TERKINI$type=one$count=3

Terkini (3746)

Covid-19: Homo Sacer

Penulis: Agustinus Viki, Dosen Fisipol Uneversitas Gajah Mada. Jakarta, Radarjakarta.net Covid 19, lebih dari sekedar virus. Tak...


Penulis: Agustinus Viki, Dosen Fisipol Uneversitas Gajah Mada.

Jakarta, Radarjakarta.net
Covid 19, lebih dari sekedar virus. Tak terasa, dalam jangka waktu 3 bulan patogen ini hadir sebagai cakrawala berpikir, dengan keluasan, kesempitan dan kesumpekan, di dalamnya. Banyak sekali potongan cerita atau berita, membentuk pikiran dan perasaan kita, tentang dunia, hidup dan mati. Bahkan kelewat batas, kita tak peduli virus sungguh beredar atau entah di mana yang penting kita bisa berpikir merasa dan bertindak atas nama covid 19.

Melewati batas berarti kita berhenti membahas dan membasmi virus, diganti sikap terpendam dan perilaku yang sudah lama ditunda. Sikap dan tindakan bak pahlawan, bahwa hidup dan mati orang lain ada di tangan kita. Di dalam protab, dalam kucuran anggaran untuk bergerak dan berbusana layaknya astronot atau penjinak bom. Berbekal potongan cerita-berita, juga instruksi secarik surat atau sebundel kertas berstempel. Kita menarik garis batas baru antara hidup dan mati, siapa yang boleh lewat dan siapa yang harus dikandangkan atas nama covid 19.

Untuk kebaikan umum yang juga belum dibahas dan disepakati seluruh warga negara,
Oleh karena virus ini kita tiba-tiba ada di dalam negara sampai ke puncak kenikmatan. Kita adalah Negara itu sendiri, ruang dialog dikunci bercakap harus sama pangkat dan satu program lalu pikiran benar dan cerdas ditindas, dianggap resah tidak kebagian jatah. Di dalam kondisi yang didaruratkan ini bukan lagi virus materi pokok dalam percakapan kebijakan dan program, tetapi sikap dan perilaku yg tak patuh diperlakukan lebih berbahaya dari virus itu sendiri. Kriminalisasi dan moralisasi dijadikan teknologi kontrol dan monopoli informasi, tanpa disertakan pengetahuan biomedis dan resiko sosial-ekonomi.

Jauh lebih merisaukan dari darurat kesehatan, kondisi ini state of exception mulai bertingkah semaunya dan berpikir sesuai arahan kendatipun keliru dan merusak martabat manusia yang paling asasi. Harus terus bergerak, tak ada waktu merenung, apalagi tersentak, bahwa tindakan kekuasaan itu sendiri telah mengancam kehidupan. Mata pencaharian dan kebebasan, Tubuh diturunkan derajatnya semata biologi bukan tubuh ekologi, tubuh ekonomi dan tubuh sosial. 

Dalam jebakan "false dilema" ini mendeteksi virus jauh lebih penting daripada mendeteksi sakit karena lapar atau kurang gizi,
kuasa jenis ini yang berbiak di dalam kepanikan masal dan kepasrahan diri tidak sekedar parodi bagi akal sehat tetapi lebih memilukan. Sebuah tragedi yang kelak dikisahkan kembali oleh mereka yang sadar dan belajar dari sejarah, kemarahan dan kedukaan yang tak seutuhnya dari keluarga dan orang-orang tercinta terkubur di dalam kintal kekuasaan.

Suara mereka tidak diberi pengeras, pikiran mereka ditutup-tutupi dengan stastistik dan bahasa teknis medis yang tak meyakinkan sembari berharap kian banyak terpapar agar pokok soal segera dilupakan banyak orang.
Kedukaan itu tidak hanya dikucilkan dari perhatian sesama bahkan mengabaikan hak dan kebersamaan sebagai kekasih, suami, istri, anak dan kerabat. Bahkan tak sempat bertanya bagaimana rasanya diri dan keluarga sendiri diperlakukan tanpa keadaban. Karena di dalam state of exception, kuasa bisa semena-mena kepada yang lain kecuali diri dan kelompok sendiri.
Orang-orang yang meninggal karena covid atau di-covid-kan tidak lagi dipahami sebagai korban penularan atau asumsi penularan, juga tidak dimaknai sebagai korban biopolitik "politik atas tubuh" oleh rezim kesehatan global yang sedang mencari peluang bisnis masa depan.

Dalam keterbatasan isi kepala dan hati yang mati rasa, mereka tak lebih dari homo sacer, spesies baru antara hidup dan mati kebertubuhan ancaman eksistensial tubuh manusia adalah virus itu sendiri.
Homo sacer, berarti hidupnya tak berguna bagi sesama dan matinya pun tak ada artinya bagi tuhan. Status homo sacer hanya dapat terpenuhi ketika negara dan agama bersekutu dalam state of exception, kuasa absolut dan korup. Keduanya berbagi peran, saling melengkapi partners in crime, dia diperlukan untuk menjaga batas hidup dan mati. 

Boleh dibunuh, terbunuh dan tak perlu dipertanyakan. Sesuatu yang niscaya harus ada, agar kedaruratan terus berlangsung sesuai kehendak yang berkuasa.
Negara menentukan status biologis dan agama menentukan status spiritual, dengan itu, mereka orang-orang mati tersangkut pandemi ditetapkan sebagai tubuh yang abnormal dan jiwa kembara yang tak sempat sampai di gerbang keabadian. Tak ada penghormatan di dunia dan di akhirat, karena dalam kondisi yang di-darurat-kan ini mereka hanya punya riwayat kronologi hidup tanpa hikayat, tanpa kenangan dan kedukaan publik.

Serempak dalam gelagat serupa, orang-orang sehat yang sedang panik takut akan kematian merasa tidak akan mati. Kematian hanya disebabkan oleh covid 19, karena itu kita harus menghadang di perbatasan bersembunyi di dalam kehangatan rumah dan keluarga dan sujud beribadah. 
Muncul kekebalan atau mengebalkan diri dari kematian, serasa mati bukan lagi bagian dari hidup.
Kehidupan diri sendiri dan keluarga harus dijaga dengan segala cara, sementara hidup dan mati orang lain adalah urusan aparatus state of exception. Tercapai tujuan biopolitik itu, matinya relasi etis matinya kepekaan terhadap kedukaan orang lain dan kita bersiap diri menanti giliran dijadikan homo sacer.

Dalam kedaruratan yang tak jelas ini, semakin nyata kita adalah crabbs in the barrel, kepiting-kepiting di dalam tong saling berseteru dan menyelamatkan diri dalam rumus baru biopolitik global. Biopolitik baru, diterjemahkan aparatus nasional dan daerah tanpa disadari, tanpa pertanyaan ke atas, ke kiri dan ke kanan.
Dalam sejarah, Homo Sacer adalah kurban yang dibuat tak bermakna sekaligus penentu utama, cepat atau lambat umur state of exception.
Salam Hari Kebangkitan Nasional !!

Laporan: Robert Dacing

COMMENTS

Nama

Aceh,31,Aceh kab Simeuleu,1,Aceh Selatan,2,Aceh Singkil,6,Aceh Tamiang,40,Aceh tengah,31,Aceh tenggara,2,Aceh timur,3,Aceh Utara,3,Ambon,1,Asahan,1,Bagan Sinembah,1,Baharkam,3,Bali,1,Balige,2,Balikpapan,2,Banda Aceh,5,BANDAR LAMPUNG,2,bandung,53,Bandung barat,65,BANGKINANG,1,Banjarnegara,1,Bantaeng,4,Banten,9,Banyumas,5,banyuwangi,3,Barito Utara,1,Batam,1,Batang,70,Batu Bara,59,Batu bata,1,Batubara,39,Batusangkar,1,Bekasi,87,Bekasi Terkini,1,Belawan,2,Belopa,4,Bener meriah,22,Bengkulu,3,berita terkini,438,Bisnis,4,Blangkejeren,1,Blitar,1,Bnadung Barat,1,Bogor,11,Bojonegoro,1,Boyolali,1,calang,1,ciamis,2,Cianjur,2,Cikarang,5,Cilegon,2,Cilengsi,1,cimahi,6,Cirebon,10,Daerah,150,Daerah Terkini,7,Dairi,1,Demak,3,Denpasar,5,Depok,28,Desa Ngempit,1,Donggala,1,DPRD Kab. Bekasi,13,DPRD Kota Bekasi,13,Dumai,102,Ekonomi,84,Garut,3,Gayo Lues,4,Global,1,Gorontalo,1,Gowa,1,gresik,6,Grobogan,1,Gunung kidul,1,Gunung megang,1,Gunungsitoli,1,Hamparan Perak,1,Health info,1,Indramayu,3,Internasional,29,jakarta,605,jakrta radar jakarta.net,7,Jambi,28,Jateng,2,Jayapura,2,Jember,2,Jembrana,1,Jeneponto,2,JEPARA,4,Jetis,2,jombang,3,Kab,1,Kab Bandung,46,Kab Bekasi,2,kab. bandung,9,Kab. bekas,1,Kab. Bekasi,35,Kab. Katingan,1,Kab. Semarang,2,Kab. Way kanan,1,Kab.Bandung,3,Kab.Barito Utara,1,Kab.Batang,1,Kab.Bekasi,49,Kab.Bener Meriah,1,Kab.Bondowoso,1,Kab.gayo Lues,1,Kab.Jeneponto,1,Kab.Jombang,1,Kab.Kampar,3,Kab.Karawang,1,Kab.Katingan,1,Kab.Kaur,10,Kab.lahat,1,Kab.Lampung Utara,1,Kab.Lebak,2,Kab.Luwu,5,Kab.Madiun,2,Kab.Mamuju,4,Kab.Manggarai,1,Kab.Maros,1,Kab.Nganjuk,1,Kab.Ngawi,2,Kab.Pasuruan,3,Kab.Ponorogo,10,Kab.Raja Ampat,1,Kab.Serang,3,Kab.Sidoarjo,1,Kab.Subang,1,Kab.Tangerang,4,Kab.Tapanuli Selatan,1,Kab.Wat kanan,1,Kab.Way kanan,26,Kaban. Bekasi,1,Kabarhakam,4,Kalideres,1,Kalimantan,3,Kalimantan tengah,112,Kalimantan timur,2,Kampar,22,karang wangi,1,Karawang,7,Karimun,1,Karo,1,Katingan,2,Katingan hilir,1,Katingan tengah,3,Kaur,11,Kebumen,1,Kec.Kuok,1,Kec.Paron,1,Kediri,1,Keerom,2,Kendal,65,klaten,1,Kota Pasuruan,1,Kota Sorong,1,Kota Tangerang,1,Kuala Kapas,1,Kuansing,1,kudus,1,Kuliner,4,Kutai Kartanegara,1,Labuan Bajo,1,Labuhan,4,Labuhan batu,7,Labuhanbatu,48,Labuhanbatu Selatan,2,Labuhanbatu Utara,6,Lahar,2,Lahat,50,lamongan,1,Lampung,7,Lampung barat,5,Lampung Selatan,2,Lampung Tengah,1,Lampung Utara,103,Langsa,1,Lebak,90,Lebak Banten,1,Lhokseumawe,1,Lhoksukon,1,lingga,1,Lingko Lolok,1,Loksumawe,2,Lombo timur,1,Lubuk Linggau,2,Lumanjang,1,Lutra,1,Luwu,5,Madiun,20,Magelang,5,Majalengka,2,Makassar,70,Malang,4,Maluku,9,Mamuju,48,Mamuju tengah,2,Manado,1,Manggarai,4,Manggarai Barat,1,Manggarai timur,3,Marelan,1,Maros,1,Marsandi,1,mataram,1,Mateng,6,Medan,4,Medium,2,Merak,1,Merauke,1,Meulaboh,1,Minahasa,1,Mojokerto,6,Muara Enim,155,Muara Teweh,28,muaratara,4,Mukomuko,40,Muratara,166,Musi Rawas Utara,1,Nabire,1,Narsandi,1,Nasional,204,Natuna,1,News,185,news maker,10,Nganjuk,3,Ngawi,3,Ngrayun,1,Ogan Ilir,1,Oke timur,2,Oku timur,31,okutimur,1,Olahraga,1,Otomotif,53,Pakpak Bharat,1,Palangkaraya,3,Palembang,32,Palembayan,1,Pali,3,Palu,7,Paluta,1,Pandeglang,78,Papua,3,parepare,1,Pariwisata,5,Pasang kayu,1,Pasangkayu,49,Pasuruan,11,Pekanbaru,11,Pelelawan,1,Pemalang,2,Pematang Siantar,2,Pemkab Bekasi,16,Pemkot Bekasi,1,Pendidikan,21,Pengetahuan,1,Peristiwa,18,Pilkada,2,polewali mandar,1,Polhukam,276,politik,4,Ponorogo,46,Pontianak,2,Pringsewu,1,probolinggo,4,Purwakarta,2,Purworejo,1,radar jakarta.net,213,Raja Ampat,2,Redelong,2,regional,18,RIAU,5,Rokan hilir,1,Salatiga,1,Samosir,1,Saumlaki,1,Selayar,67,Selebriti,2,Semarang,19,Serang,12,Serang Banten,1,Serdang Bedagai,1,Siantar,1,Siborong-borong,1,Sidoarjo,18,Sidoharjo,1,simalungun,4,Simeuleu,1,Sipungguk,2,Sleman,4,Solo,3,solok selatan,1,Sopeng,1,Sorong,2,Subang,11,Sukabumi,4,Sulawesi Barat,1,Sulawesi Selatan,4,Sulawesi tenggara,1,Sulsel,2,Sumatera Selatan,6,Sumba barat daya,1,Sumbawa,2,Surabaya,26,Surakarta,2,Takengon,37,Talang Padang,1,tangerang,9,Tangerang Selatan,2,Tanggamus,1,Tanjung Alai,3,tanjungpinang,1,Taput,1,Tasikmalaya,10,Technology,90,Tegal,1,Temanggung,2,Tengah,1,Terkait,1,Terkini,3746,Terkini Bekasi Jakarta Nasional,1,Terkini Daerah,10,Terkini Daerah Nasional,1,Terkini Jakarta,1,Tkengon,1,Tobadak,1,tokyo,2,Waisai,6,Way kanan,13,way kanan Lampung,1,wonogiri,1,Wonosobo,1,Yogyakarta,14,
ltr
item
radarjakarta.net: Covid-19: Homo Sacer
Covid-19: Homo Sacer
https://lh3.googleusercontent.com/-Ow3XW4eEDd8/XsVEnnJ1vLI/AAAAAAAACjg/avKeq4aSUtosn7aRI9qPCEq1IHE0l8BZQCLcBGAsYHQ/s1600/1589986458283255-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-Ow3XW4eEDd8/XsVEnnJ1vLI/AAAAAAAACjg/avKeq4aSUtosn7aRI9qPCEq1IHE0l8BZQCLcBGAsYHQ/s72-c/1589986458283255-0.png
radarjakarta.net
http://www.radarjakarta.net/2020/05/covid-19-homo-sacer.html
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/
http://www.radarjakarta.net/2020/05/covid-19-homo-sacer.html
true
648782575313724783
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy