googleusercontent.com/-asxeCnHjXJ0/XvxIW28jzvI/AAAAAAAAFyg/Q4bAdk_egoQuPRnLA3RG_yWhvyCdNFWYQCLcBGAsYHQ/s1600/1593591895842784-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-asxeCnHjXJ0/XvxIW28jzvI/AAAAAAAAFyg/Q4bAdk_egoQuPRnLA3RG_yWhvyCdNFWYQCLcBGAsYHQ/s72-c/1593591895842784-0.png
radarjakarta.net
http://www.radarjakarta.net/2020/07/biaya-rapid-test-mahal-cekik-rakyat-di.html
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/2020/07/biaya-rapid-test-mahal-cekik-rakyat-di.html
true
648782575313724783
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy