TERKINI$type=one$count=3

Terkini (2753)

Kisah Tragis Dari Pakistan, WARTAWAN Surat Kabar Wall Street Journal "Daniel Pearl" Yang Di Intimidasi

Daniel Pearl INTERNASIONAL , RaJa.Net Daniel Pearl Wartawan Amerika yang Tewas di Tangan Militan. Kasus pembunuhan terhadap wartawan...

Daniel Pearl
INTERNASIONAL,RaJa.Net
Daniel Pearl Wartawan Amerika yang Tewas di Tangan Militan.Kasus pembunuhan terhadap wartawan asal Amerika Serikat Daniel Pearl, 38 tahun, kembali menjadi sorotan publik saat sebuah Pengadilan Tinggi di Karachi, Pakistan, pada akhir April 2020 membebaskan empat terdakwa pembunuh Pearl.
Ahmed Omar Saeed, militan warga Inggris keturunan Pakistan divonis hukuman mati pada 2002 atas tuduhan dalang pembunuhan Daniel. Namun pada bulan lalu, hukumannya diringankan dan tiga pengawalnya yang divonis hukuman seumur hidup dibebaskan karena mereka dinilai oleh sebuah pengadilan tinggi di Karachi tidak cukup bukti. Orang tua Pearl langsung protes atas hal ini.
Pearl adalah reporter surat kabar Wall Street Journal yang diculik pada 2002 saat melakukan laporan investigasi tentang militan di Karachi, Ibu Kota Provinsi Sindh. Dia dipenggal beberapa pekan setelah diculik.
Situs imdb.com menuliskan para penculiknya mereka saat Pearl dipenggal oleh mereka. Rekaman video keji ini lalu disebarkan ke media-media di dunia.
Pearl lahir di Kota Princeton, New Jersey, Amerika Serikat. Namun dia besar di distrik Encino, Los Angeles, California dengan menghabiskan masa SMP dan SMA di sana.
Pearl memulai karirnya sebagai di Wall Street Journal sebagai biro di Atlanta pada 1990. Dia lalu pindah ke Washington, D.C pada 1993 sebagai biro di sana.
Tiga tahun kemudian, Pearl lalu dipindak ke biro Wall Street Journal di London, Inggris. Pearl menulis beragam artikel, mulai dari dugaan temuan biola Stradivarius pada Oktober 1994 di sebuah jalan tol dan pada Juni tahun 2000 dia menulis artikel tentang musik pop di Iran.
Laporan investigasi yang pernah ditulis Pearl diantaranya adalah perang etnis di Balkan, dimana dia menemukan satu tuduhan pembantaian di Kosovo yang tidak berdasar. Dia juga menulis serangan rudal Amerika yang diduga di fasilitas militer di Khartoum, namun Pearl menemukan itu adalah sebuah pabrik farmasi.
Istri Pearl, Mariane, melahirkan putra pertama mereka pada 28 Mei 2002 atau tiga bulan setelah Pearl tewas dipenggal. Putra mereka diberi nama Adam Daniel Pearl, dimana nama tengah Daniel untuk menghormati Pearl.
4 Terdakwa Penculikan Wartawan Daniel Pearl Diputus Bebas
Pengadilan Pakistan pada Kamis, 2 April 2020, membebaskan seluruh terdakwa yang terlibat dalam pembunuhan wartawan Amerika Serikat, Daniel Pearl, pada 2002 silam. Persidangan di pengadilan tinggi Sindh di wilayah selatan Kota Karachi yang dipimpin oleh hakim Mohammad Karim Agha menyampaikan putusan atas permohonan banding total keempat terdakwa.        
Pengadilan membebaskan keempat terdakwa, termasuk terduga dalang pembunuhan, Ahmed Omar Saeed atau yang dikenal dengan syeh Omar. Syeh Omar diketahui merupakan kelahiran Inggris
Dalam putusannya, hakim menyebut jaksa penuntut telah gagal membuktikan tuntutan terhadap para terdakwa. Namun hakim menemukan Ahmed Omar Saeed bersalah terlibat dalam penculikan dengan uang tebusan terhadap Pearl sehingga menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara. Pearl meninggal karena dipenggal oleh para penculiknya.
“Karena Syeh Omar Saeed sudah menjalani kurungan penjara lebih dari tujuh tahun bersama tiga orang terdakwa lainnya, maka dia sekarang ikut bebas,” kata  pengacara terdakwa, Khawaja Naveed Ahmed kepada Anadolu Agency.

Sebelumnya pada Juni 2002, pengadilan anti-terorisme menjatuhi hukuman mati kepada Syeh Omar. Sedangkan tiga terdakwa lainnya, yakni Fahad Naseem, Salman Saqib, dan Syeh Adil, divonis hukuman seumur hidup. Keempatnya dituduh telah melakukan penculikan dan memenggal kepala Pearl, reporter surat kabar Wall Street Journal.
Pearl adalah mantan Kepala Biro Wall Street Journal untuk wilayah Asia Selatan. Dia diculik pada Januari 2002 dan sebulan kemudian dibunuh di Kota Karachi. Penculikan terhadapnya terjadi ketika dia sedang melakukan riset untuk pemberitaan tentang ekstrimisme agama.
Tubuh Pearl ditemukan di wilayah utara pinggiran Kota Karachi empat bulan setelah dia hilang diculik. Laporan investigasi Universitas Georgetown di Washington D.C mengklaim Syeh Omar dan tiga terdakwa lainnya diduga bersalah atas kasus pembunuhan Pearl.   
Sedangkan investigasi yang dipimpin oleh teman kuliah Pearl, Asra Ansari, menemukan dalang sebenarnya dibalik penculikan Pearl dan pembunuhan terhadapnya adalah Khalid Shaikh Mohammad, yang juga otak serangan teror 9 September 2001 di Kota Washington dan New York. Khalid Shaikh Mohammad sekarang sedang menunggu persidangan di Teluk Guantanamo.
Terdakwa Pembunuh Bebas, Orang Tua Wartawan Daniel Pearl Protes
Orang tua mendiang Daniel Pearl, telah mengajukan petisi ke Mahkamah Agu

ng Pakistan untuk membalikkan putusan pembebasan empat laki-laki yang pada 2002 didakwa terlibat dalam pembunuhan Daniel. Daniel adalah wartawan asal Amerika Serikat yang meninggal di Pakistan dengan cara dipenggal saat menjalankan tugas jurnalistiknya meliput militan di Karachi.
“Kami berdiri demi keadilan, bukan hanya untuk anak saya tetapi untuk semua teman-teman kami di Pakistan sehingga mereka bisa hidup dalam lingkungan yang bebas dari kekerasan dan terorisme,” kata Judea Pearl, ayah Daniel, dalam sebuah rekaman video yang sangat emosional yang diunggah ke Twitter.
Dikutip dari reuters.com pengacara keluarga Daniel, Faisal Siddiqi mengatakan pihaknya sudah mengajukan petisi atas nama kliennya. Sumber di Mahkamah Agung Pakistan mengatakan petisi itu belum diproses lebih lanjut.
“Pembacaan keseluruhan catatan akan mengungkap adanya sejumlah bukti besar yang memberatkan baik secara forensik maupun oral, yang membuktikan pembunuhan telah dilakukan dan semua tertuduh bersekongkol atas pembunuhan itu,” demikian bunyi petisi yang diajukan orang tua Daniel.
Sebelumnya militan Ahmed Omar Saeed, warga Inggris keturunan Pakistan divonis hukuman mati pada 2002 atas tuduhan dalang pembunuhan Daniel. Namun pada bulan lalu, hukumannya diringankan dan tiga pengawalnya yang divonis hukuman seumur hidup dibebaskan karena dinilai oleh sebuah pengadilan tinggi di Karachi tidak cukup bukti.
Otoritas Pakistan telah memerintahkan keempat terpidana itu tetap berada dalam tahanan selama tiga bulan ke depan.
Amerika Serikat mengecam putusan pengadilan tinggi itu yang membebaskan terdakwa pembunuh Daniel. Seorang diplomat Amerika Serikat untuk wilayah Asia Selatan mengatakan putusan itu sebuah penghinaan bagi korban saat terorisme ada dimana-mana.(Noval Marbun/bbc)

COMMENTS

Nama

Aceh,25,Aceh kab Simeuleu,1,Aceh Selatan,2,Aceh Singkil,6,Aceh Tamiang,36,Aceh tengah,17,Aceh tenggara,2,Aceh timur,1,Aceh Utara,1,Ambon,1,Baharkam,3,Balige,2,Balikpapan,2,Banda Aceh,4,BANDAR LAMPUNG,1,bandung,46,Bandung barat,44,BANGKINANG,1,Banjarnegara,1,Banten,7,Banyumas,3,banyuwangi,3,Barito Utara,1,Batam,1,Batang,28,Batu Bara,39,Batu bata,1,Batusangkar,1,Bekasi,83,Belawan,2,Belopa,2,Bener meriah,18,Bengkulu,3,berita terkini,438,Bisnis,4,Blitar,1,Bnadung Barat,1,Bogor,10,Bojonegoro,1,Boyolali,1,calang,1,ciamis,2,Cianjur,2,Cikarang,5,Cilegon,2,Cilengsi,1,cimahi,6,Cirebon,10,Daerah,137,Dairi,1,Demak,2,Denpasar,5,Depok,28,Desa Ngempit,1,DPRD Kab. Bekasi,13,DPRD Kota Bekasi,13,Dumai,40,Ekonomi,84,Garut,3,Gayo Lues,2,Global,1,Gorontalo,1,Gowa,1,gresik,6,Gunung kidul,1,Hamparan Perak,1,Health info,1,Indramayu,3,Internasional,29,jakarta,579,jakrta radar jakarta.net,7,Jambi,20,Jateng,1,Jayapura,2,Jember,2,Jembrana,1,Jeneponto,2,JEPARA,3,Jetis,2,jombang,3,Kab,1,Kab Bandung,46,Kab Bekasi,1,kab. bandung,9,Kab. bekas,1,Kab. Bekasi,35,Kab. Katingan,1,Kab. Semarang,2,Kab. Way kanan,1,Kab.Bandung,1,Kab.Barito Utara,1,Kab.Batang,1,Kab.Bekasi,12,Kab.Bener Meriah,1,Kab.Bondowoso,1,Kab.gayo Lues,1,Kab.Jombang,1,Kab.Kampar,3,Kab.Karawang,1,Kab.Katingan,1,Kab.Kaur,10,Kab.lahat,1,Kab.Lebak,2,Kab.Luwu,5,Kab.Madiun,2,Kab.Mamuju,4,Kab.Manggarai,1,Kab.Nganjuk,1,Kab.Ngawi,2,Kab.Pasuruan,3,Kab.Ponorogo,10,Kab.Raja Ampat,1,Kab.Serang,3,Kab.Sidoarjo,1,Kab.Subang,1,Kab.Tangerang,4,Kab.Tapanuli Selatan,1,Kab.Wat kanan,1,Kab.Way kanan,14,Kaban. Bekasi,1,Kabarhakam,4,Kalideres,1,Kalimantan,2,Kalimantan tengah,53,Kalimantan timur,2,Kampar,21,karang wangi,1,Karawang,7,Karimun,1,Karo,1,Katingan,2,Katingan hilir,1,Katingan tengah,3,Kaur,11,Kebumen,1,Kec.Kuok,1,Kec.Paron,1,Kediri,1,Kendal,32,klaten,1,Kota Sorong,1,Kota Tangerang,1,Kuala Kapas,1,kudus,1,Kuliner,4,Kutai Kartanegara,1,Labuhan,4,Labuhan batu,7,Labuhanbatu,48,Labuhanbatu Selatan,2,Labuhanbatu Utara,6,Lahar,2,Lahat,41,lamongan,1,Lampung,5,Lampung Selatan,1,Lampung Tengah,1,Lampung Utara,92,Langsa,1,Lebak,55,Lebak Banten,1,Lhokseumawe,1,Lhoksukon,1,lingga,1,Lingko Lolok,1,Loksumawe,2,Lombo timur,1,Lubuk Linggau,2,Lumanjang,1,Lutra,1,Madiun,19,Magelang,1,Majalengka,2,Makassar,34,Malang,4,Maluku,7,Mamuju,28,Mamuju tengah,1,Manado,1,Manggarai,2,Manggarai Barat,1,Manggarai timur,2,Marelan,1,Maros,1,Marsandi,1,mataram,1,Mateng,3,Medan,4,Medium,2,Merak,1,Merauke,1,Minahasa,1,Mojokerto,6,Muara Enim,57,Muara Teweh,13,muaratara,4,Mukomuko,40,Muratara,72,Musi Rawas Utara,1,Nabire,1,Narsandi,1,Nasional,203,Natuna,1,News,185,news maker,10,Nganjuk,3,Ngawi,2,Ngrayun,1,Ogan Ilir,1,Oke timur,2,Oku timur,28,okutimur,1,Olahraga,1,Otomotif,53,Palangkaraya,3,Palembang,29,Palembayan,1,Palu,7,Paluta,1,Pandeglang,55,Papua,3,parepare,1,Pariwisata,5,Pasangkayu,30,Pasuruan,10,Pekanbaru,10,Pelelawan,1,Pemalang,1,Pemkab Bekasi,16,Pemkot Bekasi,1,Pendidikan,21,Pengetahuan,1,Peristiwa,18,Pilkada,2,polewali mandar,1,Polhukam,276,politik,4,Ponorogo,39,Pontianak,2,Pringsewu,1,probolinggo,4,Purwakarta,2,Purworejo,1,radar jakarta.net,208,Raja Ampat,2,Redelong,1,regional,18,RIAU,5,Salatiga,1,Samosir,1,Saumlaki,1,Selebriti,2,Semarang,9,Serang,12,Serang Banten,1,Serdang Bedagai,1,Siantar,1,Siborong-borong,1,Sidoarjo,18,Sidoharjo,1,simalungun,3,Simeuleu,1,Sipungguk,2,Sleman,4,Solo,3,solok selatan,1,Sopeng,1,Sorong,2,Subang,11,Sukabumi,2,Sulawesi tenggara,1,Sulsel,2,Sumatera Selatan,5,Sumba barat daya,1,Sumbawa,2,Surabaya,26,Surakarta,1,Takengon,10,Talang Padang,1,tangerang,8,Tangerang Selatan,2,Tanggamus,1,Tanjung Alai,3,tanjungpinang,1,Taput,1,Tasikmalaya,7,Technology,90,Tegal,1,Temanggung,1,Tengah,1,Terkait,1,Terkini,2753,Terkini Bekasi Jakarta Nasional,1,Terkini Daerah Nasional,1,Tkengon,1,Tobadak,1,tokyo,2,Waisai,5,Way kanan,5,way kanan Lampung,1,wonogiri,1,Wonosobo,1,Yogyakarta,12,
ltr
item
radarjakarta.net: Kisah Tragis Dari Pakistan, WARTAWAN Surat Kabar Wall Street Journal "Daniel Pearl" Yang Di Intimidasi
Kisah Tragis Dari Pakistan, WARTAWAN Surat Kabar Wall Street Journal "Daniel Pearl" Yang Di Intimidasi
https://1.bp.blogspot.com/-Smghlb7LbYM/Xq8oN0ycA8I/AAAAAAACTzk/pDQH8Gea9IYRiHi-Koz7sfnFduTEcACawCLcBGAsYHQ/s400/dp%2B11.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Smghlb7LbYM/Xq8oN0ycA8I/AAAAAAACTzk/pDQH8Gea9IYRiHi-Koz7sfnFduTEcACawCLcBGAsYHQ/s72-c/dp%2B11.jpg
radarjakarta.net
http://www.radarjakarta.net/2020/05/kisah-tragis-di-pakistan-wartawan-surat.html
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/2020/05/kisah-tragis-di-pakistan-wartawan-surat.html
true
648782575313724783
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy